Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Impulsive Buying?

Satu-satunya sisi impulsifku
Kadang gw mikir, gw ini termasuk impulsive buyer nggak ya?
Satu hal yang bikin kita nggak akan jadi impulsive buyer adalah soal duit. Temen gw pernah nanya apakah gw sering beli-beli barang yang nggak direncanakan gitu. Jujur sih jarang banget sekarang. Dulu bisa aja gw ga ada angin badai tiba-tiba beli HP flip seken karena pengen aja punya, padahal juga nggak dipake 😑 
Sejak beberapa tahun terakhir gw udah mulai nahan diri untuk beli barang tanpa rencana. Biasanya gw tulis barang apa yang pengen atau butuh dibeli, dimasukin ke daftar prioritas berdasarkan list keinginan atau kebutuhan, kemudian direncanakan dan dibeli ketika duitnya udah ngumpul. 
Misal nih, gw butuh sepatu baru warnanya gw pengen putih, kebetulan harganya 600 ribu. Tapi di saat bersamaan gw juga butuh meja kerja yang kebetulan juga harganya 600 ribu. Udah ditulis sejak beberapa bulan lalu dan tinggal eksekusi aja kalau duitnya udah terkumpul. Ternyata saat duit terkumpul, urgensi beli meja …

Impulsive Buying?

Satu-satunya sisi impulsifku
Kadang gw mikir, gw ini termasuk impulsive buyer nggak ya?
Satu hal yang bikin kita nggak akan jadi impulsive buyer adalah soal duit. Temen gw pernah nanya apakah gw sering beli-beli barang yang nggak direncanakan gitu. Jujur sih jarang banget sekarang. Dulu bisa aja gw ga ada angin badai tiba-tiba beli HP flip seken karena pengen aja punya, padahal juga nggak dipake 😑 
Sejak beberapa tahun terakhir gw udah mulai nahan diri untuk beli barang tanpa rencana. Biasanya gw tulis barang apa yang pengen atau butuh dibeli, dimasukin ke daftar prioritas berdasarkan list keinginan atau kebutuhan, kemudian direncanakan dan dibeli ketika duitnya udah ngumpul. 
Misal nih, gw butuh sepatu baru warnanya gw pengen putih, kebetulan harganya 600 ribu. Tapi di saat bersamaan gw juga butuh meja kerja yang kebetulan juga harganya 600 ribu. Udah ditulis sejak beberapa bulan lalu dan tinggal eksekusi aja kalau duitnya udah terkumpul. Ternyata saat duit terkumpul, urgensi beli meja …

Hello Menstrual Cup!

Two years ago when I was in Bali for a holiday with my husband, I saw an ad about a menstrual cup. That really surprised me. I was like, "Huh? A cup inside?" Well technically it is fine with penis inside, so it should be fine with a food-grade silicone cup inside. 
I am afraid I am gonna say "I am disappointed for not using this sooner" as so many reviews go like that.

The reason why I want to convert my menstrual pad to a menstrual cup is I got rashes so much when I am on my period. It's kind of allergic and that is every women's problem. 
A menstrual cup is reusable, no waste at all, you can use it for 5-10 years or until it cracks (then you have to change it). So this is an eco-friendly product. I chose menstrual cups instead of the menstrual reusable pad because it takes too much time to wash (and dry) the reusable pad and I just don't like it. It's like washing your panties when the blood leaks. Not my favorite. 
So after 2 years of readings, watch…

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Seperti Ganesha bukan? Dewa ilmu pengetahuan dan lambang kecerdasan. Favorit gw. Tapi ini speaker sih 😆
"Aku mau investasi""Oke bentuknya apa dan berapa lama?" "Hmm ya pokoknya apa lah yang cocok buatku"
Ya you kira I dukun?
Selain menentukan profil resiko, acara yang perlu untuk dipikirkan adalah menentukan berapa lama jangka waktu investasi. Ada yang membagi kedalam dua kategori yaitu pendek dan panjang, ada pula yang membaginya ke tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Nah kebutuhan ini hanya investor yang tahu. Tentunya tiap orang nggak bisa disamakan kebutuhannya. 
Jangka pendek biasanya berkisar tidak lebih dari 5 tahun. Biasanya deposito dan obligasi dimasukkan dalam kategori ini. Biasanya yang jangka pendek ini selalu mendapat return pasti, karena selalu pasti jadi resikonya sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa untuk mengecek apakah return yang ditawarkan masih mampu untuk menghalau laju inflasi untuk beberapa tahun kedepan. K…

