Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Dibalik Kumuhnya Yangon, Tempat Ibadah Berjejer Mesra

Myanmar terkenal dengan sebutan old version nya dari Asia Tenggara. Dari segi perekonomian dan pengembangan kotanya sih nggak terlihat mencolok maupun tertata rapi. Kalau secara penampakan dibandingkan dengan Jakarta sih masih 11-12 lah. Ada gedung-gedung tinggi mencolok lengkap dengan brand mahal didalamnya, tapi tak jauh dari situ banyak perkampungan kumuh.

Sama halnya dengan makanan pinggir jalan, banyak dijual makanan dengan harga murah dan juga dengan level kebersihan yang ntah seberapa. Kalau dilihat sekilas sih mirip beberapa tempat makanan pinggir jalan yang ada di Indonesia, tapi ntah kenapa di Yangon terlihat lebih jorok. Jadi kita nggak berani terlalu dalam mencicipi. Padahal biasanya hajar aja.

Tapi dibalik itu semua, bangunan cantik dibelakangnya sangat menggoda dan menarik. Bangunan yang dibangun kolonial Inggris ini sangat cantik dan menarik karena masih pada bentuk dan posisi yang sama. Bahkan rute jalannya pun berbentuk "kotak". Sungguh sangat kurang asia …

Ke Jodipan Kita Berfoto

Karena adik terkecil belum pernah ke kampung warna warni + kampung tridi, jadilah liburan ini dia minta kesana. Tiket masuk 3ribu per orang dan dapet gantungan kunci flanel yang bisa dicantolin dimanapun yang engkau suka.

Ini kampung warna warni dan kampung tridi ini beda pintu masuk ya, mereka tersambung jembatan kaca sih. Tapi kalau mau nyebrang kesana kudu bayar lagi 3ribu. Semacam pintu masuk didalam pintu masuk lainnya.


Parkiran motor tersedia didalam, tapi parkir mobil yang ntah sebelah mana. Bahkan kalau naik taksi pun agak susah turun yang pinggir jalan raya yang rame itu, karena sering bikin macet juga. Jadi harus pinter milih tempat turun aja sih. Oiya parkir motor harganya 3-4ribu.


Kampung ini menurut gw keren sih. Bisa berubah dari kampung kumuh pinggir kali brantas, tiba-tiba modal cat aja nih bisa bikin banyak orang dateng. Dan usut punya usut (ini nenek gw kepoin si tukang tiket karena si nenek ga mau jalan masuk krn udah pernah), sehari kalau pas rame weekend atau har…

Reply The Series (Drama Korea)

Ada drama Korea judulnya Reply 1997, Reply 1994, dan Reply 1988. Tiga series Reply ini menurut gw konyol dan relatable banget. Set lokasinya di Busan dan beberapa tempat di selatan Korea yang menggunakan bahasa kental dengan aksen (disebut saturi). Cerita dramanya tentang hal-hal sederhana dalam hidup yang selalu terjadi sehari-hari tanpa terlalu dilebih-lebihkan (bukan berarti nggak dilebih-lebihkan yaa, tapi emang gaya orang Korea emang seperti itu). Semuanya menggunakan cerita kos-kosan ala Korea dari kampung yang relatif sama menggunakan aksen, mereka hidup bersama dan menjadi akrab hingga puluhan tahun lamanya.

Tokoh utamanya, selalu diceritakan menggilai satu artis atau atlet yang mana bisa menunjukkan kegilaan fans Korea terhadap sesuatu. Sekarang ini disebut sasaengpen untuk fans yang rela menunggu idolanya keluar rumah, hadir disetiap konser atau pertunjukkannya dan lain-lain. Hingga saat ini pun masih ada fans seperti itu.

reply 1994
Selain itu, karena faktor aksen, digambar…

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial.

Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja.

Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendidikan kare…

Koruptor Jangan Dipenjara

Siapa yang nggak kenal koruptor? Makin lama makin banyak daftar koruptor yang diajak bermalam di bui. Malang mencetak rekor banyak yang diciduk KPK dalam jangka waktu singkat.

Kalau sudah tertangkap, masuk TV diumumkan, mereka tetiba menampilkan sisi relijius mereka atau tiba-tiba sakit. Rupanya sisi relijius bisa muncul setelah ketahuan korupsi ya. Lumayan lah jadi ingat Tuhan. Ntah inget beneran atau ingat-ingatan aja.

Nilai korupsi mulai dari belasan juta hingga ratusan milyar (atau bahkan trilyun). Nyatanya, hukuman bagi koruptor nggak setimpal dengan kerugian yang rakyat derita. Ada yang cuma 6 tahun, ada yang 10 tahun, percaya atau nggak hukuman penjara mereka jauh lebih ringan daripada kasus pencurian ayam yang cuma sebiji.

Bukan tempat gw ngeracau soal hukum dan tetek bengeknya. Tapi rasa ketidakadilan itu makin lama makin bikin gila. Masa iya, udah dipenjara cuma singkat eh masih bisa pula plesiran keluar masuk penjara semacem penjara ini hotel aja. Hari ini ijin keluar buat…

Book : Ditamparku Oleh Anak Semua Bangsa

Setelah membaca Bumi Manusia, hasratku untuk meneruskan buku kedua sangatlah diluar kewajaran. Ini adalah tanda betapa bagus dan menariknya penggambaran buku itu. Cobalah kutengok gramedia, ternyata tak ada buku disana. Maksudnya buku Anak Semua Bangsa. Di toko sebelah juga tak ada. Yasudahlah akhirnya kubaca via pdf saja lah (ternyata enteng juga baca dari pdf, tapi pegel liat hape trus).

Ohhh Ann yang dibawa pulang ke Belanda ternyata sampe sana mati. Emang ya yang namanya rindu bisa membunuh (semoga gw settle buruan deh sama bojo). Si Ann hidup nestapa bener ya. Oiya yang disuruh pulang ke Belanda ini emang program untuk anak keturunan Belanda-pribumi yang diakui sebagai anak. Kakaknya nenekku juga termasuk yang ikut program "pemulangan" ke tanah leluhur. Nah keturunan Belanda ini sendiri sebenernya nggak pure Belanda, tapi ada juga yang Jerman, Prancis atau negara-negara Eropa lainnya. Mereka menjadi "Belanda" karena biasanya mereka gabung VOC yang secara otom…

Tabunganku Di Mana-Mana

Bukan berarti gw kaya banget, duitnya banyak dimana-mana lol (di aamiin i aja deh semoga cepet kaya cepet bisa punya rumah, seisinya dan kawan-kawannya wkwk).

Jadi Tabunganku disini adalah produk tabungan yang ada disetiap bank. Produk ini produk "permintaan" pemerintah untuk ada disetiap bank agar rakyatnya ini ndak males menabung. Dengan setoran awal hanya 20ribu dan nggak ada fee bulanan serta dengan bunga ringan sekali. Enak kan? Udah nggak ada fee bulanannya, setornya bisa minimal 20ribu aja. Jadi nggak harus nunggu lama buat nabung. Punya duit dikit langsung disetorin deh.

Ada berapakah fitur Tabunganku yang kumiliki?

Ada 3!

Karena kerempongan seorang wanita yang tak usah disebutkan, tercetuslah beberapa rekening bank yang diperlukan untuk memajukan bangsa dan masa depan rumah tangga. Tiga diantaranya adalah Tabunganku yang ada di Bank BNI, CIMB, dan juga BCA. Masing-masing memiliki fitur tersendiri yang bikin kita mikir "Ah yaaa udah lah saling melengkapi jadiny…

Jancok!

Adakah yang bereaksi "Ih dosa mengumpat!" ketika mendengar kata ini?
Kata sumpah serapah ini beken di Jawa Timur. Mungkin bagi orang luar Jatim ada yang nggak tau atau bahkan nggak kenal kata ini. Kalaupun kata ini terdengar di luar Jatim, bisa dipastikan pembawanya adalah orang Jatim (atau orang yang pernah tinggal di Jatim dan terpengaruh oleh orang sekitarnya) terutama Surabaya, Malang, Pasuruan dan sekitarnya.

Pertama kali kenal kata ini dan mengucapkan kata ini, waktu SMP. Karena waktu SD deket rumah, orangtua, guru-guru jadinya agak saru mengucapkannya. Waktu SMP, sekolah agak jauh dikit, kenal "berandalan" yang bawaannya cak cuk an akhirnya ikutlah ngomong cak cuk an. Tapi tetep dong nggak dibawa kerumah, karena pernah ketahuan dan ditabok aja mulut ini.

Banyak versi asal mula kata Jancok ini. Ada yang versi Belanda, versi Jepang, Arab, Jawa sendiri, apapun versinya, masyarakat kala itu setuju bahwa kata ini sebagai kata umpatan yang universal.

Selayaknya …

Book : Jatuh Cintaku Pada Bumi Manusia

Gw tau buku ini justru dari H. Iya dari siapa lagi? Dia bilang katanya buku ini bagus, dia pengen baca. Ada berbagai macam versi bahasa kan ini. Tapi tak kunjung beli hingga akhirnya kemarin kok penasarannya memuncak dan pengen lah beli, kubelilah Bumi Manusia ini. Maksud hati beli versi Bahasa Inggris tapi nggak ada dong, yasudah. Padahal kalo beli versi Inggris kan ntar H bisa baca juga. 

Tapi membeli buku ini dalam versi Bahasa pun tak kusesali sama sekali. Sungguh ini buku bagus banget. Gw baca sample dalam Bahasa Inggris di kindle, terjemahannya bagus bener. Sama sekali nggak merubah esensi dan feel yang ada di buku itu. Begitu gw baca versi bahasa Indonesianya, ya tuhan! Gw jatuh cinta! Bahasa yang digunakan Pak Pram ini aduhai. Gimana ya? Seperti digunakan bahasa baku ala roman romansa tapi masih renyah dibacanya. Nggak kaku. Pinter amat sih nulisnya. Gw jadi iri banget.

Caranya mengutarakan "bercinta"
Gw udah jatuh cinta banget dari segi bahasa, penulisan, dan gayan…

Pentingnya Asuransi Kesehatan

Jujur sih gw kurang paham dengan scene menunggaknya tagihan BPJS ke rumah sakit/faskes yang ditunjuk. Tapi bisa jadi itu juga soal pengguna BPJS yang molor bayar atau malas bayar. Disini juga gw ngga bakal bahas masalah itu karena sangat diluar ranah saya (elahh iyalah gw idupnya sama angka dan huruf korea aja lol).

Histori pemakaian BPJS gw juga sebenernya peralihan dari ASKES (karena babe adalah PNS yang ASKES nya cover buat 2 orang anak juga hingga si anak lulus kuliah) ketika lulus kuliah. Karena selalu terbantu dengan ASKES, maka sesegera mungkin babe daftarin anaknya BPJS. Karena pribadi, kemudian kerja di kantor dan di cover kantor, jadi kudu dialihkan lagi dari BPJS pribadi ke BPJS yang ditanggung kantor dan prosesnya terkendala sekian bulan jadi harus bayar 1,5juta. Setelah dibayar langsung jadi tanggungan kantor (yg sebenernya juga gw ikutan bayar juga kan dipotong gaji). Setelah resign dan harus dipindah ke pribadi lagi, alhasil berbulan-bulan juga jadi bayar 1juta.

Dulu p…

Korean TV Show

Dulu suka banget sama Runningman. Tapi sejak host nya ganti, jadi rada males akhirnya ya lama nggak nonton. Biasanya sih nggak hobi ikutin TV show karena kadang cuma prank aja, kalo nggak gitu game-game yang ntah kurang sreg lah.  Tapi ada dua TV Show yang gw ikutin dari awal.

