Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Anak memegang senapan angin

Hari ini didepan kantor, sepulang kerja, ada 2 anak kecil usia kira2 10-13tahun membawa senapan angin. Ohh maaf, bukan membawa, tapi memfungsikan senapan tersebut. Iya.. saat pulang kerja saya kaget dg suara tembakan yg ternyata berasal dari depan saya.

Saya bukan kaget dg suara tembakan senapan angin tersebut, yg mengagetkan saya ternyata yang mengoperasikan senapan tersebut adalah anak dibawah umur. Selama ini saya hanya melihat papa dan om yg menggunakan senapan tersebut. Dan ketika melihat anak kecil memegang senapan, satu hal yg otomatis terucap adalah "Siapa orangtuanya?".

Dia dengan wajah serius menembaki sesuatu yg ada di sungai depan kantor. Sungai yg lebarnya sekitar 3 meter tersebut memang mengandung aura untuk mendekat. Tidak hanya sekali dia menembakkan senjatanya, namun berkali2 dan di sepanjang jalan.

Apa yg dilakukan orang sekitar dia? Nothing *termasuk saya sih*
Karena menurut saya, itu sangat amat berbahaya. Bayangkan saja jika senapan yg sudah dikokang kemudian diarahkan ke yg tidak seharusnya, bisa aja kan jadi salah tembak? Dan itu benar2 didepan kantor dan memang daerah industri. Sangat berbahaya karena banyak orang disekitarnya.

Kurang jelas apa yg diburunya, tapi itu jelas sangat berbahaya. Banyak kasus peluru nyasar yg mengakibatkan kematian karena senapa angin yg sudah dikokang.

Mohon kepada orangtua, jangan biarkan anak2 anda mengambil alih sesuatu yg tidak seharusnya. Senapan angin bukanlah hal yg aman bagi anak2. Alangkah baiknya jika kita menjaga anak2 kita dan menjauhkan mereka dari benda2 berbahaya.

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Drama Jogjakarta #2

Well.. hari sabtu malem saya habiskan dengan sahabat saya. They have to manage something and talk about everything. Jadi ya kita meet up trus sempet nangis-nangisan (lagi) 10 menit kemudian ngakak-ngakak ga henti. Maklum ngobrolnya sama anak AB. If you get what I mean. Cuman mikir aja sih, is our connection that strong? Eventhough we haven’t talk for years but we can finally found our shelves within 30 mins? What a wow aja sih   Kita di Jogja selama sabtu minggu aja sih. Kebetulan tesnya hari minggu jam 11 siang sampe jam 4. Super nanggung kan. Udah tesnya lamaaaaa eh susahhhhh bener. Rasanya seolah ‘masa iya sih drama ku dari kemaren berlanjut sampe hari ini????’ dan emang iya berlanjut. A bit feel better setelah mewek pas berangkat, trus saya nggak beli tiket balik ke Surabaya. Pikirnya kan si temen ini langsung balik ke Malang dan kita berdua ke Surabaya. Yaudah lah beli tiketnya nanti aja. Masih belom jelas juga kan. Nah ternyata pas dia nanya, ya tak bil...