An Overthinker

Sanur
For the last 29 years, I live as an overthinker. I always talk to myself, having my wild imaginations about everything, having so many conversations in my mind, making myself a stronger person, or even a vulnerable person in my imaginations. If I can write it down myself, all of them can be some crazy movies. Unfortunately, it's just too wild to tell.
When something small came to me, either a problem or a blessing, I always have a wilder version of that. That what keeps my mind busy, many times tired. 
These wild imaginations sometimes create assumptions and what-ifs. The older I get the more I learn not randomly tell other people about that. My assumptions can influence other people's points of view about something or someone. If my assumptions are right then it's fine. But when it is not right, it can hurt someone. I know how painful it can be. Probably destroy something that shouldn't be destroyed. You never know how words can hurt someone that much. 
I learn to k…

Jangan Membeli Saham Sebelum Paham

Kotal amal di ICRC museum, Geneva - 2019.
Jangan pernah tergiur dengan ajakan, "Ayo sini invest ke gw, dapet return 10% lho perbulannya. Ntar gw beliin lu saham, nah lu tinggal tunggu aja pasti dapet return 10% tiap bulan. Enak kan? Nggak ngapa-ngapain tapi duitnya berkembang. Bukan investasi bodong ini. Serius kok, masa ga percaya sih? Kan gw temen lo, mana ada temen boongin temennya?" 
Temen boongin temennya itu... ya banyak. Apalagi masalah duit. Tidakkah anda familiar dengan skenario yang hutang lebih galak daripada yang ngasih pinjaman?
Ngomong-ngomong nih, makin lama makin banyak orang yang investasi. Itu bagus banget. ORI07 aja kejual melampui target lho. Bukti bahwa kita udah lebih membuka mata dan diri terhadap investasi. 
Memulai investasi saham itu gampang kok, nggak seserem yang dibilang orang-orang. Tapi rawan terjungkal kalau nggak paham apa itu saham dan bagaimana cara saham bekerja. Iya betul, memang investasi saham bisa membawa untung yang bahkan lebih dari 10% …

Everyone wants to be listened to

This is a little bit about K-drama, everyone. I watched the Mystical Pop Up Bar drama or ėŒę°‘폎ė°Ļ. I watched this because I love these 3 people. I did not know that it was only for 12 episodes. Turned out it has a similar concept as Hotel del Luna. That is why I love it. The highlight of this drama is when Wol Ju (the lady) was a shaman in Joseon time, killed herself because she hated human for killing her mother and no one believes her story and she had to pay back the sin she made for another 500 years by helping human to resolve their revenge. 
She still hates humans as she needs to listen to their stories and solved their problems. But she did it anyway because that's the only way to pay back her sin. Turns out that all she did now is for her unborn child, to release him from the curse (Seungjae as Kangbae is the reincarnation of her unborn child). That Gwi 반ėžĨ was her loved one from the past that also help her to finish her job without her knowing that he is her past lover (which a…

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Little bit about multicultural marriage

This is an easy post about multicultural marriage (or relationship). Take it as entertainment if you are in the same situation as ours 😆 
Differences always fascinate me. Then I am married to someone from a different culture. It's challenging but also fun at the same time, here's why:
One becomes grammar nazi and one becomes grammar police. 
I can say that he is a kind of polyglot and I speak 4 languages daily (most Indonesians are bilingual already 😉). But we talk to each other in English because my Dutch is super broken, his Bahasa Indonesia is much better than my Dutch but we usually use it for ordering foods in when we are in Indonesia only.
So as a fluent English speaker, he always corrects me when I got it wrong. That's totally okay. Only it is not that okay when he did it during the fight 😂 Like how could you do that during the fight? Though I sometimes correct his Bahasa Indonesia when he tries to talk in Bahasa here, ordering something or trying to impress local pe…

Kenali Profil Resiko Sebelum Investasi

"Wah emas lagi tinggi nih, gw jual gimana?"
"Trus kalo dijual mau dialokasikan kemana dananya? Udah tertarik saham?"
"Nggak juga sih, ya buat beli emas lagi aja ntar kalo udah turun"

Lak mbulet ae koyok entut 😂

Investasi itu bukan perihal ikut-ikutan lho. Ya gapapa ngikut investasi tapi pastikan profil resikonya sesuai dengan diri sendiri. Jangan pernah samakan profil resiko kamu dengan orang lain. Kalau ada yang nanya gw selalu tanya profil resikonya apa dulu. Masa iya yang konservatif langsung investasi saham? Ya mabok 😅


Ada tiga jenis profil resiko: konservatif, moderat, progresif.

Sesuai namanya, konservatif ya yang nggak mau terlalu beresiko. Maunya hidup tenang, tidur nyaman, nggak dihantui mimpi "Woi investasi lu lagi turun, jual-jual sana daripada makin rugi lhoooo." Biasanya jenis ini maunya yang pasti-pasti aja macem deposito. Tentu saja sesuai prinsip investasi, kalau maunya yang aman yaaaa return juga baliknya dikit.

