Skip to main content

Praktisnya Menggunakan e-meterai

Sebagai pelaku kawin campur, meterai adalah hal kecil yang sering kali luput karena dikit-dikit tempel meterai untuk perihal pengajuan visa. Seringnya beli satu, dua taro dompet, eh nggak tau keselip di mana. Belum lagi kalau ternyata setelah dokumen dicetak - ditempel matere - lalu ditandatangani - kemudian discan, ini prosesnya kayak berulang banget dan bisa berkali-kali karena salah tanggal atau orang yang dituju atau dokumen udah keburu expired. Udah kecil, nggak murah, sering ilang pula wkwkwk.  e-meterai mulai diluncurkan tahun 2021. Gw belum pernah coba karena jujur masih bingung apa iya ini imigrasi nanti nerima e-meterai gw? Hingga hari ini, Januari 2023 gw harus kirim dokumen bermeterai untuk update alamat gw sebagai penjamin visa. Iya, nggak bisa via website langsung, harus kirim permohonan via email yang dilengkapi dokumen permohonan dg tanda tangan di atas meterai.  Hah hoh karena nggak ada printer di rumah, kalau ngeprint cuma perlu sebiji. Meterai udah ga ada juga. Akhir

Gatelnya tangan kalian

Kenapa dibilang gatel? Karena emang kalau ngeliat tembok bersih baru dicat pasti ingin rasa tangan bereaksi menggerakkan jari jemari dg dilapisi beragam warna dannnnn jadilah gambar2 unik, lucu, unyu bahkan kadang gambar porno.

Well.. untuk kesenian rural *kalau nggak salah namanya* masih bisa dimaklumi. Tapi kadang tangan yg tak berseni sekalipun ingin sekali menggoreskan warna ditembok bersih tak bernoda. Ngaku ngaku yg suka coret2 dimana2 sembarangan hayo??

Karena mungkin kita semua terlahir penuh dengan jiwa seni tinggi *sebut saja nyanyil*. Karena saking tinginya, mana ada bangku sekolah yg bersih dari coretan pena dan tipe-x andalan jaman SD. Iya nggak? Saya sih jujur dulu doyan banget coret2 alay di meja sekolah, ntah pena ataupun tipe-x nya itu. Lucu kali, dulu ngerasa karena kita sekolah nulisnya pakai pensil, jd kalau salah otomatis hapusnya pakai penghapus pensil dong, bukan tipe x. Punya tipex tapi nggak dipakai juga rugi. Akhirnya pakailah tipex tersebut untuk berkreasi di meja sekolahhhh. Bukan hanya meja sekolah sih, tp bisa juga di batu2, tembok2 yg warnanya slain putih, bahkan bisa di seragam juga sih. Dasar nakal

Tapi saya sekarang jujur mantan pengkreasi tersebut. Saya sudah sadar kok kalau coret2 itu nggak bagus *nurut sama kata2 bu guru*. Jadinya saya hentikan saja kegiatan oon saya itu. Beranjak dewasa sudah mulai bisa mikir kan. Rasanya agak miris ketika melihat tembok pinggir jalan yg baruuuu aja di cat harus dinodai dg goresan tangan liar. Mending kalau bertulis atau bergambar seni yg tinggi. Tapi yg kebanyakan keliatan itu yg kata2 tidak senonoh ataupun umpatan2 liar *tengok saja kasus aremania dan bonek yg mereka ntah mengapa terlahir sebagai musuh hingga saat ini*. Umpatan2 itu bisa kata2 yg merendahkan hingga melecehkan.

Jika yg melihat adalah orang dewasa, mungkin kita masih bisa memilah dan berpikir "ohh ok itu hanyalah sekelumit goresan liar ala seniman jalanan tak bertanggung jawab". Nah kalau yg melihat adalah anak2 yg baru saja mengerti sesuatu yg buruk dan tidak bertanggung jawab? Apa yg akan dilakukannya? Membaca, dan mengucapkannya kepada orang terdekatnya. Karena banyak kasus yg terjadi seorang anak bisa dg lihai mencaci maki orang tanpa mengetahui itu bukanlah sesuatu yg dia mengerti artinya. Akibatnya dia hanya akan dimarahi oleh orangtua maupun gurunya dan dia tidak mengetahui sebab dia dimarahi. Dan bisa jadi dia menjadi benci dg orangtua atau gurunya. Panjang banget efeknya sih

Mending ya kalau seni itu masuk seni grafiti berkelas macam sindiran untuk penguasa yg agak nyeleneh.  Atau seni lainnya yg mengingatkan kita kepada sejarah bangsa. Atau apapun lah itu yg berupa gambar2 yg membuat kita maju atau memberikan kita semangat. Bukan hinaan bukan cacian.

Sekarang bayangkan, inginnya negara kita maju, iya nggak? Tapi males banget menjaga kecantikan sekitar kita. Sebut saja menjaga tangan agar tidak usil. Di bberapa daerah ada lho yg masyarakat rela membersihkan batu yg ditulisi turis2 nakal. Dan lebih lagi, letak batu itu berada di tebing yg jaraknya hanya 30cm dari lautan lepas. Bisa dibayangkan? Demi kecantikan sekitar, mereka rela mengorbankan nyawa nyemplung tak sengaja dilautan lepas lho. Merasa berdosa nggak? Harusnya merasa sih.

Saya bukan orang yg sempurna, tapi demi menjaga sekitar tidak bisa hanya dilakukan oleh diri sendiri saja, tapi bantuan dari yg lainnya juga. Ada kalanya satu orang menjaga, tapi ratusan orang lainnya merusak. Itu seolah yg sendirian tinggal kenangan aja deh. Seringkali kita me menuntut pemerintah, tapi lebih sering lagi kita yg tidak membantu pemerintah. Jumlah warga negara jauh lebih banyak daripada orang yg berada di kursi pemerintahan, apa salahnya sih bantuin mereka. Jangan hanya menyalahkan, tapi juga bertindak.

Sekecil apapun tindakan kita, jika dimulai dari diri sendiri dan konsisten, akan ada hasilnya kok. Karena usaha tidak akan mengkhinati hasil :)

Selamat menikmati secangkir kopi hangat dihari hujan bersama orang  tersayang ya :)

Comments

Popular posts from this blog

Praktisnya Menggunakan e-meterai

Sebagai pelaku kawin campur, meterai adalah hal kecil yang sering kali luput karena dikit-dikit tempel meterai untuk perihal pengajuan visa. Seringnya beli satu, dua taro dompet, eh nggak tau keselip di mana. Belum lagi kalau ternyata setelah dokumen dicetak - ditempel matere - lalu ditandatangani - kemudian discan, ini prosesnya kayak berulang banget dan bisa berkali-kali karena salah tanggal atau orang yang dituju atau dokumen udah keburu expired. Udah kecil, nggak murah, sering ilang pula wkwkwk.  e-meterai mulai diluncurkan tahun 2021. Gw belum pernah coba karena jujur masih bingung apa iya ini imigrasi nanti nerima e-meterai gw? Hingga hari ini, Januari 2023 gw harus kirim dokumen bermeterai untuk update alamat gw sebagai penjamin visa. Iya, nggak bisa via website langsung, harus kirim permohonan via email yang dilengkapi dokumen permohonan dg tanda tangan di atas meterai.  Hah hoh karena nggak ada printer di rumah, kalau ngeprint cuma perlu sebiji. Meterai udah ga ada juga. Akhir

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad