Minggu, 23 November 2014

Indigo Children

"A young boy said that he comes from 2035. He said he is an indigo boy. He comes from 2035 to warn Indonesian because there will be a big disaster happen in early 2015. Also he want to take an indigo children and bring him/her to 2035. He came here with time machine". That news become hot news since few days ago.

So.. Indigo is a color that is traditionally regarded as a color on the visible spectrum, as well as one of the seven colors of the rainbow : the color between blue and violet. We know there are lots of indigo children. Indonesia have so much indigo children. They could see the color which normal people cant see that. Also they can absorb the negative and positive energy around them. It often flare up on their body, that negative and positive energy. It just like there are another person fight inside their body. The affect? Make them feel weak and down, need more time to recover their self. So indigo children are so special. They also can see future or past. How they see that? They said, "I can see future or past like a movie in front of me". Because they can see future, it many times make them feel afraid if they see their own death. They often predicts everything 99% close to the reality.

Special. Yes so special.

Nah, in this case of that indigo comes from 2035, hmmm I dont know that really happen or just for fun. yes I admit that indigo can tell the future or past, but I never know about time traveler. Like a doraemon, doraemon comes from future and help nobita in past. There is a movie title About time, it tells about time traveler. If it really happen in reality, I dont think they will tell us that they come from future. They will keep it secret. But I dont know :D

Things that cant turn back, time
In Qoran says, "For the sake of time..."
What does it mean? That means, time are so much valuable. If we miss a second of our life, we wont turn back the time. Maybe we can see the past, but we never going back to the past. But if we believe there are time travelers, maybe that young boy's coming is true. The way he said a time traveler.

Hmm I dont know exactly what I write. Just confuse. If that true, means there are time traveler around us. But if not, hmm will see what will happen later.

Share:

Sabtu, 22 November 2014

Mahasiswa Masa Kini

Mahasiswa demo? Sudah sering sekali. Bahkan mahasiswa bisa menjatuhkan rezim tahun 98 karena demo besar-besaran mereka. Mahasiswa terkenal dengan sebutan kaum Agent of Change. Agen perubahan. Kaum yang memiliki idelisme tinggi terhadap sesuatu yang mereka 'yakini benar'.

Tahun 1998, mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan, mereka berhasil 'menduduki' Senayan. Menduduki dalam artian yang sebenarnya karena memang duduk diatap gedung DPR/MPR, dan menguasai DPR/MPR. Apa yang mereka tuntut? Turunnya rezim 32 tahun yang semakin menyengsarakan rakyat. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan kerusuhan Mei 1998. Saya yakin, tanpa bercerita pun banyak dari orang Indonesia mengingat peristiwa ini. Peristiwa sangat mengerikan yang pernah terjadi. Beberapa mahasiswa terbunuh saat itu.

Intisarinya apa? Iya, demo mereka memang untuk menyelamatkan rakyat. Memang perlu melakukan demo. Permasalahan yang mereka demokan adalah persoalan krusial.

Nah kalo sekarang gimana?? Sekarang mahasiswa demo hal-hal yang kurang penting *menurutku*
bahkan ada mbak kos yang dulu waktu kuliah S1 hobi demo, ketika ditanya alasannya kenapa, jawabannya cuma "seru lho demo itu. jadi pengen demo lagi". hello hello anyonghaseyo yoo mbak

Boleh di cek dehh. Banyak dari mereka yang demo menuntut presiden turun dari jabatannya. Presiden siapa yang dituntut?? Presiden SBY sering disuruh turun jabatan, Presiden Joko Widodo yang bahkan baru menjabat pun udah disuruh turun jabatan. Elu kira nurunin presiden segampang elu beli gorengan limaratusan?? Masalahnya apa?? Kalau dilihat-lihat sih, hal yang mereka demokan adalah hal yang bersifat menguntungkan kepentingan kelompok. Aku juga pernah jadi mahasiswa, aku juga bisa mikir terbuka dan logis. Tapi melihat tuntutan mereka, jujur aku ngakak dan mikir, "Ini mahasiswa apa bukan sih? kok gak punya malu nuntut kayak gitu. Otaknya dimana?"

