Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

Kehidupan Selama Pandemi

Lidah mertua yang selalu gw pindah-pindah lokasi untuk mengejar sinar mentari. Ya gendeng. Gw sadar ada banyak hal berubah sejak pandemi. Banyak hal baik, tapi yaaa nggak sedikit yang eww I wish this pandemic never exist.  Level stres gw udah di level yang bikin gw pengen ke psikolog.  Skipped forward to November 2020 . Gw jadi rajin masak. Meskipun yaaa masih kadang order kalo pas pusing menyerang, tapi masak jadi agenda harian. Yang biasanya masak weekend doang, sekarang beli makanan kalo nggak kuat berdiri dari kasur. Tentu saja selain masak, dengan bantuan Sayurbox gw jadi lebih sering konsumsi buah dan sayur tiap hari. Tak lupa, segala macem vitamin dan minuman-minuman macam Oronamin, bear brand, yakult, dsb. Btw, buah dan sayur di Sayurbox itu murah-murah banget lho sungguhan. Gw jadi rajin yoga. Olahraga kecil-kecilan aja lah yang penting badan gerak dan nggak terlalu kaku. Karena gw lebih aktif di malam hari, jadi gw yoga biasanya sebelum tidur. Semales-malesnya gw yoga, minima

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Jadi WNA?

Ada beberapa pertanyaan dari teman, beberapa kolega, saudara, dari hubungan saya. Ya mungkin karena ini baru bagi mereka kali ya. Macem-macem pertanyaannya sampai menanyakan soal kewarganegaraan. Kalau yang sudah paham, pertanyaannya akan ‘Tapi kamu nggak lepas kewarganegaraanmu kan Pris?’. Bagi yang nggak paham dan ingin tau, pertanyaannya menjadi ‘Aku boleh tau nggak nasib kewarganegaraan kamu setelah menikah?’. Kalau orang sok tau tapi pengen kepo, pertanyaanya begini ‘Wahh, kamu bentar lagi jadi WNA dong ya?’ Pertanyaan mana yang sering? Yang paling buncit. Itu antara sok tau tapi pengen kepo, apa Cuma sekedar basa basi, atau gimana juga kurang paham ya. Yang pasti sih buat yang beneran peduli atau ingin tau, nada pertanyaan berbeda. Bahkan salah satu kolega mau nanya aja sungkan. Sampai bilang ‘Pris ini aku pengen tau banget sih, tapi kalo kamu nggak mau kasih tau juga gapapa kok’. Mungkin dia penasaran juga kali ya. Menikah dengan WNA tidak membuat kita seketika

[How we met] Me and Shoffi

Ketemunya tahun 2009 pas ospek dan mau berangkat bakti sosial ke somewhere (lupa kemana). Tadinya, ngeliat ini anak pertama kali, dari jauh, dia cuma bawa tas selempang kecil lebih mirip sling bag buat kondangan. Mulai lah aku mikir 'ini anak gila apa ya, mau bakti sosial ke daerah dingin eh dia malah nggak bawa selimut. Masa iya dia juga bawa baju tuh. Kayaknya sih nggak'. Agak sinis gitu deh, sampai akhirnya dia mendatangi kita dan mengenalkan dirii, kebetulan teman yang ditunggunya itu kenal sama aku. 'Halo, Shoffi' 'Hai, Prisca. Tas kamu mana?' 'Ini', sambil menunjukkan mini sling bag nya 'Hah? Cuman bawa tas sekecil itu? Kamu nggak bawa baju, selimut?' 'Selimutnya nebeng hehe, baju bawa satu, yang penting bawa sikat gigi aja'   kita pernah sekecil ini. lebih tepatnya aku sihhh, pernah sekurus ini kita pernah alai (pada masanya). maluuuu Wow. Sedangkan aku bawa tas gede persis kayak orang mudik semingguan. Tapi eman

Selamat hari guru

Saya pernah lho jadi pengajar, and I found myself in it. Ya kurang lebih 2 tahunan lah saya mengajar. Awalnya sih nggak mau ngajar, karena malu dan nggak bisa ngomong didepan umum. Eh setelah dicoba ternyata keranjingan. Tapi saya nggak mau disebut sebagai guru, kenapa? Berat banget artinya. digugu lan ditiru, kalo kata orang Jawa. Dalem kan artinya? dijadikan sebagai seorang panutan, contoh dan teladan. Alesan lain nggak mau disebut guru karena saya masih doyan petakilan, kalo jadi guru kan kudu kalem ahaiiii. Saya nggak kalem. dua pendidik dan pengajar saya. well, papa emang guru dan ngajar saya waktu SMP. dan mama, best educator who shape me! diambil dari DP WA mama yang saya yakin seyakin yakinnya ini gambar diambil hari ini karena ternyata mama doyan selfi bareng papa dan itu tiap hari dan tiap hari ganti DP WA pula 😏 Saya lebih suka menyebut diri saya pendidik (educator) kala itu, bukan pengajar (teacher). Meskipun secara arti kayaknya lebih berat pendidik deh ya, t

Nol atau kosong?

Di suatu sore yang nggak indah, tiba-tiba rekan sebangku saya, ya maksudnya rekan yang mejanya disamping kanan saya ngakak dan kaget. Nggak tiba-tiba juga sih, ada sebabnya kok. Gara-garanya begini ; Obrolan ini saling bertatap muka   'Lho mbak, kalo complimentary kan nggak perlu dimasukin list ya? Kan ini gratis, kenapa di masukin sini trus nilainya SGD 0 ya?' 'Ohh nggak apa-apa masukin aja disitu, harganya nol tapi jangan lupa centang free box-nya' 'Oh yang free gratis itu ya. Oke oke' Beberapa saat kemudian... Obrolan ini saling menatap komputer masing-masing   'Mbak, kok harganya bukan SGD 0 tapi kosong ya. Ini tampilannya gimana emangnya nih? Kosong apa nol?' 'Ya ampun Prisca... bedanya apa coba kosong sama nol' 'BEDA!' reaksi refleks ini mendadak bikin si mbak tetangga syok dan seketika menoleh dengan tatapan 😯 'Kamu marah apa ngasih tau apa menyanggah?'    pic source is here Demi meluruskan keadaan aga

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu

Reminiscence Frontsummer

This is actually a real late post because the wedding happened in last August. And this post contains pictures more. But first of all, let me give a slight introduction about Frontsummer (again). Frontsummer is a group of us, were attending the same classes of mathematics at college, and our love to each other grows more and more each days. Although we missed someone (or two?), but it was great to share time together again. So here we are now.   happy bride and groom   frontsummer without one member they both were in Liverpool when the wedding was held  in frame with the bride and groom  batch 1 sedang menanti batch 2 yang masih sibuk setrika baju, make up, selfi dengan bayi, menyusui bayi, dan nyari alamat gedung resepsi yang nongol posisi nggak cantik itu emaknya si bayi lucu ini  si penyusup hits yang kita terima dengan lapang hati dan jiwa   nyak babenya Syena juga pengen eksis, nggak tau anaknya dimana dibawa siapa