Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

Morning Person!

How morning person I am? Hmm, people know that I am not a morning person. I will fully function after 10 until midnight. Somehow, lately, I feel like I am missing out on things in the morning like bubur kacang ijo.  So I decided to try to be a morning person. Well... at least waking up and start my day earlier than I usually do. It was not easy at first. But my boss said, "Let's try to have a morning meeting." Obviously, I was challenged. It worked out but also exhausting at first.  But I still try to wake up early and start my day early. I found out that lavender and chamomile tea helps for better sleep. I definitely bought the tea and start to drink it every day in the evening. So black tea in the morning, or turmeric drink, and lavender & chamomile tea in the evening when I wrapped up some work left at home.  The lavender & chamomile tea did not work directly but it helps to calm my body a few hours before bed. It relaxed my muscles and mind before bed. Though

See You Next 2 Months

Time to say goodbye (temporarily) 😁   Today, another Prisca is leaving this Prisca to be with her husband. So this woman was on LDM for several months and now coming to her husband. Congratulation! Selamat bareng suami, selamat bikin anak, selamat seneng-seneng sama suami. No more LDM although he could be away for his job but congratulation. Make sure you'll come to my special day, next next month 😋

Otak Setengah-Setengah

  semoga gambar ini menjawab rasa penasaran orang ketika mengetahui saya kuliah matematika. this is exactly what I did. bercerita melalui teorema dan conjecture Otak bawaan saya dominan kearah eksak. Saya pun juga memutuskan untuk kuliah jurusan matematika. Ketika sebagian besar orang eksakta sangat membenci Bahasa (Bahasa Inggris dan Bahasa asing lainnya), saya sangat mencintai belajar Bahasa. Sejak masih SD, saya suka sekali belajar Bahasa asing. Pertama belajar pasti Bahasa inggris dong. Kemudian saya jatuh cinta dengan Bahasa Spanyol (yang sampe saat ini nggak mahir-mahir gara-gara nggak punya guru).  Padahal, sayang sekali jika ada seorang jenius dibidang eksakta, tapi kemampuan bahasanya nggak mumpuni. Semisal temen saya, yang pinter banget kimia, fisika, matematika, eh tapi bahasanya nol. Jadilah adegan, ‘eh nyontek kimia lu’ ‘enak aja nyontek, mikir sendiri’ ‘ehh yaudah Bahasa Inggris lu juga mikir sendiri ya. Awas kalo nyontek gw’ Ngancemnya serius,

Hearts from Thailand

This is Mario. Picture taken from Penshoppe Ngomong-ngomong soal pendekatan personal, yang paling saya suka kan Thailand ya, saking sayangnya pokoknya diduluin deh ini kalo ada apa-apa. Sampe rela ngerjain yang bukan bagianku karena pengen kelar dan punya hubungan baek dengan mereka semua yang berujung pada beberapa barang kiriman user sana. Nah minggu kemaren ini, ada manager sana yang tiba-tiba hubungi gara-gara harus routing lagi biar dia bisa approve lagi. Aku selalu set up ‘red light’ yang artinya sibuk, dan tanda halus ‘jangan ganggu’ haahaa. Eh tiba-tiba dia tanya apa aku sibuk tiap hari karena tiap hari selalu merah, ya aku bilang aja iya. Soalnya kerjanya dibagi 2 untuk beberapa affiliates. Nggak biasanya lho dia seramah itu, eh dia trus bilang ‘Keep on good work Prisca, people here admires you a lot’. Itu hari dari pagi mood lagi jelek banget, dan langsung nyesssss ademmmm banget pas dia bilang gitu di ujung jam pulang kerja. Bener-bener ngerasa dihargai banget. 

Personal Approach

picture taken from google  Dulu saya orangnya pemalu, susah bergaul dengan orang baru, dan hal itu bertahan hingga awal SMP. Tapi karena lama-lama koneksi dan kegiatan semakin banyak, akhirnya saya mulai memberanikan diri untuk bergaul dengan orang lain. Lama-lama makin dewasa ya, makin banyak kegiatan yang melibatkan banyak orang, pikiran mulai berkembang, akhirnya mulai memiliki lebih banyak koneksi. Terutama ketika mulai mengajar di semester akhir kuliah. Mulailah bertemu dengan murid-murid yang nggak tau sama sekali sifat dan karakternya. Lah gimana cara ngajarnya kalau karakternya aja nggak tau? Ya akhirnya saya melakukan pendekatan personal kepada setiap murid yang saya tangani.   Tanpa pendekatan personal, saya yakin itu ibarat sayur tanpa garam, micin dan MSG. Nggak gampang juga karena karakter mereka aneh-aneh dan saya bertanggungjawab atas ilmu yang akan ditransfer dan harus membuat mereka memahami dan nyaman ketika bersama saya. Dari situ saya gali beber

It's A Chocolate Day!

