Rabu, 28 Oktober 2015

Sumpah Pemuda

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Ada yang ingat itu apa??

Sebagai pemuda pemudi Indonesia pastinya mengetahui lahh ketiga pernyataan hebat tersebut.

Iya,

SUMPAH PEMUDA

Sumpah pemuda yang diucapkan pada tanggal 28 Oktober 1928 silam. Tonggak perjuangan bangsa. Semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Ya. Pemuda selalu memiliki semangat yang kadang terlampau menggebu.

Bertumpah darah satu, tumpah darah indonesia. Sampai matipun akan kupertahankan nama bangsaku ini. Kalo ada yang tanya kenapa cinta indonesia yang “seringkali terlihat” tidak baik ? Sekarang pertanyaan itu ssya balikin, kenapa cinta sama suami/istri kalian? Apa mereka sempurna tanpa kekurangan?? Tidak ada yang sempurna kan. Mencintai kelebihan dan kekurangannya.

Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Indonesia punya berapa pulau? Lebih dari 17ribu kawan. Ada berapa juta bentuk karakter yang terbentuk dari 17ribu pulau tersebut??? Banyak kali. Terpisah lautan dari ujung sabang sampai merauke, tapi tetap satu bangsa.

Bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Kedua pernyataan sebelumnya menggunakan kata “satu”, tapi kenapa yang satu ini memakai kata “persatuan” ? dari 17ribu pulau, bahasa daerah yang kita miliki gak sedikit broo. Ratusannnn. Caranya komunikasi orang batak dengan orang madura gimana coba kalo gak pake bahasa persatuan? Karena itu disebutnya bukan berbahasa satu, tapi bahasa persatuan. Karena emang kita punya ratusan bahasa lokal dan bahasa indonesia digunakan sebagai alat pemersatu bangsa. Nah tuh kamu ngomong bahasa asing, gak cinta negeri ahh. Hey bro… berbicara dengan bahasa asing bukan berarti kita gak cinta negeri. Buang jauh deh itu pikiran. Tapi itu salah satu cara kita promoiin hal-hal baik negeri kita kedunia nternasional. Masa sih kita promoin negeri kita pake bahasa jawa ato madura ato batak? Ya mereka bingung jadinya dong :D

Tumpah darahku, bangsaku, bahasa persatuanku, INDONESIA

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA. Perjuangkan apa yang harus diperjuangkan dengan semangat pemuda. Hidup Pemuda!

281028~281015

 

Share:

Senin, 26 Oktober 2015

Ceplas ceplos


Be honest, I was dreaming to work in an international company since I was kid. Like being a career woman in a great company is always look amazing and great. Always wearing a beautiful clothes, shoes, and got paid very well. Well.. that was me who just seeing something by its look. Doesn’t know the essential value. I was nothing, didn’t know anything about life, about stuff and things in life. About what makes us happy. Just yeah, it like better to stay in a comfort zone. And I really don’t like being a teacher. Because when seeing my father and his whole family, are all teacher (mostly), that make me feel like “Hmm boring, having a family and most of all are teacher”.

That was when I didn’t know anything in life, didn’t know the value of life
Then few years later, when I start to think about everything more globally, I see that everything changes. Everything turn in opposite. I start to fall in love with teaching. Fall in love with students. Fall in love with the time when inform and get the students understand what I am talking about. I love it. I am really into it. And it makes me find myself in teaching.

But then, parents start to ask “don’t you want to work in a great company?”. Well at that time, I start to feel “Wow.. working as an officer is no fun at all, I guess”. But they ask me to give it a try, so I tried. Applied in a great company, international one, and got rejected. Doesn’t mean that I didn’t match with theirs but they underestimated me. Like “Oh.. you are a bachelor, we don’t need a bachelor to do this stuff. Just a high school student is enough for this job”, but when the high school student apply, they will say the opposite. When I went outside the office after the interview, I said “Oh,.. you humiliate me. Lets see in few months. I’ll get into a great company better than yours and got paid much better than yours. Will see!!”. Taraaaa.. it happen to me. Few months later I got accepted in a great company, handle international users, and it give a chance to me to improve myself in Korean. I have to learn more and more.
Then no problem, although I don’t really like working in a company, but this one give me a good opportunity to improve myself too. I try to enjoy it now, and so far so good. But still, I miss being a teacher

What I am talking about is all about “Ceplas Ceplos”. That is something that I said accidentally without thinking first. Any moral value? Yes I guess so. I hate teaching at first, but then God ask me to learn how to love something that I hate. Then I fall in love with it. Then working in a company, God ask me to like it more. Then I start to enjoy it. 2 months and well.. its ok. So the point is don’t hate something too much, because you will be asked to love it someday, I don’t know why but it happen a lot in life. Also, try to talk about something good. Because someday it will happen to you. So can you imagine what will happen if you talk about bad thing in your life?? Maybe gonna ruin your life.

Yeah.. I always tell something good in my life, because it will give me a positive energy to make it happen. Well maybe I forgot what I am just saying, I just didn’t realize that what I am doing now is always lead me to something that I just said. So… why not telling someone at least to ourselves about something good and what we want?

But still, in the end we have a highest approver for everything we do. It just God knows what is better for us. In our point of view, “This A is better for me. I wont doing that B”. But God point of view, “Hey no, this B is much better for you. I always know what is better for you”. Just… don’t be arrogant as a human. We are just nothing. Just have to do the best, try, and don’t forget to give it to the highest approver :)

*this will work out for someone who believe that there is God as our creator

Share:

Jumat, 23 Oktober 2015

You

Quarreling like other couple do, yeah we did it
Debating about some stuff, sure we did it too
Too much things that we often debate of
Not even small things, but serious things
Yes, because we have different way of thinking
Everyone does

Angry? Yes a bit
Tired? Oh yes of course
The basic thing that we always talk about, often end up with debating and quarreling
Didn’t talk to each other for several days, sure it often happen

But after several days, you talk to me,
Smile again to me,
That smile, never fail to make me fall for you

Again and again 

#ini ceritanya kayak sok galo gitu. Padahal juga kagak hahaha

Share:

Sabtu, 17 Oktober 2015

Jumat, 16 Oktober 2015

Cerita Gojek #1

Jadi ceritanya ini baru pertama kali gojek. Pertama kali pulang dari surabaya sendirian, naik bis. Ga tau kanan kiri harus naik apa dari kos sampe terminal, akhirnya pengen cobain gojek de ya. Tereeettt... aplikasi uda di tablet jauh2 hari, tp belom pernah cobain. Jadi yaaa coba la gojek pertama kali. Pesen. Bismillah submit. Selesai submit langsung ditelpon sama abang gojeknya.

"Mbak, tunggu ya, saya menuju sana. Sebenta kok"
"Oh ok pak sip"
Nunggulah aku kira2 5menit. Selang itu ditelpon lagi bapaknya bilang "mbak saya uda di *somewhere*,ini saya jalan kemana ya harusnya?"
WHAT???? MANA GUE TAU HARUS KEMANA. Tujuannya pesen gojek biar kemana2 tinggal jalan aja, orang juga baru sebulan di surabaya. Plisss deh ya

Akhirnya dengan kemampuan yg sangat amat terbatas tentang surabaya, aku jelasin lah itu dimana lokasiku.
"Bapak tau kantor *ini* ?"
"Oiya mbak, tau"
"Yaudah pak diseblah kantor itu kan ada jalan gede, nah lwat situ aja pak. Ntr ada pertigaan belok kiri. Nah ada prrtigaan lagi, jgn belok tp lurus aja"
"Oo ok mbak"
2 menit kemudian
"Mbak, saya uda depan kantornya, mbak dimana?"
"WHat??? Saya dibelakangnya pak.. ya td jalan yg udah saya jelasin"
"Oo oke2"
Bapaknya pake acara nyasar lagi ya, finally nyampe depan kos. Dan wow... motornya mulus, brasa dijemput gebetan hahaa

Sepanjang jalan ngobrol
"Mbak uda sering gojek?"
"Baru kali ini pak"
"Wahhh sama, saya juga baru kali ini gojekin"
Eeeyyaaaaa pengalaman pertama kita donggg ahaaaiii

Belasan meni kemudian, sampailah diterminal
"Ini turun mana mbak?"
"Pokoknya ditemapt yg menuju ke bis arah malang deh pak"
"Ooo.... keee"
Semenit kemudian...
"Itu seblah mana ya mbak?"
HELLO HELLO ANYONGHASEYO AKU GATAAAUUUU

"Bentar mbak saya tanyain"
Setelah ditanyain akhirya nemu jalan menuju ke bis antar kota
Dan diakhir perjumpaan, bapaknya bilang "makasih ya mbak, ati2 ya mbak"
"Iya pak sama2 yaaa"

Moral valuenya apa???
Gue bisa jelasin arah di surabaya. SURABAYA BROOOO.... bukan malang apalagi pandaan. Surabaya yg mana kanan kirinya aja gue gatau tp sukses ngarahin bapak gojek hahahah

Bertemu dg orang baru selalu menyenangkan
#pengalaman baru naek gojek

Share:

Minggu, 04 Oktober 2015

Ingin maju? Berpendidikanlah!

