Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Ah demo buruh lagi

Hai… lagi-lagi menyoal pendidikan ya. Lagi demo buruh dimana-mana, minta UMK dinaikin. Udah setuju dinaikkan, tapi kebijakan yang dihasilkan dinilai merugikan para buruh. Pemerintah dipandang lebih mementingkan dan memihak pengusaha. Katanya sih begitu. Tapi kurang paham juga. Pada beberapa kasus ada pengusaha yang keberatan menaikkan upah buruh, namun ada juga yang menyanggupi menaikkan upah buruh dengan syarat dan ketentuan. Syaratnya apa? “Oke, gaji elu gue naikin tapi sebagian dari elo gue PHK”. Nahh… gimana ini ? bagaimana jika menghadapi hal seperti ini? Dengan diberhentikannya sebagian buruh, akan semakin menambah beban kerja para buruh lainnya. Walaupun gaji naik namun beban kerja lebih tinggi. Itu kalau menurutku adalah “gak ada bedanya gaji naik ataupun nggak”. Memang beberapa pengusaha merupakan usaha skala kecil menengah, bukan kelas tinggi. Karena kalau kelas tinggi seperti perusahaan multinasional atau bahkan internasional, mereka akan...

Investasi waktu

Terlahir sebagai cucu pertama bagi kakek nenekku (orangtua dari ibu). Kakek nenekku yang memang dipanggil papi dan mami sangat memanjakanku sebagai cucu kesayangan dan tinggal bersamaku. Aku sangat akrab dan dekat dengan mereke berdua. Dimanjakan mereka adalah hal biasa meskipun aku tidak terlalu manja sebagai cucu. Lebih sering membantah semua perkataan mereka karena merasa apapun yang kulakukan, meskipun salah akan tetap didukung dan dicintai mereka. Setidaknya mereka tidak akan menyalahkanku. Mungkin di sisi itulah aku manja dan merasa memanfaatkan kasih sayang mereka yang berlebih. Ketika aku kelas 1 SMA, papi sakit parah hingga harus opname beberapa minggu di rumah sakit. Setelah sembuh pun papi tidak segera pulang kerumah karena harus menjalani masa penyembuhan dirumah tante yang kebetulan bekerja sebagai tenaga medis. Setelah beberapa saat sembuh, akhirnya papi pulang kerumah. Malam hari tanggal 1 Januari 2007. Tapi malam tahun baru itupun aku tidak bisa menikmati hari libur ...