Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Gojek bintang lima


Bagi anda yang sering menggunakan applikasi gojek, tentunya anda mengetahui apa yang harus anda lakukan setelah menerima jasa gojek tersebut. Iya, memberikan rate bintang dari 1 sampai 5. Rate tersebut diberikan suka-suka kita. Rate 1 menandakan yang paling jelek dan rate 5 menandakan yang paling bagus.

Ketika menggunakan jasa gojek pun seringkali saya diajak ngobrol kesana sini, ini itu, jadi biar terkesan nggak boring gitu lah ya. Nah biasanya saya kasih rate 4 kalau yang driver begini. Ada juga driver yang dari awal menjemput hanya melempar senyum tanpa sepatah katapun, dan mengucap terima kasih ketika kita sampai dan melempar senyum lagi. Tipe driver yang seperti ini biasanya saya kasih bintang 3.

Nah ada lagi yang driver super cerewet, tapi nggak sampai annoying sih. Yang lucunya, endingnya dia bilang “mbak, tolong di rate bintang 5 ya mbak ya”. Kalau buat saya sih no problem memberikan rate 5 untuk driver macam ini. Kenapa? Saya puas dengan pelayanannya, nggak aneh-aneh, nyampai juga selamat ditempat, terlebih dia minta rate 5. Saya bukan orang pelit kok, saya juga bukan guru killer. Saya suka memberi. Apa salahnya sih ngasih bintang lima buat mereka yang juga bekerja dijalanan demi rejeki yang halal kan? *kebiasaan jaman dulu kalau kasih nilai ke murid selalu murah nilai*.

Bisa saja kan dari bintang 5 tersebut, si driver bisa mendapat tunjangan dari perusahaannya atau poinnya semakin baik karena pelayanannya. Jadi kana anda juga minimal berperan untuk kesejahteraan orang kan??? Lagian juga kita nggak modal apapun buat ngasih bintang 5, cuman modal jari doing. Tentunya jika servis tidak sesuai dan tidak bagus tapi masih ngeyel minta bintang lima, ya anda juga berhak menolak lah. Namun jika sebanding, ya apa salahnya memberikan bintang lima. Nggak sulit kok menyenangkan orang itu.

*saya nggak pernah kasih rate dibawah 3*

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sudah Vaksin Covid Lengkap

Sei sapi yang kucintai Yes, it's my biggest flex this year.  Setelah vaksin pertama akhir Mei kemarin, akhirnya gw udah dapet suntikan kedua tanggal 21 Agustus 2021. Cantik kan tanggalnya?  Masih di RS yang sama, Surya Husadha, kali ini gw berangkat pagi. Yaa... 15 menit lebih pagi daripada vaksin pertama 😬 Karena gw ketiduran, seperti biasa. Hari itu hari sabtu, memang sengaja milih akhir pekan waktu vaksin pertama. Kita nggak tau efeknya bakalan gimana kan.  Vaksin pertama gw bisa bilang hampir ga ada efek apapun sih. Cuma ke UGD aja hari ketiga karena asam lambung naik banget. Setelah gw inget-inget, gw emang nggak banyak makan setelah vaksin malah gegoleran dan kata dokternya "Kalau abis vaksin tuh makan mbak yang banyak, protein yang banyak, jangan malah ga makan. Jadinya asam lambung naik kan?" Yasudah abis disuntik ranitidin, sejam juga gw udah mendingan.  Jadi gw bertekad "Ok setelah vaksin kedua, gw harus makan yang banyak!!!" Setelah gw datang di RS,...