Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal yg diujikan.

Dimulai dari EPS TOPIK. Jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin cara singkat karena ingin segera berangkat sehingga menggunakan cara ilegal. Bahkan ada yg lulus tanpa ujian. Bisa saja, tapi di Korea dia mlongo.

Untuk soal EPS TOPIK, soal-soal yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. Intinya tentang bagaimana mengetahui hak dan kewajiban bekerja di Korea termasuk printilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Karena yang melalui jalur ini adalah jalur unskilled labor.

Bisa dibilang untuk soal ini terbilang susah. Karena penggunaanya pun menurut saya berada diatas level 3. Jadi buat yg ingin praktisnya, kecil kemungkinan bisa lulus dan memahami dg mudah (atau cepat). Namun bagi yg sudah terbiasa dan familiar dg bahasa korea sehari-hari, bisa dg agak mudah menghafalnya. Menghafal lho ya. Kenapa menghafal? Karena soal yang diujikan sama persis dengan buku persiapan EPS TOPIK. Plek ketiplek.

Karena pengalaman saya yg mengikuti ujian sebelum murid saya pun ternyata soal yg diujikan juga sama. Biasanya ujian merefer ke satu buku persiapan ujian TOPIK. Saya sempet iseng bilang kepada murid saya, "mbak, kalau mau lulus tes ini, hafalin deh mbak satu buku ini. Yakin deh lulus". Eh ternyata hal itu terjadi beneran lho. Dia lulus ujian ini walaupun dg grade yg mendekati bawah, namun terbukti menghafal buku yg tebalnya 300 halaman itu akan membuat anda lulus. 

Sekarang coba tengok tes TOPIK. Karena dibagi menjadi 2 ujian yaitu TOPIK 1 DAN TOPIK 2, maka sudah bisa ditebak tes ini berdasarkan level. Untuk TOPIK 1 merupakan level beginner 1 dan beginner 2. Untuk TOPIK 2 adalah level intermediate up. Jadi bisa dibayangkan jenis soal yg akan diujikan. Level beginner 1&2 sekitar percakapan sehari-hari. Gampang mah ini. Sedangkan untuk level intermediate, bahasa akan lebih ke penjelasan hal-hal yang lebih teknikal dan berbobot. Ada yang bilang, tes ini sama dengan tes Bahasa Korea untuk level SMA di Korea 😪 But who knows.

Apapun tes yg akan anda ambil, akan lebih baik jika mempersiapkan diri dg sebaik mungkin. 

Untuk pendaftaran EPS TOPIK bisa ditanyakan BNP2TKI untuk informasi lebih lanjut. Sedangkan untuk pendaftaran TOPIK bisa menghubungi JIKS (Jakarta Intl Korean School) di Cipayung, Jakarta atau UGM. Kami pengalaman dua kali tes di dua tempat yang berbeda.  

Good luck!

Comments

  1. Buku buat eps topik judulnya apa ya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa google "EPS TOPIK books" nanti diunduh sendiri. Kami waktu itu cari juga online, lupa judulnya krn cukup panjang :D

      Delete
  2. Halo kak, saya Nesyana ingin bertanya terkait test TOPIK. Saya masih belum mengerti jika test TOPIK 1 kan dia level 1 dan 2 ya ujiannya. Tapi jika TOPIK 2 dan kita ingin mengambil test level 3, itu soalnya tetep semua ya? I mean dalam level 3, 4, 5, 6? Atau bagaimana... Terima kasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul. TOPIK 2 soalnya pakai level 3, 4, 5, 6. Makin lama makin sulit soalnya. Tapi dijadiin satu, sepanjang pengalamanku waktu ikut tes. Kabarnya sejak 2020 ada tes bicaranya juga.

      Delete
  3. ada buku latihan untuk test Topik 1 dan Topik 2??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk buku latihan banyak tersedia online ya. Tinggal browsing saja, banyak draft dari tahun-tahun yang lalu yang bisa dipelajari juga.

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Setelah Schengen Visa Ditolak Jerman

Bentheim Gw tau Jerman tuh emang meticulous banget, tapi gw nggak sangka bakal se- meticulous itu. Kira-kira bulan Maret gw apply Schengen via Jerman. Kenapa via Jerman? Karena Belanda nggak ada slot heheheee. Rencana perginya bulan April kalau nggak salah waktu itu. Karena suami ada libur tapi cuma pendek banget, dan dia pengen banget pulang ke sana, yaudah lah coba aja. Dapet antrian, mana bayarnya 700ribu pula 😅 lalu pergilah gw submit semua dokumen gw.  Gw bukan yang pertama kali mengajukan Schengen, jadi gw udah "tau" harus submit apa aja. Karena sebagai orang yang menikah dengan warga EU, kami berhak untuk tidak menunjukkan buku tabungan (yg penting tabungan pasangan yang EU yg ditampilkan), dll. Dengan ina inu, eh ternyata diminta surat kerja lah, kalau freelancer harus kasih tau bukti kerjaan juga. Gw rasa ribet ya karena nggak formal kerjanya, jadi ya udah gw tulis ibu rumah tangga. Itu juga masih harus bikin surat pernyataan siapa yg membiayai biaya hidup gw kala...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...