Kita sering salah kaprah dengan pentingnya pendidikan. Terlebih lagi dengan wanita yg berpendidikan tinggi, slalu dianggap sebelah mata. Kenapa? Karena wanita itu kerjanya didapur. Sekolah sampai sarjana juga percuma kalo pada akhirnya Cuma jadi ibu rumah tangga aja, gak kerja. HEY YOU GUYS OR PEOPLE OUTSIDE THERE!!! Jangan pernah remehkan wanita yg berpendidikan tinggi. Justru kalian harus bangga jika bersama dengan wanita seperti itu karena dialah nantinya yang akan menjadi guru pertama bagi anak2mu. Menjadi seorng guru sangatlah tidak mudah dan penuh tantangan. Untuk itu diperlukan guru yang berpendidikan. Tidak perlu sangat pintar, tapi haruslah mampu menyampaikan ilmu. Apapun itu ilmunya.

Generasi muda jika dididik dan diberikan pemahaman yang baik dan benar, maka akan tumbuh dengan benar pula generasi bangsa itu. Ok dalam hal ini baik benar salah dan tidak baik adalah hak masing-masing setiap orang. Tapi dalam hal ini jika saya mengatakan buang sampah sembarangan, apakah itu baik dan benar?? Itu adalah perbuatan yang salah dan tidak baik.

Kemajuan bangsa sangat dipengaruhi oleh orang yang berpendidikan dan tentunya bermoral. Berpendidikan saja tidak cukup untuk menjadikan suatu bangsa itu maju. Moral yg penting dalam perkembangan Negara juga. Pola pikir orang yang berpendidikan lebih tinggi jelas sangat beragam dan kreatif. Tidak menutup kemungkinan orang yg berpenddidikan rendah tidak bisa sperti itu maupun orang yg berpendidikan tinggi tidak bisa berpikir kreatif. Semua masih tetap memiliki kemungkinan. Intinya adalah, bagaimana pendidikan itu mempengaruhi kehidupan suatu bangsa maupun pribadi. Jika Negara ingin maju, perbaiki dulu pendidikan yg “agak kurang benar” ini dahulu. Tidak mudah memang, pasti tidak mudah, tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa kan?

Share:

Saatnya mengubah orientasi


Orang sering salah mengartikan jika bersekolah nanti kau harus menyelesaikannya dengan tepat dan lulus dengan nilai yang bagus. Dulu saya memang seperti itu. Dulu saya sangat memandang kalau nilai yang bagus akan membawa dampak yg bagus. Iya memang, tapi itu bonus. Itu bukan tujuan utama orang bersekolah. Jika saja mereka tau dan menyadarinya.
Nilai yang bagus, lulus kuliah dengan predikat kumlot, menjadi juara internasional, jelas menjadi satu kebanggan tersendiri bagi seseorang, atau sebut saja orangtua. Orangtua seringkali menginginkan anaknya menjadi juara kelas dan mendapatkan nilai terbaik. Pola pikir yang seperti itu menjadikan kita salah jalan. Salah jalan gimana maksudnya? Yang kita kejar hanya nominal, bukan intisarinya. Nilai tentu saja menjadi barometer penilaian tingkat pemahaman siswa. Tapi lagi-lagi itu bukan tujuannya. Nilai bagus itu bonus kawan. Saya ingat betul kata guru saya, beliau mengatakan “kowe arep njaluk nilai piro? Ngomongo ae, aku lo nilai gak kulakan. Nilaiku gratis, sak njalukmu tak kek I”. artinya kurang lebih beliau akan memberikan kita nilai berapapun karena nilai itu gratis dan tidak membeli di grosiran terlebih dahulu. Tapi nilai yg gratis itu tetap harus sebanding dengan pemahaman yang didapat. Jika ingin nilai 9, maka pemahaman yg didapat juga harus selevel 9 dong. Hal itu juga saya terapkan ketika mengajar.

Orientasi akan nilai membuat siswa-siswa kita berorientasi kosong. Bukan pada pemaham tapi pada “ah yang penting lulus dapat nilai bagus”. Tanpa disadari itu sudah menjadi salah satu kelemahan bangsa ini. Siswa akan cenderung menghafal tanpa memahami. Itu juga terjadi juga kepada saya dahulu. Tapi setelah merubah orientasi, langkah menjadi pemahaman bukan menghafal. Kalau dipikir-pikir, kita sekolah minimal sampai SMA dan apa yg kita dapatkan sebanyak belasan tahun tersebut? Tidak ! yang kita dapatkan mungkin hanya secuil persen dari belasan tahun yg kita habiskan untuk besekolah. Sekolah memang menyenangkan dg adanya teman seperjuangan, atau guru yg menyenangkan. Apapun itu sekolah memang menyenangkan. Tapi alangkah lebih menyenangkan dan menguntungkan jika kita mendapatkan banyak hal juga selama itu.

Jika kita terus berorientasi pada nilai, ini akan menjadikan kita orang yang selalu berpegang teguh pada hafalan dan kita akan jadi sarjana hafalan. Hanya paham dan unggul dalam teori tapi nol dalam praktek itu juga percuma. Ketika terjun dalam kehidupan, apakah kita hanya akan mengatakan “LAh, dibuku seperti itu pak? Lho dibuku kok gak kayak gitu?”. Apa yg terjadi dalam kehidupan adalah hal yg fleksibel. Tidak semua hal bisa disamakan dengan teori atau buku  diktat.

Saya bukan seorang sarjana dengan lulusan terbaik. Nilai saya pas-pasan, saya akui. Soal ilmu semua hanya ilmu yg saya sukai saja yg saya ingat, selebihnya tidak. Tapi saya akui selama kuliah saya mendapatkan banyak hal, kemampuan berpikir juga berkembang, skill yang lain juga berkembang. Saya bisa mempelajari bahasa asing yang mana membawa saya ke pekerjaan saya saat ini.

Kalau ada yang tanya, orang diterima kerja kan yg nilainya bagus? Hmm gak juga sih, itu semua tentang manajemen diri kita sendiri. Saat kita bisa me-manage diri  kita dengan baik dan kita bisa adaptasi dengan lingkungan baru dengan baik, kita bisa kok. Buktinya, dengan IP pas-pasan saya bisa juga diterima di perusahaan yg bagus *kata orang*. Ini kita kalau mengejar soal pekerjaan itu. Tapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri dan mendengar apa yg benar2 kita inginkan. Soft skill itu jauh lebih dibutuhkan dalam kehidupan. Kembangkan soft skill yang dimiliki, cari keinginan dan kemampuan yg ingin dikembangkan, gali lebih dalam dan berjuanglah. Karena pintu rezeki itu datangnya tidak dari satu pintu saja, dia bisa datang dari arah mana saja 😊

Share:

Yuk belajar mencintai negeri

Mengantri! Semua pasti tau kan mengantri itu apa? Tapi kalo bisa dibilang, aku adalah orang yg anti mengantri dan anti menunggu. Eiits.. tapi jangan salah. Anti mengantri disini maksudnya bukan berarti aku suka serobot antrian orang ya. Aku anti mengantri, tp lebih anti lagi kalo antrianku diserobot orang. Gimana mau gak emosi, udah antri panjang2 ehh diserobot orang. Mampus dah.

Aku punya temen yg anti mengantri. Selagi kalo bisa diserobot, ya manfaatkan kesempatan menerobos dong, itu adalah dalihnya. Aku gak setuju lah, bayangin aja gimana rasanya kalo kita udah antri lama2 trus diserobot orang? Sebel kan! Gak suka tho? Nah... makanya itu, kan lebih enak menghargai hak orang lain dan budayakan mengantri dan tertib.

Ada masalah yg lainnya disekitar sini? Ada jelas. Masalah sederhana lainnya, buang sampah sembarangan. Ahaaa itu masalah dari jaman nenek moyang masih remaja. Soal sampah, udah berkali2 dan udah bosen deh ngingetin orang2 yg kadang dia mengaku pecinta alam, suka mendaki gunung, tapi kalo turun gunung sukanya buang sampah sembarangan, itu namanya cinta alamnya masih setengah2 kakak. Cinta alam juga harus dimulai dari bentuk yang paling sederhana lah. Apa itu? Buang sampah ditempatnya dong.

Buang sampah pada tempatnya dan mengantri harus dibudayakan sejak dini. Pendidikan moral seperti itu harusnya ada dalam kurikulum dasar dinegara ini. Kadang kita mungkin berpikir kalau pendidikan seperti itu bisa "sambil jalan", gak penting masuk kurikulum karena hanya menghabiskan waktu saja dikelas. Hal tersebut bisa memang dipelajari "sambil jalan", tapi apakah ada jaminan kalau mereka bisa mempelajarinya sambil jalan dikelas pertama mereka yg ada diluar, lingkungan keluarga? Ada yg menjamin kah? Kalau memang dikeluarga mereka dibudayakan buang sampah pada tempatnya, tentu tak kan jd masalah. Tapi kalau tidak??? Itulah kenapa penting ada pelajaran seperti itu dalam sekolah.

Membuang sampah pada tempatya dan belajar disiplin melalui budaya antri sejak dini sejatinya adalah bentuk cinta dan membangun negara. Sikap tersebut juga merupakan aset bangsa. Yuk belajar mencintai negeri dimulai dari hal kecil ini 😊

Share:

Education system

Discussing about education is never end. Why? Because there are a lot of changes in education system. We always want to find and execute the best system in education. Good education means good development. A developed country, most of them, have a good education system. Although there are some “mistakes” in students while using those kind of good system, but what people noted is “This country has a good education system”.

I have a great interest in education life. Here, lots people say that we don’t have a good system of education. Really? Yeah I think so hahaha.. So.. let say that we are still working on arranging good system of education. We cant blame the government or people who responsible in education. It is not a  good habit always blaming others.

And me, I don’t know it is blaming or just add more burdens to them, this is my way of thinking about education. Simply said, I studied mathematics in university. I didn’t study about pedagogic, but I know some points in this mathematics education. Well actually  I don’t really remember if I wrote this here already haha. Ok.. here it is

I really like to learn mathematics since I was in elementary school. Well.. I was. I thought it was always challenge me and fun (when I get the answer). Until I decide (or my dad decide) to study math at university. I thought like “hm it must be fun, and I like it, so I won’t have any big problem in learning”. Nah, I was wrong hahaa… Based on my experiences, start from 1997, mathematics for elementary school was easy and acceptable. Then mathematics for middle school still acceptable and applicable in life. So it is ok still. Nah, for high school, it will be so much different and difficult. Why do students have to learn about integral, derivative and so on which is have no use in life? I mean in their personal life or maybe in common. Do people need integral in counting simple how wide some areas?? I think  no people want to think about how wide the area of rice field which can be planted if have some black spot in left side? No one right? Unless for some people who have big interest in math.

Aya… of course it is needed if you are studying about medical or engineering or stuff. Yes it is needed. But you, who are in high school, still planning what will you do after you graduate from high school right? Still planning even sometimes still have no planning yet. It is normal. 15-17 years old people is unstable. Today they want to be doctor, but tomorrow they want  to be a teacher, even next month they want to be a businessman. Its totally normal.
Why don’t we give another simple math in high school rather than integral or something. Because I know, math at higher level isn’t easy at all. It is application of math. You don’t need one semester to study only integral. It is easy to learn if you have big interest in it. But it is just wasting time if you don’t have any interest.

Integral yes needed for medical stuff like measuring the precise amount of x-ray that we need to shot on the cancer spot in body. It is need precise counting of course. And the people who do this only people who study math in higher level. Not the one who only studied in high school. Because wrong mistake gonna kill the patient.

I got surprised by my sister math problem. She was in second grade of elementary school, last year. And she asked me “mbak, how to solve this question ’16 times 7’?”. Is this a question for 8 years old student? I even know the multiplication table when I was in 4th grade. How can you guys give a difficult question like that ? to the 2nd grade elementary student? Even they don’t know yet the result of 2 times  3? This is happen in math class for elementary school. Its not even their right time to study that difficult thing. Their mind cant be forced to think about such difficult and absurd things. They got tired easily. And it’s a bit dangerous when children got tired of such thing.

So, what is the point? I cant conclude. This is the reality now. How students are forced to think something difficult even not in their right time yet. Just feel like how poor are they. Well I just think that everything have to be more efficient. Why do we have to learn many things about things yhag we dont even concern about it? Yes of course, its better when we have another abilities but this ability is something that we really want to learn.

So.. Is something need to be revised ?

Share: