Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
So yeah, promised to write about SCALQ. So here we are now. (I am gonna write in Indonesian). Saya yakin saya sudah pernah menulis tentang SCALQ disini. Karena jika ada yang menanyakan apakah hal yang penting bagiku, pikiranku akan selalu ke keluarga dan SCALQ. Itu sudah otomatis seperti itu. Jadi kali ini saya mau menulis secara lengkap siapa itu SCALQ. Jika ada yang menanyakan ‘siapa SCALQ?’, saya akan menjawab ‘mereka adalah saudara yang tidak bertalian darah denganku’. Ehh? Bagaimana bisa? Ya bisa. Menemukan beberapa orang sahabat yang memiliki cara pandang sejalan dan saling melengkapi itu tidaklah mudah. Berawal dari drama Korea, semuanya dimulai. Officially kami menjadi dekat satu sama lain ketika kami berada dikelas 3 SMP. Saat itu saya yakin kami berusia sekitar 14-15 tahun. Seketika kami pun menjadi terkenal. No no, bukan karena kami adalah segerombolan anak remaja yang kaya, yang modis (saya yakin kami cantik2 semua kok, cumin waktu itu masih lugu aja), yang...