 It’s 14 February and it is chocolate day!!!!! Apakah aku merayakannya? Nggak kok. Tapi sepagi buta udah dikasih coklat sama temen kantor, cewek, dari kemaren ngasih coklat mulu. Trus supervisor bawa brownies coklat, dan masih ada beberapa coklat lainnya. Jadi for sure this is a chocolate day!!!! Terima kasih untuk sumbangan kalorinya dari pagi hari. Dilaci masih ada beberapa coklat yang belum bisa dikonsumsi dikarenakan mengantri untuk dimasukkan ketempat penyimpanan akhir (read : perut). Dan HJ tiba-tiba bilang ‘hun! It’s valentine day’. And I said ‘it is a chocolate day’. Dia ngakak.  Ya terussssssss mau ngerayain? Ngerayain model gimana juga? Wong dia lagi di Dubai mau balik ke Afganistan. Mau kirim coklat? Bunga? Ahh kamu nggak seromantis itu dehh kayaknya. Oh iyaaa ngomong-ngomong soal bunga, siang sebelum makan siang aku sama temen aku ke pantry kan. Ngeliat ada satu buket bunga gede banget. Kita berdua mikir ini pasti valentine dehh. Trus si ibuk pant

Waiting List To Be Read

Tulisan nggak penting kali ini cuma pengen nulis seberapa banyak dan seberapa tebal waiting list to be read-nya. Ini buku makin hari makin nambah gegara HJ doyannnnn banget kasih PR baca buku. Ini pacaran sama dosen kali ya. Buku yang dia rekomendasiin pasti buku bagus kok. Sayangnya aku aja yang nggak sanggup baca banyak. Kalo dia waktu senggangnya pas nungguin aku (atau bahkan pas sama aku tapi aku diem!), nungguin apa aja, pas nggak ngomong, pasti buku HP. Bukan buat instagraman, bukan fesbukan tapi baca. Kecepatan bacanya 2 kali kecepatanku. Pernah baca bareng satu buku, dia udah dihalaman sebelah, aku setengah aja belom kelar. Ketauan kan bacanya lambat. Aku sampe sign up di goodreads lho biar semangat baca kalo liat read-shelves-nya nambah. Tapi ya... perubahan nggak signifikan 😑 Kenapa nggak kelar baca buku diatas? Bisa diliat nggak dari judulnya aja berattttt banget. Serba mikir, belom lagi buku yang pake bahasa Inggris. Dimaklumin aja lah yahh, prosesornya nggak kuat

[Piknik] Menjaga Tradisi Desa Sade

Yang kebayang kalau main ke Lombok pertama kali itu pokoknya harus ke Desa Sade. Nggak boleh nggak. Dan keturutan. Pertama kali ke Lombok, aku ke Desa Sade , bareng sama newlywed dan Desi. Nah kedua kalinya ke Lombok, main lagi ke Desa Sade bareng sama HJ. Kali ini kita didampingi guide asli orang Sade. Yup, ada enaknya juga sih ditemenin guide jadi bisa nanya nanya ni itu sama guidenya. Setibanya kita langsung aja disambut guide sana. Oke berarti rute yang akan dijalani ini bakalan beda sama rute yang pertama. Mulailah bapak guide ini menjelaskan jumlah orang yang tinggal disana, ada sekitar 100 sekian orang yang tinggal disana. Dan tentunya mereka semua adalah keluarga, bahkan menikah pun harus dengan orang satu desa yang artinya itu menikah dengan keluarga sendiri. Lah nggak inses kah? Nggak tuh. Nggak tau kenapa nggak ada yang inses dan semuanya baek-baek aja. Nikah juga usia 17an udah mulai dinikahin. Karena penasaran, kan bapaknya ini bisa berbahasa Inggris ya dikit-dik

Turunan Bangsawan

Setelah menemukan celah untuk berhubungan kembali dengan keluarga Belanda, meskipun tidak semua keluarga yang ada disana sih, aku cerita dong ke papanya HJ. Eh papa jadi penasaran juga, akhirnya nanya nama familie nya apa. Karena nggak tau nama opa, akhirnya tanya ke mami. Dikasih tau lah kita nama marganya.  Nama kakek buyut itu Arnold Carl von Bannisseth, nama nenek buyutnya yang aku lupa. Nama kakaknya mami itu Erich Carl von Bannisseth dan nama mami sendiri Rita von Bannisseth. Yang pada akhirnya nama mami berubah menjadi Rita Herawati Samsuri. Samsuri ini nama bapak sambungnya mami setelah bapak kandungnya meninggal. Meskipun di buku nikahnya mami masih pakai nama von Bannisseth. Papanya HJ bilang kalau nama von ini dari Jerman, masih ada turunannya bangsawan. Wihhh seketika tau itu, aku langsung ngakak lho. Ngakak sejadi-jadinya. Sampe aku bilang ‘Yaudah pa nggak papa, anggep aja aku emang turunan bangsawan’, soalnya papa bilang ke aku kalo kayaknya aku ini duche