Minggu, 31 Mei 2015

Passive smoker

Smokers are smoking around us. For me, myself, I dont like being with smokers. I dont mean that I hate them. I just said that smoking aren't allowed beside me. Everyone does know the reason why smoking is not a good thing for us. And the worse is, passive smokers have a high possibilities to get cancers and something like that.

Do you know how many mistakes you made to non smokers? Lots!
Many of passive smokers had cancers. Even they dont know the taste of smoking, they only get the bad result of that.

Think about this more and more! You have to respect us!!

Is this fair for us who aren't smoking? No!
Yes you all smokers have your own rights to smoke and harm yourself. But we, who aren't smoking, also have our own rights to live healthy, to breathe the fresh air, to live without smoke arround us. Think about this!!!

Share:

Kamis, 14 Mei 2015

Uang atau Kepuasan batin

Jika semua hal dinilai dari materi atau finansial, secara otomatis orang akan menganggap apa yang aku lakukan sekarang sangatlah kurang dari sisi finansial. Yah kalau dinilai dari sisi itu juga aku mendapatkan gaji yang cukup sebenarnya. Tapi sebagian orang mengatakan itu kurang. Hmm I dont think so

Jadi mengajar sebenarnya bukan suatu hal yang kuinginkan tetapi sudah menjadi hal yang bersahabat bagiku dan aku menyadari memang aku menikmati profesiku sebagai pengajar ini. Sebagai seorang pengajar yang tidak terikat waktu seperti di sekolah, masih bebas melakukan apapun tanpa terhalang jadwal mengajar seperti di sekolah, aku juga bisa berkembang banyak di sini, kemampuan bahasaku meningkat dan aku bisa mengaplikasikan ilmu matematikaku. Siapa sangka akhirnya aku juga berhasil memiliki buku yang diterbitkan dan dijual di toko-toko buku yang keren. *karena menurutku toko buku itu selalu keren*. Jika menelisik sedikit lebih jauh, aku memang memiliki keinginan untuk menjadi penulis dan menerbitkan bukuku sendiri. Ini adalah tahap  awal yang kujalani. Aku menulis buku dalam satu tim, lama-lama aku akan menulis buku hasil karyaku sendiri.

Minggu lalu, aku mengunjungi toko buku favoritku, dimana buku yang kutulis pertama kali secara nasional juga terbit disana. Sewaktu aku memberitahukan temanku bahwa namaku ada disana, dibuku itu, kemudian ada 2 orang laki-laki mengambil buku itu untuk dibeli. Can you imagine how happy I was?? I was really really happy there was some people bought my book in front of me without they knew that I am one of the writer hehehe

Itu adalah suatu bentuk kepuasan yang aku dapatkan. Secara material aku tidak menerima uang sangat banyak sekali. Tapi aku sangat bersyukur dengan apa yang aku dapatkan dan perkembangan dalam karirku. Walaupun memiliki tabungan yang tidak terlalu banyak, tapi memiliki lingkungan kerja yang menyenangkan dan nyaman serta mengembangkan banyak potensi dalam diri itu sudah cukup membahagiakanku. Dan aku sangat bersyukur akan hal-hal tersebut.

Ada beberapa teman yang memiliki gaji banyak tapi dia tidak memiliki waktu untuk menikmati waktu dan apa yang didapatkannya. Aku rasa itu adalah golongan orang yang merugi hehehe. Jika dibandingkan denganku, I am happy enough with my life. Ada lagi yang sudah memiliki gaji yang cukup banyak tapi masih saja merasa kurang. Yah itulah manusia selalu merasa kurang. Padahal bersyukur atau sekedar mengucapkan Alhamdulillah saja cukup membuat hati tenang dan damai.

Jadi pilihan hidup itu ada 2, ingin menikmati hidup dengan sederhana dan cukup atau ingin kaya tapi kurang bisa menikmati waktu yang ada? itu pilihan.

