Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2016

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

[How we met] Time flies... 10 years already...

So yeah, promised to write about SCALQ. So here we are now. (I am gonna write in Indonesian). Saya yakin saya sudah pernah menulis tentang SCALQ disini. Karena jika ada yang menanyakan apakah hal yang penting bagiku, pikiranku akan selalu ke keluarga dan SCALQ. Itu sudah otomatis seperti itu. Jadi kali ini saya mau menulis secara lengkap siapa itu SCALQ. Jika ada yang menanyakan ‘siapa SCALQ?’, saya akan menjawab ‘mereka adalah saudara yang tidak bertalian darah denganku’. Ehh? Bagaimana bisa? Ya bisa. Menemukan beberapa orang sahabat yang memiliki cara pandang sejalan dan saling melengkapi itu tidaklah mudah. Berawal dari drama Korea, semuanya dimulai. Officially kami menjadi dekat satu sama lain ketika kami berada dikelas 3 SMP. Saat itu saya yakin kami berusia sekitar 14-15 tahun. Seketika kami pun menjadi terkenal. No no, bukan karena kami adalah segerombolan anak remaja yang kaya, yang modis (saya yakin kami cantik2 semua kok, cumin waktu itu masih lugu aja), yang

[How we met] Me and Maya

She is one of my best. Call her Maya. Teman seperjuangan lah istilahnya ya, dari jaman SMP, SMA, Kuliah bahkan setelah lulus. We met when we were 14. Sorry, I mean I was 14 and she was 15 (she will get mad if I mention about the age difference hahah). Age is just a number anyway.  First time I knew her when we were classmate in 8 th grade of middle high school. At that time, that was the best class. Yea I can tell I was smart (even now hahaha), and she does. So we were a classmate since then. Almost everyone knows her since she is really good at English. Always ‘on duty’ for English debate or something like that. But ok, first impression wasn’t good for both of us. Really.  My first impression when I saw her like ‘hmm, can you shut up?? You are so noisy’. But her for me ‘hmm she is the daughter of teacher here, she must be so arrogant. Ihh I don’t want to make a friend with her’. Nah not so good for both of us. Both of us never want to be a friend each other. Till somethi

Sensitive tired

it is like recently I feel so lazy, so weak, so tired, so sensitive. Not because of I am fasting. Not at all. Fasting never giving me hard time. I know someone might not believe it, but it is. This all tiring stuff doesn't related to that reason. It is just I am sensitive and only want to spend time with someone and have only casual talks. That's all I need.

[Piknik] Menepati janji ke Bromo

Saya kembali ke Bromo, setelah beberapa bulan yang lalu mengunjunginya. Kali ini saya mengunjunginya dengan yang terkasih. Melaksanakan PR saya mengajak dia ke Bromo.Masih tetap menggunakan jeep andalan mas Rendry Putra . Seharusnya biayanya 300ribu per orang untuk tariff open trip, tapi karena saya sudah pernah pakai jasanya, jadinya dikasih harga 400ribu untuk lokal dan 800ribu untuk internasional. Kok lebih mahal? Bukan, itu cuman tariff berdua aja. Kalau tariff open trip itu untuk 5 orang.  “Lho mas, cuman berdua aja dong ini ntar?” “Iya mba, gapapa tak anter khusus berdua aja” Woahh girang deh saya hehehhe Seperti biasa, berangkat jam 12 tengah malem, posisi saya dijemput di Hotel Tugu Malang. Mas bule terpaksa bangun tidur jam 11 malem buat siap-siap ke Bromo. Masih ngantuk-ngantuk, akhirnya minta kopi dulu 2 gelas. 20menit kemudian masnya dateng dan saya baru tau kalau dia kantornya pindah agak jauhan dari Hotel Tugu. Jadinya ya agak lama.  Jeep berangkat dar

Biasa bagi orang, luar biasa bagi kita

Halo.. sudah lama bikin draft tapi masih ndak sempet posting. Masih perlu diperbaiki dulu. Tapi postingan ini saya tulis karena obrolan dengan grup FrontSummer. Jadi ceritanya ada salah satu teman sedang galau. Galaunya karena dia merasa masih belum bisa membahagiakan ibunya. Well.. untuk hal yang itu saya juga merasakan dan hampir semua orang merasakannya. Ingin memberikan yang terbaik dan membahagiakan ibunya. Kegalauan dimulai karena dia yang 'dirasakan'ibunya masih belum mapan, mungkin secara finansial atau kejelasan status. Setiap orangtua mengingkan anaknya mapan dan bekerja 'aman' sehingga membuat orangtua terkesan 'menuntut' anaknya untuk memiliki pekerjaan 'aman'. Sebenarnya posisi teman saya bukan tidak dalam keadaan menganggur. Dia ikut menjadi anak buah dari sebuah usaha swasta kecil yang membuat dia sering keluar kota untuk mengerjakan proyek kantor. Proyek itu menuntut dia untuk menguasai teknik analisa statistik. Menurut saya, menurut s

Aku dan kamu

Satu tahun sudah aku mengenalmu. Bahkan satu tahun pun masih kurang untuk mengenalmu lebih dalam. Ya, satu tahun adalah waktu yang singkat. Ibarat kata orang, masih seumur jagung. Masih perlu lebih banyak waktu lagi untuk mengenalmu. Semakin lama bersamamu seperti memberikan kejutan setiap waktu. Betapa aku masih perlu mengenalmu lebih dalam lagi. No no, kita berdua tidak selalu mesra. Kita berdua juga masih sering bertengkar. Menunjukkan bahwa kami berdua masih sangat peduli satu sama lain. Kamu cerewet dan sensitif, in the other hand I am not. Aku mungkin cerewet, tapi kurang sensitif. Hari selalu penuh dengan kejutan. Ah, aku jatuh hati melihat senyum dan mata kamu. Mata kamu meneduhkan, senyum kamu menyejukkan. Emosi hati bisa hilang jika mengingat senyummu yang menyejukkan. Aku memang masih sering seperti anak kecil, maafkan untuk itu. Aku pun masih perlu mengenalmu lebih dalam lagi, maafkan untuk itu. Kadang aku merasa jika rasa cintaku tidak sedalam rasa cintamu. Ahh tidak,