Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

Kehidupan Selama Pandemi

Lidah mertua yang selalu gw pindah-pindah lokasi untuk mengejar sinar mentari. Ya gendeng. Gw sadar ada banyak hal berubah sejak pandemi. Banyak hal baik, tapi yaaa nggak sedikit yang eww I wish this pandemic never exist.  Level stres gw udah di level yang bikin gw pengen ke psikolog.  Skipped forward to November 2020 . Gw jadi rajin masak. Meskipun yaaa masih kadang order kalo pas pusing menyerang, tapi masak jadi agenda harian. Yang biasanya masak weekend doang, sekarang beli makanan kalo nggak kuat berdiri dari kasur. Tentu saja selain masak, dengan bantuan Sayurbox gw jadi lebih sering konsumsi buah dan sayur tiap hari. Tak lupa, segala macem vitamin dan minuman-minuman macam Oronamin, bear brand, yakult, dsb. Btw, buah dan sayur di Sayurbox itu murah-murah banget lho sungguhan. Gw jadi rajin yoga. Olahraga kecil-kecilan aja lah yang penting badan gerak dan nggak terlalu kaku. Karena gw lebih aktif di malam hari, jadi gw yoga biasanya sebelum tidur. Semales-malesnya gw yoga, minima

Obrolan Konyol #1

    serius ya mas, sampe kayak gitu. awas bocor yang bawah Terlalu banyak obrolan konyol antara aku dan HJ kalo kita ketemu. I just want to put it here 😌 SD Ceritanya HJ lagi balik ke Kandahar. Rute penerbangannya Surabaya - Jakarta - Dubai - Kabul - Kandahar. Sebegitu panjangnya dan perlu waktu sekitar 2 - 3 hari. Dan selalu dong aku absen ya. 'Hun, arrived?' 'Yea ... on the way to SD now' 'SD? Sekolah dasar a?' 'No!! Sub Delegation!! 😂😂😂' Ya mana gue tau kalo SD itu sub delegation ya 😏😑 Dong Dia lagi belajar bahasa Indonesia akhir-akhir ini. Kita lagi ngobrolin soal apa gitu yang ujung-ujungnya ngomong khawatir. 'Dont worry about it hun. It's ok it's fine' 'Hemm but worry hun.. I am worry hun..' 'It's ok' 'You dong!' Lahh tadinya agak sendu jadi ngakak kok tiba-tiba ngomong dong sih nih anak. Ini antara beneran dong apa dia tipo maunya nulis dont sih 😭 'Ok, love you&#

Book : Muallaf

  'I call them noun Muslims, religious by name but not by the nature' I got this book months ago. HJ told me that he want to read this book, as he found the tittle is quite interesting. He asked me to get him the English version one. I ordered online and it is on our book shelves. Till I found it interesting last night. The author lives in Jakarta and for sure it also take place in Indonesia. Great minds discuss ideas, average minds discuss events... and small minds discuss people John Michaelson menceritakan bagaimana masa kecil dan remajanya, bagaimana dia berusaha survive dengan kehidupan dan menanggung beban seorang anak, dan bagaimana dia menjadi seorang muslim kemudian. Yes he have son.  Bagian pertama cukup menyedihkan. Tentang kehidupannya yang tak mudah dan ya menurut saya itu kelam. Cukup kelam dibandingkan dengan masa kecil saya. And I said 'Alhamdulillah, mine was better than his'.   Terlibat kehidupan dengan narkoba, rokok,

Not A Robot

  There are so many things I did recently. It was all started since February. Not to complain about this, I just want to write it to release the stress. Because I know every choices has its own risks. Started from January, I commits to work on another blog of mine. Joining with another friend, we are committed to post at least one writing every week with different theme each week. This is still under construction *ahem, ini bukan bangunan* to make it good to read at. I will publish it here once it is ready to be published. We both are trying to be consistent. So far, I have been consistent and always post one every week. After decided to get married, I realize that it won't be that easy. No matter what, marrying someone never be easy. About the preparation and this and that. To be honest, I will not having a big feast for that. I will invite my close friends and family, although I still have to respect what my parents want to invite the neighbors (one block neighbors are tot