Jenis kedua adala…

Sanur April 2020

How are you doing guys? A few weeks ago I went for groceries shopping and I thought that I needed to visit the beach after 2 months. The supermarket I went to was a few mins from the regular beach so ... here's some pictures I got that day. It was empty almost in every spots.




Mask on

It is allowed to be naked with mask on 

some broken English, guys 
waiters were waiting for sunset as they had no customers in the restaurant









I hope you enjoy the pictures here 😉 Have a good day 🌞


Tahun Ketiga Kami

I can feel the butterflies in my belly whenever I think about being married to someone I love. 
There's always room for agree to disagree, different opinions, bad times, rough times, pains, and any other unpleasure times. But there are always more and more space for pleasurable times.  Marriage is always challenging since day one. How can it be not challenging when you try to communicate what's in two different heads into one compromise that both can accept? But that's the beauty of commitment, I guess.

I am grateful for what we have now. Nothing can beat it.

Dear husband, thank you for staying with me with all of my stubbornness and cuteness (for sure), through all of these ups and downs. I know it is not easy but you always surprise me in an unimaginable way. 
Dear myself, thank you for always trying harder and not giving up easily to make it work. I know you can do it. You're a tough one. 
Dear us, let's make it work for many years to come. Let's grow old t…

Anjloknya Saham, Nanjaknya Emas

Aduh portofolio saham gw anjlog men, gara-gara covid-19. frangipani
Sounds familiar? Itu yang gw dengungkan sejak akhir Februari!! 😂

Sejak covid-19 menyerang, itu virus bener-bener ganas banget. Bukan cuma manusia yang disasar, tapi juga pasar saham di seluruh dunia. Gw lagi pantau akhir-akhir ini pasar US dan Kanada karena urusan kerjaan, eh nggak jauh beda juga nasibnya. IHSG sampai berdarah-darah tak terkira hingga pasar sempat ditutup karena turun 5%.

Dulu waktu krisis 98, gw masih SD kelas 1. Yang gw tau saat itu, yang gw ingat saat itu, TV rame protes dan kekacauan. Mamak gw ngeluh karena harga beras jadi super nanjak banget. Tapi yaa apa sih yang anak usia 7 tahun pahami tentang krisis moneter kala itu? Toh gw masih tetep jajan, masih tetep main, makan enak.

Nah, waktu kemarin IHSG seanjlok itu, gw tiba-tiba galau mikir duit cadangan ada berapa, aset ada berapa, hutang ada berapa, stok beras, stok indomie, segala-gala gw itungin. Ya ampun, mungkin ini yang dirasain nyak babe gw…

Senandung Alam Kala Nyepi

Ganesha, my favo dewa. Taken by H.
This year is my first year to experience Nyepi. As we all know, the virus is still going on and we are advised to stay home until further notice. I've been staying home since mid March and doing my work from home. Yes, I am lucky enough to have this chance.

I expected my first Nyepi would be watching Ogoh-ogoh a day before Nyepi but the festival were postponed until August. Yea, so what can we do?

The landlord texted to inform some things related Nyepi, about the do's and dont's. I thought the internet would be turned off but the wifi and my provider didn't turn off the internet. So I was lucky, I can still work and connect to the world lol.


Everything was so quiet. I left my bed at 10 am, took shower, made breakfast then started to read the news and anything to wake my mind up. I started to work a little bit then I heard some noise from the back of the house. I thought people next door were doing something. I walked closer and found …

Harga Makanan di Geneve

Sembari membuang kebosanan karena gw di rumah aja dan nggak berani beli makanan via online padahal gw udah kangen nasi kuning ambon, nasi campur bali, nasi sembarang kalir aku kangennn tapi yaaaa udah tahan dulu tahan!!!!

Jadi tiba-tiba pagi ini gw dan Frontsummer lagi ngobrolin soal negara-negara di Eropa perihal social distancing ini. Karena di desa-desa kecil di Eropa sana kan jarak rumahnya udah kayak orang musuhan gitu kan. Jauuuuhh banget. Trus ada yang nyamber, "Iya gapapa jauh-jauhan ntar bisa buka warung pecel samping rumah."

Nah... jadilah bahas makanan dan harganya di Eropa sana. Karena gw kemarin ke Geneve, masih kebayang banget ya tuhan mahalnya makanan di sana. Ini bukan gw bandingin konversi ke IDR lho ya. Ini bandingannya negara Eropa lainnya.

Sarapannya orang Geneve mirip orang Prancis karena emang mepet Prancis dan mereka pun berbahasa Prancis. Bagi beberapa orang yang tinggal di sana bilang kalau Genf itu so France minded lol. Rata-rata cafe menyediakan pa…