Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Antara kepala aman atau ditilang polisi


Pagi yg cerah dikota Surabaya dengan rintik hujan mesranya membuat kami berdua terlena untuk mengobrol sepanjang jalan menuju kantor *sebut saja duo Prisca*. Memasuki kawasan industry, tiba2 teman saya mengerem mendadak karena didepan ada seorang ibu2 yg menyetir motor jatuh karena tersenggol kendaraan didepannya dan mobil disamping kanannya. Ntah kejadiannya seperti apa kenyataannya, yg jelas saya melihat dg jelas bahwa kepala ibu itu berada tepat beberapa senti saja didepan ban mobil.

Iya.. hanya beberapa senti didepan mobil, dan parahnya lagi ada didepan mata saya. Bukan masalah apa ya, ngeliat orang jatuh dari kendaraan dan tepat didepan mata itu bikin perut langsung laper lagi *FYI, sebelum ngantor pagi ini sudah makan sebungkus nasi jumbo*. Sontak kamu berdua kaget dan tiba2 mengerem mendadak sambal teriak dan nyebut2. untung aja ibu itu tadi pakai helm dan sudah berbunyi klik. Karena kepala ibu itu benar2 ada didepan ban mobil beberapa senti saja. Andai saja mobil telat mengerem, wahhhhh bisa2 saya nggak pergi ke kantor buat kerja tapi ke kantor polisi buat jadi saksi deh. Alhamdulillah ibunya nggak kelindes. Btw, orang Jawa memang suka banget mencari sisi keuntungan dari setiap musibah kok.

Nahh, padahal yang jatuh si ibu tadi, tapi yg dredeg kita berdua. Akhirnya sampai dikantor yg dituju kantin. Padahal juga sudah sarapan, ehh tiba2 laper lagi gara2 kaget. Yasudahlah daripada pingsan, mending makan lagi deh.

Moral valuenya, kalau bermotor, jangan lupa pakai helm. Ehh lebih jangan lupa lagi untuk mengunci helm hingga berbunyi klik *mengunci atau apa ya namanya itu*. Jadi helm jangan asal di pasang aja, tapi juga dikaitkan *nah ini baru bener* hingga bunyi klik *ini yg saya males*. Saya tahu resiko tidak memakai helm jika berkendara, tapi kadang rasa malas itu jauh lebih besar daripada kekhawatiran celaka yg mungkin terjadi. Karena bagi saya pribadi sih pakai helm itu bikin pusing. Saya yg sering pusing jadi makin pusing ketika harus mengenakan helm. Apa lagi kalau helmnya yg kecil. Duhh nyiksa banget. Padahal juga sadar dan bisa mikir ruginya nggak pakai helm. Rugi materiil misal ditilang polisi dan harus ‘berdamai’.

Bayangkan saja jika ibu itu tadi tidak memakai helm apalagi dikaitkan dg benar, apa kabar tuh kepala?

Buat yg kalian bermotor, jangan lupa pakai helm. Karena biasanya didaerah, seringkali mengabaikan helm. Kalau di kota besar selalu pakai helm karena ogah ambil resiko ditilang dan disuruh damai sama pak polisi. Iya nggak???

Jadi, lebih milih sayang kepala dan ogah ditilang polisi atau pengen pamer rambut lembut karena sampo dan nggak pakai helm???

Think smart yaaa… have a nice day :)

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

BERDIKARI

Kau tahu kawan kepanjangan dari Berdikari?? Aku rasa, kebanyakan dari kita pasti tau itu kan??!! Yah, BERDIKARI adalah berdiri di kaki sendiri. Artinya??? Mandiri, tangguh, tidak bergantung pada orang lain. Itu yang sejak dulu di gaung-gaungkan kepada kita. Indonesia merupakan salah satu negara yg berkembang. Kita emang sih belum menjadi negara maju seperti Eropa atau Amerika atau negara manapun lah itu. Tapi jika sedikit ditelisik nih ya, kita merdeka adalah hasil perjuangan atau hasil pemberian?! Pasti kita dengan kepala tegak akan mengatakan "Perjuangan sendiri, kerja keras kami selama ratusan tahun". Iya! Benar. Kita merdeka atas keringat dan darah seluruh warga negara. Kita berdiri di tanah merdeka ini dengan kerja keras. Patut bangga? Patut!!! Karena merdeka dengan hasil sendiri, tidak ada negara lain yg menopang hidup kita. Kita berdiri, berjalan, dan berlari atas kemauan kita sendiri. Akibatnya apa? Akibatnya tidak akan ada negara lain yg mengurus kepentingan intern...