Instagram Foodie

  Akhir-akhir ini HJ hobi banget mention username IG ku di beberapa instagram yang isinya makanan. Dimanapun, terutama Surabaya Malang. Komennya rata-rata seperti : 'Hun... ayo' 'Hemm yumm... ayo' 'Yummy...hun ayo' 'Ayo... hemm yum' Semuanya dikasih emoticon sendok garpu *ada nggak sih emot sendok garpu disini?* Selain mamaku yang tiba-tiba bikin akun IG dan bilang 'Hiiii kapok... mama ikuti kayak hantu', HJ pun nggak kalah banyak follow instagram foodies. Aku nggak follow instagram foodies karena... gampang ngiler kalo liat foto makanan. Itu makanan kan fotonya kebanyakan yang pro ya, seketika bikin baper. Baper bawaannya laper. Udah pasti itu. Mutlak. Kalau instagram yang emang tujuannya share foto makanan dan info tentang makanan tersebut sih wajar ya, tapi saya kadang random mikir, keseringan share foto makanan di IG boleh nggak sih? Takutnya bikin follower baper trus laper. Eh tapi aku nggak bisa nggak motret, apalagi makanan

Drama Transportasi Kita

vector-eps.com Gimana kalo kemana-mana naek ini aja? Bebas macet deh kayaknya Seminggu yang lalu, angkot pada demo di Malang. Agendanya sama, menentang keberadaan transportasi online. Lagi, katanya di Bandung dan Tangerang juga demo. Hal yang sama, di Surabaya pun tempo hari juga seperti itu. Ada sopir angkot yang bahkan menabrak pengendari transportasi online hingga tewas. Berujung pada dikenakannya hukuman pasal pembunuhan berencana. Ada juga yang keluarga menjemput keluarga lainnya di mall dan mobilnya dirusak sopir angkot, yang dikira itu adalah mobil Uber. Padahal mobil pribadi dan bukan sopir Uber. Geli saya mendengar semua berita itu. Bukan kenapa-napa ya, rejeki udah ada yang ngatur. Dan lagi sekarang ini jamannya hidup di era yang serba fast moving . Internet sudah menjadi kebutuhan utama. Kita semua memang tau transportasi di Indonesia masih acakadut. Mbok ya sekalian bikin sinkanzen sana, Jakarta Surabaya bisa ditempuh 3 Jam. OHHH surga. Dari sisi supir angko

Ibarat Lintah

Taken from internet Terdengar klasik dan drama ketika mendengar seseorang telah ditinggalkan 'pemujanya' ketika jatuh miskin dan kehilangan hartanya. Klasik, tapi memang ada. Dan beberapa saat yang lalu terjadi disekitarku. Alkisah *ahem alkisah*, si A menikah dengan si B. Si A adalah suami dan B adalah istri. Setelah menikah, si A cenderung melupakan keluarganya sendiri. Segala jenis kesenangan akan diberikan kepada keluarga istrinya. Pernah suatu masa si A tidak menjenguk ibundanya selama berbulan-bulan. Karir pun menanjak, dan sedikit demi sedikit bisa membeli rumah, mobil, motor, tak hanya satu namun sampai 3 biji. 3 rumah, 4 mobil, 3 motor. Buka ajalah showroom sekalian. Dipuji-pujilah dia oleh keluarga si B. Semua siapapun pasti mendekatinya, dengab alibi 'diciprati' uangnya. A dan B pun menjadi 'penguasa'. B merasa dia memiliki segalanya, sombonglah dia. Bertahun-tahun lamanya berada dalam 'kenikmatan duniawi' akhirnya keluarga ini terp

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

  Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya. Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure , ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Sa

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu

Lingkaran Setan

taken from internet Lingkaran setan dimulai ketika kamu mulai mengeluarkan beberapa lembar uang atau sebatang kartu dari dompet, memberikannya kepada mbak kasir yang cantik, struk dicetak dan taraaaaa "Anda mendapat voucher free 50ribu setiap pembelian 150ribu berikutnya" Beberapa waktu yang lalu saya membeli koper seharga satu juta dua ratus ribu rupiah. Yang membuat saya wow itu bukan harga kopernya tapi voucher yang saya dapat setelah membayar koper tersebut. 10 voucher seharga 50ribuan, dua voucher diskon 20% dan satu voucher diskon 10%. What the! Bulan lalu, saya dan teman satu tim pergi karaoke, berdua belas orang. Setelah membayar untuk karaoke dua jam, kita mendapatkan voucher gratis satu jam. Yang kemudian kita gunakan lagi satu minggu kemudian. Satu minggu kemudian kami karaoke 2 jam (satu jam free voucher dan satu jam berbayar), eh dapet voucher free satu jam lagi. Ya Tuhan betapa hal ini sangat menyesatkan! Nggak bisa disalahkan dong, itu strategi mark

Bahagia Itu Sederhana Atau Sulit?

This picture was taken at Car Free day in Pandaan, and saw this little kids playing around with bubbles, happiness for them is as easy as you can see on this picture, kids with bubbles, a girl and a boy holding hand while smiling and greeting their friends there. Setelah membaca karya Jostein Gaarder yang seorang filsuf, saya jadi keracunan untuk sedikit berfilosofi dalam hidup. Tetiba saya berpikir apa itu bahagia. Darimana sumber kebahagiaan itu berasal. Apakah uang dan kekuasaan bisa membuat kita bahagia. Apakah bahagia itu sulit dicari. Bagaimana peran uang untuk kebahagiaan itu... dan masih banyak lagi pertanyaan tentang kebahagiaan. Standar kebahagiaan setiap orang tentu berbeda-beda. Tapi standar tersebut tidaklah penting bagi saya, karena saya tidak menggunakan standar mereka dalam menentukan kebahagiaan saya sendiri. Saya bahagia ketika saya bersama keluarga. Saya bahagia ketika bersama HJ. Saya bahagia ketika saya bisa membantu orang. Saya bahagia ketika saya mengaja

Semalam di Hotel Harris, Malang

  That was my first time stayed at Harris Hotel, Malang. Hmm kalo bukan karena acara kantor juga nggak bakal tidur disana kan?? Ngapain juga tidur di sana haha Jadi pandangan pertama liat hotel ini itu ya, adem. Karena ini hotel letaknya di dalem Riverside, Malang, yang mana tempat ini tempat favoritku. Kenapa favorit? Karena adem dan ijo bener. Serius deh. I am in love with Riverside.      seger kan?     anginnya sepoi sepoi     aisle... ini biasa dijadiin altar untuk menikah  Nah kebetulan pas itu boboknya di lantai 5. Jadilah kita harus naek lift ke lantai 5. Lewatlah kita di lift sebelah manaaaa gitu, itu juga nggak tau sih dari mana dan gimana kok bisa nyampe lift itu. Masalahnya adalah, itu lift nggak menghubungkan ke kamar kita. Lah! Hara wessss. Lalu apa yang kita lakukan? Ya turun lagi ke lantai satu, nanya resepsionisnya. Manis kan. Abis dari lantai satu, naek ke lantai lima, turun lagi ke lantai satu, trus rencana naek lagi ke lantai lim

Life Recently #3

Life recently kali ini hanya menampilkan beberapa foto yang bisa merangkum kejadian akhir-akhir ini. Semacem report singkat gitu lah ya. Berawal dari cece yang getting promoted mulai awal bulan ini. Kemudian Prisca yang meninggalkan Prisca satunya demi suaminya.   this photo was taken when we both going to facial clinic. maklum, muka ini rasanya kayak aspal kalo nggak fesyel. idup di Surabaya buuukkk.... udaranya jahat Nah, kita sempet makan ditempat yang namanya MAKMU. Ini menyebabkan salah paham lho, karena makmu yang notabene adalah your mother  dalam bahasa Jawa, terlebih lagi ini semacem bentuk umpatan yang simple, yang salah tangkap bisa menimbulkan prahara lho. Untung makananya enak. Tempatnya kece, cozy gitu. Bagus buat nongki syantik syalala Kejadian lain yaitu.... ulangtahun di kantor. Bulan Februari ini ada 3 orang di tim kita yang ulangtaun. Tanggal 22, 26 dan tanggal 29. Iya tanggal 29. Dua puluh sembilan FEBRUARI 2017 yang mana tanggal itu ab