Kenaikan BBM kemarin, ada demo di salah satu SPBU Malang. Mereka , seperti biasa, mengecam kenaikan harga BBM. Sampai hampir membakar SPBU. Mereka membakar ban di SPBU. Tuh kan, otaknya dimana?? Bakar ban di SPBU?! trus kalo tiba-tiba meledak, kan mereka juga hangus tho??! Akhirnya kegiatan mereka dibubarkan warga yg merasa terganggu dengan demo tak logis tersebut.  harusnya sebagai mahasiswa mereka bisa memikirkan efek positif negatif BBM naik. Bukan saya membela presiden atau bagaimana, tapi dari dulu aku slalu berpikir bahwa kenaikan BBM itu memang perlu. Percuma BBM disubsidi, toh yang menggunakan BBM kebanyakan orang kaya. Kalo subsidi BBM dihilangkan, dana subsidi bisa dialihkan ke pendidikan atau kebutuhan yang lainnya misal. lebih manfaat kan?? Di negara maju harga BBM sangat tinggi. Harga BBM tinggi, dampaknya apa? Dampaknya ya mereka beralih menggunakan kendaraan umum, bersepeda, bahkan jalan. Hemat dan sehat.

"Tapi kan semua mahasiswa rame demo tuntut harga BBM tuh, dimana-mana gitu kok",
"ahhh itu sih bukan semua, tapi kebanyakan. Wong ada juga kok mahasiswa yang mendukung kenaikan harga BBM. Itu juga karena mereka tau dampak positif naiknya BBM"
Kalaupun kurang setuju dengan kenaikan BBM, yaudah kamu kerja keras sana. Wong ya biaya bulanan, bensin, sampai biaya pacaran juga masih dari orangtua aja bisa-bisanya demo kayak gitu. Kerja keras dong! cari kerjaan sampingan, kuliah yang bener. Jangan cuma abisin duit orangtua aja.
Satu lagi, banyak dari elu yang hobi merokok kan? BBM cuma 8500/liter. Rokok sebungkus aja 15 ribu elu pada sanggup beli kok. Jangan protes dong!

Mental miskin. Papaku sering bilang seperti itu. Jadi orang itu tidak boleh bermental miskin.Mental miskin, ujung-ujungnya males! Jika ingin berubah menjadi lebih baik, mulai dari diri sendiri dong.

Jadi tolong buat mahasiswa masa kini, cerdaslah dalam bertindak. Jangan turunkan derajat kemahasiswaan kalian dengan bertindak bodoh. Cerdaslah dalam bertindak!
Share:

Jalur Khusus Pejalan Kaki

Tau trotoar?? Pasti tau lah ya. Jadi trotoar itu sebenarnya adalah jalur khusus pejalan kaki yang sekarang banyak beralih fungsi menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima atau jalan dadakan bagi pengendara motor yang merasa dirinya sedang buru-buru dan perlu menggunakan hak pejalan kaki tersebut.

Saya adalah salah satu orang yang sering berjalan kaki. Kalau memang lokasi yang saya tuju tersebut tidak jauh dari tempat tinggal saya, maka saya lebih memilih untuk berjalan kaki. Berjalan kaki di Indonesia dilakukan jika sedang ingin berolahraga. Beberapa adik kos sangat suka menggunakan motor padahal jarak dari kos-kampus tidak sampai satu kilometer.  Sedangkan diluar negeri dilakukan karena merupakan lifestyle mereka. Bedanya, disana fasilitas sangat tercukupi dan aman bagi pejalan kaki.
 
Malas. Itulah sifat banyak orang Indonesia.


Hmmm Check my article on kompasiana Yukk jalan kaki untuk Indonesia sehat

Saya tinggal di kota Malang. Sedangkan saya asli dari Kabupaten Pasuruan. Sudah terlihat bedanya, kota dan kabupaten. Di kota ada memang beberapa tempat yang memiliki jalur pejalan kaki yang bagus dan aman. Namun itu hanya beberapa tempat saja. Kalaupun ada,itupun tidak lebih dari satu meter. Selebihnya tidak ada trotoar yang aman. Beda lagi dengan daerah asal saya. Karena Pandaan berada di jalan raya Surabaya - Malang, kendaraan juga melaju dengan cepat, ditambah lagi dengan tidak adanya jalur khusus pejalan kaki dikanan kiri jalan. Beneran ini. Makanya saya jadi malas untuk berjalan ketika berada di rumah.

Nah... BBM sekarang juga naik kan? Lumayan lah harganya kalo buat anak kosan, 8500/liter.  Buat saya sih tidak ada keluhan berarti, karena memang saya bukan pengguna kendaraan bermotor frequently. Tapi untuk adik-adik kos yang hobi menggunakan motor, mereka mengeluh. Akhirnya ya, terpaksa harus berhemat dengan cara jalan kaki ke kampus.

Ada yang bilang gini, "Idealis ah kamu, mana mau orang Indonesia suruh jalan kaki? wong jarak ga sampe 500 meter aja naek motor kok".  Nah makanya itu,ayo kita mulai dari sekarang. Kalau banyak yang jalan kaki, kita jadi lebih hemat pengeluaran untuk BBM yang mahal (Ya meskipun BBM Indonesia itu harganya paling murah dibanding negara maju yang lain).


Kenapa saya nulis ini? Mungkin aja suatu saat ada pihak 'penggede' membaca tulisan ini yang bisa memberikan perintah untuk membangun jalan khusus pejalan kaki, memperbaiki jalan khusus pejalan kaki agar pengguna merasa aman ketika berjalan.Jujur sih kalo boleh saya request, bisa gak pak buk fasilitasi kami pejalan kaki dengan  jalur khusus yang aman dan nyaman?? Kalau bisa skalian sama jalur khusus sepeda juga. dan kalau memang mengadakan proyek tersebut, jangan cuma Jawa aja yang difasilitasi. Semuanya harus merata pak buk. Biar ga ada iri-irian pak buk.

#edisi mencoba untuk menghasut lewat tulisan. semoga ada yang baca dan mulai bisa mencoba untuk jalan kaki. Atau ada penguasa yang bisa mencoba untuk membuat jalur pejalan kaki didaerahnya. Atau kalo ga ada yaaa anggap aja ini cuma mengisi blog biar tetep eksis hehehe#



Share:

Jumat, 21 November 2014

With Heart

Irene ; Nadya ; Elsha ; Milda ; Ariaga ; Prisca Pasaribu ; Sylvie, Anita, Hendy ; Tyas, Samuel ; Dian Nikolas Alissa (AADC) ; Rasma ; Diva ; Pak Budi ;

Mereka adalah beberapa dari siswa Mayantara School yang berada dibawah asuhanku *bahasa gueh*. Kebanyakan mereka memang belajar Bahasa Korea. Kepada mereka, aku menyalurkan banyak ilmu. dan dari mereka pula aku belajar dan mendapat banyak ilmu baru. Mengajar, benar-benar bukan keinginanku. Tapi mengajarkan hal baru yang bermanfaat untuk orang lain merupakan satu kepuasan tersendiri. Stress kah ketika mengajar mereka?? Hmm mungkin stres hanya sekitar 5%, sisanya seneng. Kok bisa seneng?? karena menghadapi berbagai macam orang dengan macam-macam karakteristik. Sangat menyenangkan sekali bekerja berhadapan dengan makhluk hidup. Sepertinya tipe-tipe pekerjaan yang cocok buatku adalah bekerja dengan manusia, bukan dengan mesin atau benda.

I get salary not as much as officer or CEO or HRD in a big company. I know, but that salary is enough. My mindset isn't money oriented now. Not much salary but if I compare with other jobs that often make the workers get stress, I am happy being here. The situation, the students, the co workers, the owner, and everything here feel so good and really conducive. And that makes me think, "What if I become a teacher or professor??" *proses memikirkannya*

I know sometimes we have to move on. But maybe not now. Teaching here really give me lots experiences. A priceless experiences. We always improve our skills day by day. I get to improve my Korean skills and also not forget my mathematics.

Oh iya, aku dapat tugas baru untuk membuat soal latihan persiapan masuk universitas. Tantangan baru. Yahhh walaupun aku tidak akan membuat soal matematika sendiri, tapi pasti akan menjadi tantangan dan pengalaman baru.

Bekerja dengan hati. Itulah intinya. Bekerjalah dengan hati, maka kau akan bahagia dan rajin bekerja :)
Share:

Kamis, 13 November 2014

Tipikal Suami

Sebenernya kalo dibilang pengen suami yang ganteeeng banget ya gak juga sih. Mending juga yang manis ga ngebosenin hehehe. Bukan ini maksudnya *salah fokus*.

Ok.. tipikal suami yang pas buat aku nih ya, dia harus 'lelaki' banget. Means... jangan setengah-setengah. jadi kalo lelaki ya kudu jantan dong. Trus seiman. Itu harus. Percuma ganteng kalo gak seiman, kalo ga bisa bimbing istrinya. Aku hanya seorang wanita yang butuh bimbingan suami di jalan Allah. Pengetahuan agamaku lemah, aku perlu seseorang yang bisa membimbingku dijalan yang benar.

Karena aku tipikal seorang yang 'stubborn', aku sangat keras kepala dan sulit diatur. Aku tidak suka diperintah. Sebenarnya aku takut kalau-kalau aku 'ngelamak' ke suami. Makanya itu, harus ada orang yang bener-bener bisa buat aku nurut. Bisa membuat aku menuruti perintahnya tanpa dia merasa menyuruh dan tanpa aku merasa diperintah. Ikhlas.

Tanggung jawab dan mandiri. Itulah lelaki. Laki itu harus mandiri dan tanggung jawab. Jadi laki ideal buat jadi suami itu laki yang seiman, tanggung jawab, mandiri. That's the point. Soal wajah hmmm yang penting ga malu-maluin lah kalo dibawa kondangan hahahahhaah *kidding*

tambahan : bukan perokok :D
Share:

Senin, 10 November 2014

How to write

Ok I wanna write about what my sister asked me few weeks ago.

“How can you write?”

Hmmm... I told her, “You can write everything from now. You dont have to write about difficult things or too important things. You can start writing from simple thing in your life. And just write using your own style. If you are simple, just be simple”

Then she asked again, “What should I write?”

For beginner I think you can just write what happen to you recently. Like writing a diary or your short term plans. It will be easier to write right? I was like that too. I start writing maybe when in middle high school. I didnt realize that since that time I like to write. I start write my short term plans. About which high school I want, about my simple wishes, about what had happen to me, and things. Yes of course, for the first time it was not good at all. Really amateur writings. No problem.

Day by day you will find your interest in writings. I mean, you will find your own style, your own interest, your own writings and so on. Style is different for each writings. Like me, I like to write things simple, using simple language, and write what I’ve seen earlier then add more opinion of that. Thats my style. Another style maybe like poems or using difficult language to understand. Each person has own style.

Lately I write in English. I know my english isn’t really good but this is one of way to improve your language skill. Also I found my own style already for now. I dont know it will change or not, but this is my style. Some of my writings published on local newspaper as a citizen reporter. My wish now, publish my own book.

I think thats all. Thats from my point of view

Share:

Minggu, 02 November 2014

Inspirative

"Treat hijab as a protection for yourself. Look at the good things that you will gain when you wear it. Yes it's simpler without it, but with it, is better right? It's not about being ready or not. It's about willingness to wear it. If you are willing, you will be consistent and you will continue to wear it all the way. Just don't give up :D and you are also representing the religion. So show others what islam really is. You can do it!"

That was my friend said to me when I told him I wanna wear hijab consistently
 
Share: