Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2017

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

The DNA

    funkyjunk.com Beberapa waktu yang lalu, papa mertua saya mengirim sebuah video berjudul The DNA Journey by Momondo. Videonya singkat, hanya 5 menit, tapi meninggalkan pesan yang mendalam. Setiap orang yang hadir diberi pertanyaan tentang asal usul mereka. Kebanyakan orang tentunya hanya mengetahui mungkin mentok 3-4 generasi diatasnya. Sudah bisa 4 generasi ke atas aja udah bagus ya. Kalaupun saya ditanya seperti itu, saya mungkin bisa menjawab pure Jawa, plus Belanda dari kakek buyut, plus mungkin sedikit manado dari nenek buyut, that's it.  Nah di video tersebut ada pertanyaan, negara mana atau suku mana yang paling dibenci. Ah saya kalo ditanya begini, saya bisa bilang hemm itu tuh negeri seberang yang barusan 'nggak sengaja' ngebalik bendera kita. Dari dulu sampe sekarang jawabnya begitu kok. Ah udah ah nggak usah bahas itu yaa. Oke balik lagi ke mereka, seseorang ditanyai hal itu dan dia menjawab 'Germany'. Ada juga seorang kulit hitam bilang kalo d

Malang Day Trip

  candi Singosari Kala itu, kita berdua pengen coba trip sehari (atau setengah hari ya) di Malang. Bukan Bromo bukan pula ke Batu dengan segala theme park nya. Berbekal kitab wajib penjelajah a.k.a lonely planet , kita menuju 3 tempat. Candi Singosari, Candi Sumberawan, dan Kebun Raya Purwodadi (sebenernya tambah kebun teh tapi transportasi tidak mendukung karena kita pakai transportasi umum). Tbh, this is my first experience to go to these two temples. Dari rumah, rumah kita ada di daerah Arjosari ya, buat yang tau, itu semacem Malang pinggiran. Mau ke tengah kota itu setengah jam. Kita naik angkot yang menuju ke arah Lawang, sebut saja angkot hijau karena emang warnanya ijo yak, dari situ sekitar 15 menit menuju Singosari. Kita salah tempat turun, harusnya kita turun di Pasar Singosari biar lebih deket, eh turun di gang sebelumnya. Jadilah kita jalan agak jauh. Tapi karena getting lost itu kadang seru juga, dari situ kita berdua tau kalau disitu banyak sekolah islami semace

Mengintip Grand Mosque Sheikh Zayed

 Pergi ke UAE tak lengkap tanpa mengunjungi Grand Mosque Sheikh Zayed yang ada di Abu Dhabi. Meskipun tujuan awal ada di Dubai, tapi kita niat mlipir ke Abu Dhabi yang jaraknya 2 jam dari Dubai menggunakan bis. Kita pun menuju terminal Al-Ghubaibah untuk membeli tiket bis menuju Abu Dhabi. Karena ketololan saya, saya sama sekali nggak tau kalau antrian beli tiket dipisah antara cowo sama cewe, pas dipanggil 'mam, please here!', saya sih ngah ngoh aja. Ternyata baru sadar kalo antriannya cowo semuanya dan untungnya HJ langsung 'nyelametin' mukak istrinya ini buat pindah ke loket seberang karena kita salah loket. Well.. at least gw nggak ngeliat mukaknya para cowo-cowo yang udah ngelirik gw dari atas sampe bawah sembari (mungkin) mikir 'ini cewe sakit?' . Beda budaya kaka   pulangnya pengen top up kartunya eh tapi malah dikasih tiket kertas begini Ok, tiket ditangan. Kali ini saya dikasih kartu transportasi yang multifungsi ala negeri maju which is jad

Bangsring Breeze Serasa Rumah Sendiri

  HJ itu sebelum booking apa-apa pasti cek kitab sucinya dulu (lonely planet) plus tripadvisor dulu. Sebelum ke Banyuwangi, tetiba dia bilang Bangsring Breeze aja ya sayang, yang punya juga orang Belanda. Woah. Okelah terserah, you decide. Kita book lewat booking.com. Lengkap dengan fasilitas jemputan ke Stasiun Baru Banyuwangi, sekaligus diantar balik ke stasiun atau Ketapang, plus bisa minta anter ke alfamart indomart karena emang disana nggak ada transportasi umum yg oke.   sunset dari lantai dua Mereka jemputnya on time banget, kita nggak pake nunggu, langsung deh. Sepanjang jalan menuju hotel, kita dikasih liat pulau Bali. Bali lho cuman 5cm didepan mata. Gila ini Banyuwangi keren bener sih. Nah trus kita belok ke gang kecil. Yaaaa mungkin gang selebar 2-3 meter gitu lah. Kecil kok. Kita surprised banget karena nggak bakal mikir masuk gang gini. Biasanya hotel sekelas dia mah pinggir jalan atau sekalian ditengah sawah kek hotel yang dipake nginep Obama di Ubud