Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Dubai creek Ini merupakan tahun ke-4 setelah kunjungan pertama ke Dubai. UAE menjadi satu-satunya negara terbanyak yang gw kunjungi untuk alasan bertemu suami. Baru kali ini juga gw punya nomer Dubai. Dulunya gw kira kalau kita nggak bisa beli nomer segampang di Indonesia karena H bilang ribet katanya. Yaudah kita nggak beli, hanya sekedar pakai wifi hotel dan tempat tujuan aja seperti Dubai Mall. Lagipula juga intensitas utama gw balas chat ya dari suami gw. Yang lain bisa menunggu. Kalo bareng juga ngapain kan chatting . Tahun lalu, kami pertama kali eksplor UAE menggunakan kendaraan sendiri. Nyetir sendiri maksudnya, nggak naik bus dll. Karena nyetir sendiri, kami perlu internet untuk GPS dong. Akhirnya H beli nomer di bandara. Pake paspor aja biasa. "Oh ternyata bisa ih beli nomer di Dubai" Nah, sekarang waktu kami ke Dubai lagi, H bertanya-tanya apakah nomer yang lalu tuh masih aktif apa nggak. Setelah cari informasi, ternyata kita bisa verifikasi paspor kita di kios a...