SO, it's better for you all guys to thank God in everything you have, you got, and you do.
Ingatlah, masih banyak orang diluar sana yang masih tidak bisa makan nasi bahkan untuk sehari sekali saja. Sedangkan kita yang diberikan banyak kelebihan, masih bisa makan berbagai macam makanan enak, haruslah banyak-banyak bersyukur. Kita tidak akan rugi kok hanya dengan bersyukur. Justru itu akan membuat kita kaya, kaya dengan segala hal yang tidak bisa diungkapkan ataupun dilihat dengan mata :)

Have  a good day
Share:

Senin, 11 Mei 2015

Bedanya TOPIK dan EPS TOPIK

Allright..... Karena tulisan ini tidak dimuat di koran lokal, akhirnya akan saya muat di laman pribadi saya. Kali aja bisa bantu-bantu nambah informasi sodara-sodara yang mau ambil tes ini.



Tes TOPIK yang ke-40 diadakan di Jakarta pada tanggal 26 April 2015. Tes TOPIK ini merupakan tes kemampuan Bahasa Korea yang diadakan di Indonesia 2 kali dalam satu tahun. Biasanya tes TOPIK diselenggarakan pada bulan April dan September. Tes ini merupakan tes yang perlu diambil ketika bertujuan untuk melanjutkan pendidikan kita di Korea Selatan. Tes TOPIK gelombang I diadakan di Jakarta, sedangkan untuk gelombang II diadakan di Jakarta dan Jogjakarta *menurut salah seorang peserta*

Meskipun sama-sama merupakan tes kemampuan untuk Bahasa Korea, namun tes TOPIK berbeda dengan tes EPS-TOPIK. EPS-TOPIK merupakan tes yang diperlukan untuk menguji kemampuan berbahasa bagi calon tenaga kerja yang akan bekerja di Korea Selatan. EPS-TOPIK hanya diadakan satu kali dalam satu tahun dengan tempat yang berbeda setiap tahunnya. Pada tahun 2014 wilayah Jawa Timur dipusatkan di UNISMA Malang, namun pada tahun 2015 dipusatkan di Surabaya. Tes biasanya diadakan pada bulan Juni Juli (kira-kira). Mayoritas peserta ujian merupakan laki-laki karena memang lebih banyak sektor perusahaan yang ditujukan bagi para lelaki. Namun bukan berarti wanita tidak bisa mengikuti ujian dan lolos tes EPS-TOPIK ini.  

Dilihat dari bobot soal dan juga jenis-jenis soal yang diujikanpun, kedua tes tersebut memiliki perbedaan. Karena ditujukan bagi pekerja, EPS-TOPIK lebih banyak mengujikan materi yang berhubungan dengan pekerjaan dan juga banyak menghafal kosakata. Tingkat kesulitan sama rata, tidak ada tingkatan dalam tes EPS-TOPIK. Dibandingkan dengan tes TOPIK yang lebih banyak mengujikan hal-hal yang umum dan memiliki tingkat kesulitan sesuai dengan tingkat tes yang diambil. Semakin tinggi tingkat yang diambil maka secara otomatis tingkat kesulitan juga lebih tinggi. Tinggi rendahnya kesulitan yang didapatkan sebanding dengan tingkat yang diambil. Pada tingkat dasar, materi  yang diujikan adalah mendengar dan membaca. Sedangkan pada tingkat menengah keatas juga terdapat tes menulis. 

Kedua tes tersebut identik dalam hal pendaftaran. Untuk EPS-TOPIK diperlukan tenaga yang ekstra untuk sekedar mengantri dan berebut formulir pendaftaran dengan belasan ribu peserta yang lainnya. Sediakan banyak waktu yang luang untuk mendaftar. Untuk tes TOPIK, pendaftaran harus datang langsung ke lokasi tes. Sedangkan bagi yang diluar kota, bisa mendaftar dengan mengirim berkas lewat pos dengan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak penyelenggara. Pendaftaran biasanya dilakukan 1-2 bulan sebelum tes, dan hasil ujian akan diumumkan 2 bulan setelah tes. Harga kedua tes tersebut tidaklah mahal. Hanya berkisar 150 ribu – 250 ribu untuk TOPIK dan sekitar 350 ribu – 400 ribu untuk EPS TOPIK. Ketatnya persaingan yang terjadi di Korea membuat ujian dilaksanakan dengan sangat ketat. Jika ditemukan kecurangan, maka kita akan dilarang keras untuk mengikuti ujian tersebut selama 2 tahun.

Yah jadi begitulah kiranya perbedaan kedua tes itu. Untuk informasi TOPIK lebih lanjut, bisa menghubungi pihak JIKS. Sedangkan untuk EPS TOPIK, biasanya bisa menghubungi BNP2TKI. 
Share: