Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Teliti sebelum belanja online

Hey.. ini bukan mengiklankan Bukalapak ya. Tapi ini adalah ungkapan hati tentang aplikasi ini.

Menurut saya ini aplikasi cerdas, sama seperti aplikasi jual beli online lainnya. Tapi karena sifat saya yang nggak gampang percaya beli online (apalagi di Indonesia), jadilah saya teliti banget dalam memilih lapak yang akan saya beli.

Ada vendor lain yang katanya internasional, tapi harganya agak mahal dan pengirimannya lama. Pengalaman beberapa teman menggunakan vendor ini, barang yang dipesan belum juga sampai setelah 2 bulan. Jadilah saya tidak tertarik untuk menggunakan vendor ini. Meskipun kadang masih saya buka sih untuk review bandingan harga.

Ada juga yang katanya aman, salah satu teman pernah mencoba, membeli di vendor tersebut, tapi benar-benar harus teliti *ini mah emang harus gitu kalau mau beli apapun dimanapun*. Menurut saya tampilan websitenya kurang menarik. Dalam artian masih terlalu ribet versi saya.

Nah karena saat itu saya perlu tas sejenis sling bag yang murah dan simple tapi sudah cari dimana-mana dan tak kunjung ketemu, akhirnya malah ketemu di Bukalapak, jadilah saya mampir ke Bukalapak. Saya belum pernah belanja online sebelumnya, saya sangat tidak terlalu suka belanja online terutama untuk barang yang menempel di badan. Saya putuskan untuk mencoba di lapak itu karena saya pikir, ini tas yang saya cari, harganya nggak terlalu mahal, kalaupun nggak sesuai hati juga nggak rugi-rugi amat lah ya. Lagian juga Bukalapak kasih time limitation untuk pengiriman barang. Jika barang tidak dikirim dalam 4 hari (atau 5 hari ya?), maka uang akan kembali ke kita. Akhirnya kuputuskan untuk membeli tas itu. 2 hari kemudian tas sudah ditangan saya. Saya puas dengan tas yang saya beli, pengirimannya cepat, dan efektif menurut saya sih. Saya berikan feedback yang lumayan ok untuk tas di lapak itu.

Nahhh…. Sudah pernah mencoba, akhirnya jadi kebiasaan. Hampir setiap bulan ada saja barang yang saya beli di Bukalapak. Jam tangan juga beli disana, harganya murah dan Alhamdulillah masih nyala sampe sekarang hhaha.. banyak barang-barang yang tidak ada di toko, akhirnya jadi beli ke Bukalapak.

Pernah juga pengalaman membeli jepit untuk foto, karena sudah keranjingan belanja di Bukalapak, kebetulan harganya juga murah, akhirnya beli, tanpa cek feedback yang diberikan shopper sebelumnya di lapak tersebut. Setelah 4 hari kok nggak ada feedback dari si empunya, ternyata *sepertinya* lapak sudah tutup. Karena sudah melewati batas limit pengiriman, akhirnya uang dikembalikan ke shopper. Uang masuk ke dompet di bukalapak.

Jadi ini ceritanya saya punya uang dompet bukalapak, sayang dong kalau nggak dipakai. Akhirnya saya belanjakan untuk barang yang sama di lapak yang lainnya. Dan barang sudah sampai 2 hari kemudian. Barang sesuai keinginan dan puas.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum belanja online. Semisal :

1.       Cek dulu teliti dulu barangnya. Jika barang ada di toko terdekat, menurut saya lebih baik beli di toko aja. Kalau beli online, pertimbangkan juga ongkirnya. Akan lebih baik jika pelapak ada di satu kota dengan kita, atau beli dalam jumlah banyak. Jadi nggak berasa rugi *kalau saya minimal nominal belanja lebih besar dari ongkir, biar nggak berasa rugi banget*.

2.       Cek feedback yang diberikan shopper sebelumnya untuk lapak tersebut. Jika tidak memiliki feedback atau feedbacknya rata-rata buruk sebaiknya sih cari pelapak yang lainnya. Kalau di Bukalapak semisal pelapaknya nggak kirim barangnya sebelum limit waktu, biasanya administrator yang kasih feedback dan bilang kalau barang cancel.

3.       Bandingkan harga antar pelapak. Biasanya barang yang sama memiliki harga yang beragam tergantung pelapaknya. Saya dulu pernah beli tas seharga 70ribu setelah pencarian njelimet super. Karena harga awalnya yang saya temukan seharga 300ribuan.

4.       [menurut saya] Jangan beli baju atau sepatu online. Karena tampilan seringkali menipu, dan bisa jadi ukuran sepatu kita 40 tapi karena sepatu yang dibeli merk A ternyata ukuran 40 itu sama dengan ukuran 38. Atau pas beli baju, dipakai modelnya yang kelihatannya memiliki badan yang sama seperti kita, tapi ternyata bentuknya kekecilan atau kebesaran. Kecuali kalau pernah mencoba barang tersebut dan memang barangnya tersedia online. Beda kasus lah kalau seperti itu yaa..

5.       PASTIKAN anda tidak gelap mata karena tampilan gambar. Gambar yang ada di website toko online selalu mengandung jampi-jampi “Ayooo belilah akuuu… klik lah keranjang disamping gambar aku iniii… kau akan puas dengankuuu”. Karena jika anda gelap mata, bisa dipastikan dompet anda jebol. Ehh bukan dompet ya kalau transfer uang, isi ATM hehehe

6.       [saran pribadi yang bisa nggak diikuti] Jangan belanja online lebih dari satu kali satu bulan jika ingin keuangan dan dana darurat anda aman.

Yaa itu deh kiranya saran saya kalau mau belanja online. Karena Indonesia belum sepenuhnya melek e-commerce ya. Jadi masih banyak orang yang ogah belanja online karena takut ditipu yang jual hahahaha

*Oiya, itu tidak terlalu berlaku jika ingin membeli buku online. Kalau buku sih  tinggal review aja sinopsisnya. Kalau penulisnya favorit kita ya udah pasti keraguannya berkurang kan*

**sekali lagi, ini bukan ngiklanin Bukalapak. Sekedar bantuin yang mau belanja di Bukalapak aja biar yakin. Kalau vendor lain, cari review yang lainnya yaaa**

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Sudah Vaksin Covid Lengkap

Sei sapi yang kucintai Yes, it's my biggest flex this year.  Setelah vaksin pertama akhir Mei kemarin, akhirnya gw udah dapet suntikan kedua tanggal 21 Agustus 2021. Cantik kan tanggalnya?  Masih di RS yang sama, Surya Husadha, kali ini gw berangkat pagi. Yaa... 15 menit lebih pagi daripada vaksin pertama 😬 Karena gw ketiduran, seperti biasa. Hari itu hari sabtu, memang sengaja milih akhir pekan waktu vaksin pertama. Kita nggak tau efeknya bakalan gimana kan.  Vaksin pertama gw bisa bilang hampir ga ada efek apapun sih. Cuma ke UGD aja hari ketiga karena asam lambung naik banget. Setelah gw inget-inget, gw emang nggak banyak makan setelah vaksin malah gegoleran dan kata dokternya "Kalau abis vaksin tuh makan mbak yang banyak, protein yang banyak, jangan malah ga makan. Jadinya asam lambung naik kan?" Yasudah abis disuntik ranitidin, sejam juga gw udah mendingan.  Jadi gw bertekad "Ok setelah vaksin kedua, gw harus makan yang banyak!!!" Setelah gw datang di RS,