Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Gojek bintang lima


Bagi anda yang sering menggunakan applikasi gojek, tentunya anda mengetahui apa yang harus anda lakukan setelah menerima jasa gojek tersebut. Iya, memberikan rate bintang dari 1 sampai 5. Rate tersebut diberikan suka-suka kita. Rate 1 menandakan yang paling jelek dan rate 5 menandakan yang paling bagus.

Ketika menggunakan jasa gojek pun seringkali saya diajak ngobrol kesana sini, ini itu, jadi biar terkesan nggak boring gitu lah ya. Nah biasanya saya kasih rate 4 kalau yang driver begini. Ada juga driver yang dari awal menjemput hanya melempar senyum tanpa sepatah katapun, dan mengucap terima kasih ketika kita sampai dan melempar senyum lagi. Tipe driver yang seperti ini biasanya saya kasih bintang 3.

Nah ada lagi yang driver super cerewet, tapi nggak sampai annoying sih. Yang lucunya, endingnya dia bilang “mbak, tolong di rate bintang 5 ya mbak ya”. Kalau buat saya sih no problem memberikan rate 5 untuk driver macam ini. Kenapa? Saya puas dengan pelayanannya, nggak aneh-aneh, nyampai juga selamat ditempat, terlebih dia minta rate 5. Saya bukan orang pelit kok, saya juga bukan guru killer. Saya suka memberi. Apa salahnya sih ngasih bintang lima buat mereka yang juga bekerja dijalanan demi rejeki yang halal kan? *kebiasaan jaman dulu kalau kasih nilai ke murid selalu murah nilai*.

Bisa saja kan dari bintang 5 tersebut, si driver bisa mendapat tunjangan dari perusahaannya atau poinnya semakin baik karena pelayanannya. Jadi kana anda juga minimal berperan untuk kesejahteraan orang kan??? Lagian juga kita nggak modal apapun buat ngasih bintang 5, cuman modal jari doing. Tentunya jika servis tidak sesuai dan tidak bagus tapi masih ngeyel minta bintang lima, ya anda juga berhak menolak lah. Namun jika sebanding, ya apa salahnya memberikan bintang lima. Nggak sulit kok menyenangkan orang itu.

*saya nggak pernah kasih rate dibawah 3*

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…