Skip to main content

Surviving -20 Celcius in Moscow

frozen lake in Moscow I'd say surviving because I am a tropical girl coming from 30-35 degree Celcius. So yes, this is about surviving such differences in temperature. I spent my whole life in a tropical country then I have to be in a -20 celcius, not an easy situation.  Obviously, I came prepared. I have been in a 0 celcius and learned that double triple layering is the right answer. Moscow has heater that runs nonstop since the beginning of (probably, I dont remember) November until early May. So you technically can not turn it off or on. Many days it gets too hot inside. Going to the mall in Moscow got me super sleepy and tired because it feels most of the time like in Sauna. So, double triple layering in Moscow is the right thing to do.  November temperature usually started to feel chilly, still not lower than 0. December will get colder can be minus. But January and February are the coldest season. This year dropped to -20 (that I can remember). The average temperature wa...

Antara kepala aman atau ditilang polisi


Pagi yg cerah dikota Surabaya dengan rintik hujan mesranya membuat kami berdua terlena untuk mengobrol sepanjang jalan menuju kantor *sebut saja duo Prisca*. Memasuki kawasan industry, tiba2 teman saya mengerem mendadak karena didepan ada seorang ibu2 yg menyetir motor jatuh karena tersenggol kendaraan didepannya dan mobil disamping kanannya. Ntah kejadiannya seperti apa kenyataannya, yg jelas saya melihat dg jelas bahwa kepala ibu itu berada tepat beberapa senti saja didepan ban mobil.

Iya.. hanya beberapa senti didepan mobil, dan parahnya lagi ada didepan mata saya. Bukan masalah apa ya, ngeliat orang jatuh dari kendaraan dan tepat didepan mata itu bikin perut langsung laper lagi *FYI, sebelum ngantor pagi ini sudah makan sebungkus nasi jumbo*. Sontak kamu berdua kaget dan tiba2 mengerem mendadak sambal teriak dan nyebut2. untung aja ibu itu tadi pakai helm dan sudah berbunyi klik. Karena kepala ibu itu benar2 ada didepan ban mobil beberapa senti saja. Andai saja mobil telat mengerem, wahhhhh bisa2 saya nggak pergi ke kantor buat kerja tapi ke kantor polisi buat jadi saksi deh. Alhamdulillah ibunya nggak kelindes. Btw, orang Jawa memang suka banget mencari sisi keuntungan dari setiap musibah kok.

Nahh, padahal yang jatuh si ibu tadi, tapi yg dredeg kita berdua. Akhirnya sampai dikantor yg dituju kantin. Padahal juga sudah sarapan, ehh tiba2 laper lagi gara2 kaget. Yasudahlah daripada pingsan, mending makan lagi deh.

Moral valuenya, kalau bermotor, jangan lupa pakai helm. Ehh lebih jangan lupa lagi untuk mengunci helm hingga berbunyi klik *mengunci atau apa ya namanya itu*. Jadi helm jangan asal di pasang aja, tapi juga dikaitkan *nah ini baru bener* hingga bunyi klik *ini yg saya males*. Saya tahu resiko tidak memakai helm jika berkendara, tapi kadang rasa malas itu jauh lebih besar daripada kekhawatiran celaka yg mungkin terjadi. Karena bagi saya pribadi sih pakai helm itu bikin pusing. Saya yg sering pusing jadi makin pusing ketika harus mengenakan helm. Apa lagi kalau helmnya yg kecil. Duhh nyiksa banget. Padahal juga sadar dan bisa mikir ruginya nggak pakai helm. Rugi materiil misal ditilang polisi dan harus ‘berdamai’.

Bayangkan saja jika ibu itu tadi tidak memakai helm apalagi dikaitkan dg benar, apa kabar tuh kepala?

Buat yg kalian bermotor, jangan lupa pakai helm. Karena biasanya didaerah, seringkali mengabaikan helm. Kalau di kota besar selalu pakai helm karena ogah ambil resiko ditilang dan disuruh damai sama pak polisi. Iya nggak???

Jadi, lebih milih sayang kepala dan ogah ditilang polisi atau pengen pamer rambut lembut karena sampo dan nggak pakai helm???

Think smart yaaa… have a nice day :)

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...