Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Memanusiakan manusia

Seringkali kebiasaan masyarakat yang ada disini merasa menjadi raja ketika status atau jabatan naik menjadi bos. Dengan seenaknya menghina kaum yang ada dibawahnya. Bertindak seolah dia memiliki kekuasaan penuh atas bawahannya. Bawahannya yang juga sama-sama manusianya.

Iya, sama manusianya kok.

Tapi kenapa dia memperlakukan seperti itu? Bisa jadi karena dia menganggap dirinya berpendidikan tinggi dan bisa menindas kaum rendahan. Eh jangan salah lho, orang yang berpendidikan tinggi malah memperlakukan orang dengan baik lah. Menganggap berlaku kepada sesama manusia. Lalu apa? Bisa jadi karena dulunya dia memiliki dendam masa lalu sehingga dia bersumpah jika menjadi bos maka akan memperlakukan bawahannya semena-mena. Duhhh itu pikiran macam apa sih. Nggak nyampek otak inces buat mikir kesana.

Ada juga user Hongkong saya yang berkali-kali membuat kesalahan. Nggak fatal sih, tapi memang sering dan sebenarnya agak menyebalkan kalau terlalu banyak salah. Tapi dia baik sekali dan berkali-kali minta maaf dengan tulus. Jadinya yaa apa boleh buat, sudahlah. Manusiawi kok manusia membuat kesalahan itu. Berkali-kali dia bilang “Sorry it was my mistakes, I won’t do it again in future. I have too much things to do recently and I didn’t check it properly. Apologize for my mistakes Prisca”. Saya menjawab dengan woles, “Hahahaha it doesn’t matter to make mistakes. Human does mistakes. So do I. no problem for me”. dia pun menjawab “Thank you so much Prisca, you have a human understanding. Very like a human”.

Nahh.. bisa dilihat kan dari cara dia ‘memuji’ku? Ada indikasi dia mendapat tekanan dari si atasannya. Karena posisi dia bukan orang bawahan, saya yakin tekanannya berupa kerjaan yang menumpuk yg tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat meskipun itu pekerjaan yang gampang.

Human understanding…seolah mengacu pada orang-orang sekarang tidak memiliki rasa pengertian sebagai sesama manusia. Sebut saja sekarang OB,office boy, kebanyakan OB adalah lulusan sekolah menengah yang seringkali diperdaya bosnya yang lulusan Strata 1 keatas. Hey… para OB juga manusia kali. Yang perlu diperlakukan secara manusiawi. Pekerjaan bersih-bersih itu bukan pekerjaan hina kok. Kalau nggak ada yang bersih-bersih, gimana kita bisa air dari dispenser kalau nggak ada mas-mas yang ngangkatin gallon kesana? Gimana bisa kerja nyaman kalau kantor nggak dibersihkan? Bersyukurlah karena mereka kerjaan kita juga jalan. Nggak terganggu.

Coba deh mikir ya, kalau kita yang diperlakukan seperti itu, gimana perasaan kita? Marah nggak? Kalau saya sih jujur marah ya. Manusia itu, apapun kerjaannya, pendidikannya, jumlah uangnya, derajatnya sama di mata penciptanya. Ngapain kita sombong dan merendahkan derajat manusia lain jika sang pencipta saja tidak sombong dan melihat derajat semua manusia sama ?

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...