Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Ngopi favorit di Baker's King

Nah nah nah

Ketika masih stay di Malang, ada tempat favorit ngopi nih. Namanya Bakers King. Favoritnya disana tuh green tea latte-nya. Hmmm itu enak banget beneran deh. Donatnya juga enak bener. Eatable lahhh. Dan harganya gak semahal vendor kainnya. Dengan harga yg lumayan dibawah, tapi rasa yg ditawarkan *menurut saya sih* jauh lebih enak.

Kalau lagi bosen, atau ngerjain sesuatu, atau pengen sendirian, ya ngopi disana. Tempatnya enak juga. Memorable banget deh kalau kesana lagi. Sayangnya, di Surabaya belum nemuin Bakers King *atau emang cuman ada di Malang ya??*. Dan lagi tempat stay di Surabaya jauh dari mana mana hahaha. Jadinya males keluar kalo lagi gak pengen banget aja.

Kenapa gak ngopi di warkop aja??
Soalnya di warkop kebanyakan cowo kan yg ngopi *sebut saja bapak2*, belum lagi tempatnya rawan, trus biasanya kopinya juga kopi yg kita udah punya dirumah. Kalau di coffee shop kan yg bikin baristanya. Jadi kl ke coffee shop ya yang dibeli itu kopi yg gak ada dirumah. Kalau ada dirumah mah ngapain beli di coffee shop.

Tapi tetep sejauh ini tempat ngopi favorit tetep di Bakers King meskipun udah jajal beberapa vendor laennya ini. Dan pajangan donat di laci Bakers King itu selalu menggoda.

Bakers King di Malang ada di MX dan MOG. Belum pernah nemuin yg lainnya. kalau ada yg baca ini dan nemu Bakers King selain di Malang, terutama Surabaya, tolong kasih tau ya. kalau emang nggak ada selain di Malang, mbok ya tolong buka cabang di Surabaya gitu hehe

note : cuman catetan Baker's King fans aja lho

Comments

  1. Setuju bgt.. Di garut jabar ada cabangnya. Memang sih dibanding vendor lain, minuman di bakers king menurut saya lbh enak dan harganya jg lbh murah.. Cuma cabangnya aja yang msh sedikit..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh beneran di Garut ada nih?? Jd pnsran deh siapa ya yg punya hoho soalnya cm tau di malang aja, dan di Garut dari info ini hehehe. Cuman si bakers king ini gak googleable banget nih, makanya cm tau yg dimalang aja

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men