Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Ngopi favorit di Baker's King

Nah nah nah

Ketika masih stay di Malang, ada tempat favorit ngopi nih. Namanya Bakers King. Favoritnya disana tuh green tea latte-nya. Hmmm itu enak banget beneran deh. Donatnya juga enak bener. Eatable lahhh. Dan harganya gak semahal vendor kainnya. Dengan harga yg lumayan dibawah, tapi rasa yg ditawarkan *menurut saya sih* jauh lebih enak.

Kalau lagi bosen, atau ngerjain sesuatu, atau pengen sendirian, ya ngopi disana. Tempatnya enak juga. Memorable banget deh kalau kesana lagi. Sayangnya, di Surabaya belum nemuin Bakers King *atau emang cuman ada di Malang ya??*. Dan lagi tempat stay di Surabaya jauh dari mana mana hahaha. Jadinya males keluar kalo lagi gak pengen banget aja.

Kenapa gak ngopi di warkop aja??
Soalnya di warkop kebanyakan cowo kan yg ngopi *sebut saja bapak2*, belum lagi tempatnya rawan, trus biasanya kopinya juga kopi yg kita udah punya dirumah. Kalau di coffee shop kan yg bikin baristanya. Jadi kl ke coffee shop ya yang dibeli itu kopi yg gak ada dirumah. Kalau ada dirumah mah ngapain beli di coffee shop.

Tapi tetep sejauh ini tempat ngopi favorit tetep di Bakers King meskipun udah jajal beberapa vendor laennya ini. Dan pajangan donat di laci Bakers King itu selalu menggoda.

Bakers King di Malang ada di MX dan MOG. Belum pernah nemuin yg lainnya. kalau ada yg baca ini dan nemu Bakers King selain di Malang, terutama Surabaya, tolong kasih tau ya. kalau emang nggak ada selain di Malang, mbok ya tolong buka cabang di Surabaya gitu hehe

note : cuman catetan Baker's King fans aja lho

Comments

  1. Setuju bgt.. Di garut jabar ada cabangnya. Memang sih dibanding vendor lain, minuman di bakers king menurut saya lbh enak dan harganya jg lbh murah.. Cuma cabangnya aja yang msh sedikit..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh beneran di Garut ada nih?? Jd pnsran deh siapa ya yg punya hoho soalnya cm tau di malang aja, dan di Garut dari info ini hehehe. Cuman si bakers king ini gak googleable banget nih, makanya cm tau yg dimalang aja

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Mengenal Nyai, Eyang Buyut Orang Indo Kebanyakan

  Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang darah campuran Eropa, saya pernah janji nulis tentang orang Indo dan Nyai, nenek buyut dari para Indo kebanyakan. Sekarang kita liat definisi dari Indo sendiri. Jadi Indo (Indo-Europeaan atau Eropa Hindia) adalah para keturunan yang hidup di Hindia Belanda (Indonesia) atau di Eropa yang merupakan keturunan dari orang Indonesia dengan orang Eropa (Kebanyakan Belanda, Jerman, Prancis, Belgia). Itulah kenapa saya agak risih mendengar orang menyebut Indonesia dengan singkatan Indo. Karena kedua hal itu beda definisi dan arti. Sekarang apa itu Nyai? Apa definisi dari Nyai? Nyai adalah seorang perempuan pribumi (bisa jadi orang Indonesia asli), Tionghoa dan Jepang yang hidup bersama lelaki Eropa di masa Hindia Belanda. Hidup bersama atau samenleven yang artinya kumpul kebo, tidak menikah. Fungsinya nyai itu apa? Fungsinya diatas seorang baboe dan dibawah seorang istri, tapi wajib melakukan kewajiban seorang baboe dan istri. Karena mem

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men