Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Darurat teror

Indonesia merupakan sasaran empuk serangkaian teror. Banyak kejadian teror yg terjadi di Indonesia dalam kurun waktu yg singkat. Teror terakhir yg terjadi adalah teror di Sarinah. Teror tersebut menewaskan beberapa orang termasuk peneror yg bersangkutan. Teror yg menjadi kejadian runtutnya kejadian teroris adalah bom Bali 1 yg terjadi di awal tahun 2000an.

Semenjak saat itu banyak kejadian teror yg terjadi. Dan tentunya mereka membawa nama Islam. Ah lagi2 kedok agama yg digunakan. Namun apakah sejatinya mereka adakah muslim? Atau hanyakah kedok belaka? yg mengetahui adalah mereka dan Allah semata. Sedangkan kita? Hanya bisa berkata2, berspekulasi, serta biasanya saling tuduh sana sini, bela sana sini, dan menyalahkan satu sama lain. Nahh.. itu, salah satu tujuan pelaku teror sudah terlaksana dg baik, yaitu memecah belah dan menakuti manusia yg tidak bersalah.

Mengapa Indonesia? Bisa jadi karena kemiskinan dan pemahaman yg salah tentang agama. Menyoal agama, agama mana sih yg nyuruh orang membunuh? Bukannya setiap agama menyuruh menyebar damai ya? Lagi2 soal pendidikan yg kurang. Pemahaman yg kurang disebabkan olh keterbatasan pengetahuan. Tuh kan, lagi2 pendidikan itu penting kok. Biar gimana juga pendidikan itu penting agar tidak 'salah terima' ilmu dg pemahaman yg sempit.

Faktor lain adalah kemiskinan. Ini menurut kacamata saya sih, kemiskinan dan keterbatasan serta kebutuhan akan uang membuat manusia gelap mata.  Bisa jadi mereka memang perlu uang tapi bingung harus melakukan apa, akhirnya dg iming2 'jihad'dan mendapat banyak uang dari pihak terkait, sehingga dia memutuskan untuk menjadi teroris.

Salah satu tujuan teroris adalah menyebarkan ketakutan kepada manusia. Tidak ada yg menyalahkan jika anda memang ingin berjihad dijalan Allah. Tapi dilihat dulu caranya. Kekerasan bukan jawaban untuk berjihad. Apakah anda tahu, menjadi seorang guru juga merupakan jihad. Jihad karena berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa demi nanti dewasa mereka bisa menjadi orang yg berjuang di jalan Allah dengan kebaikan, bukan kekerasan.

Jangan salah, banyak teroris yg sudah ditangkap akhirnya menyadari jika hal yg dia lakukan adalah suatu hal salah dan mereka menyesal karena telah memilih kekerasan.

Dan saya rasa, teroris bukanlah orang yg beragama. Karena apapun agama anda, saya yakin 100% mengajarkan untuk menyebar kedamaian. Karena menurut saya, teroris adalah jalan pintas menuju kesesatan dunia akhirat.

Sekali lagi, mereka hanya akan menebar ketakutan. Please be smart! Jadilah orang yg setidaknya membantu orang lain yg sudah mulai 'terlihat sesat' agar kembali ke jalan yg benar. Sampaikanlah padanya, bukan teror lah jalan menuju restu Ilahi, namun bermanfaatnya anda bagi sesama dan lingkungan adalah sebaik2nya manusia.

Sebaik2nya manusia adalah manusia yg bermanfaat bagi orang lain. Bukan yg merugikan orang lain.

Have a nice day :)

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena suami gw dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya dia dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya dia. Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. Dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Gw belum pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ada pengalaman bikin visa kecuali  Visa Sosial...