Master In The House / All the butlers (집 사부 일체) 


Ngikutin ini awalnya karena Seunggi abis main jadi 오공 itu. Jadilah masih pengen nonton ini orang. Tapi lama-lama keranjingan karena host nya sangar semua. Karakternya mengisi satu sama lain. Yang paling gw suka si 상윤 (padahal awalnya nonton ini karena ada Seunggi). Dia lulusan SNU jurusan fisika, otaknya sungguh cerdas dan logis banget (dan juga nggak bisa sama sekali ngerasain sakit dan nggak enak). Sempet heran sih kok bisa ya dia tipe orang jenius tapi aktingnya juga dapet?


Show ini ceritanya mencari wisdom yang bisa didapatkan dari tuan rumah yang diundangnya. Tuan rumahnya selalu unik dan nggak kepikiran ternyata ada orang yang tipe seperti itu. Jadi ini seper…

Magical Places I Would Love To Come Back Again and Again

So far, there are three magical places that I would love to come back again and again. I thought they wouldn't be that special but I was wrong. They are :

Bromo


First time I went to Bromo was 5 years ago (I think) with my Korean friend and it was my birthday present lol. At that time Bromo look so stunning for me although it was a real hard work for me to reach the top of it. I know I am not a big fan of climbing the mountain (although Bromo has stairs there to reach the top, how lazy I am). Going to the top of mountain always tiring and was always give me feeling "Don't climb. You gonna be so tired". But it's all paid off when you reach the top. Waiting for the sunrise always challenging. It is always freezing cold, always crowded during a special ceremony, but again it will be paid off when you see the sun rising and see the villages down there. Whenever I met people who came from countries with 4 seasons, they said "It is cold Pris but not that cold"…

Maingalarpar Yangon

"Jadi besok ke Bangkok?" "Iya trus lusanya ke Yangon" "Myanmar?" "Iyalah" "What the why Yangon?"
Tak pernah terbayangkan akan mengunjungi negeri ini. Pernah sih ngebayangin, tapi cuma ke Bagan. Lainnya nggak. Kesini juga nggak direncanakan karena tiba-tiba ada kerjaan mendadak. Yaudah deh dateng lah kesini. Negeri yang terkenal dengan kasus Rohingya nya ini terkesan serem (Ya nggak?). Tapi Yangon.... aman-aman aja kok. Meskipun memang di beberapa wilayah memang restricted area yang tidak bisa dimasuki kecuali jika kalian adalah aid worker atau orang yang berkepentingan.

Banyak yang nanya kenapa kesana kan nggak bagus. Ya menurut kita sih, sejelek-jeleknya tempat pasti punya kecantikan tersendiri. Kecuali kalo emang kamu bisa masuk tapi nggak bisa keluar itu barulah bahaya. Ini juga karena dia ada kerjaan sih disana, jadi sekalian.

Yangon itu ibarat kotalamanya ASEAN. Cantik banget sumpah. Buat yang suka bangunan kolonial atau semacem…

How I Deal With Plastic Waste Recently

Ceritanya, kita udah berusaha untuk diet plastik. Mengurangi penggunaan plastik kresek ketika belanja (beneran bawa tas sendiri), mengurangi pemakaian sedotan plastik, mengurangi apapun yang menggunakan plastik. Sebisa mungkin begitu. Tapi akhir-akhir ini kusadari kalau ternyata sampah plastik rumah tangga itu nggak sedikit. Dikit-dikit buang plastik. Contoh aja ya, plastik deterjen sekilo itu paling nggak sebulan 2 kali, bungkus pewanginya sebulan juga 2 bungkus, trus plastik mi instan, plastik bungkus barang paketan, bungkus minyak goreng, botol plastik minuman, gelas plastik beli kopi atau minuman, botol plastik deterjen yang nggak ada isi ulangnya (meskipun ada juga bungkusnya plastik), botol-botol saus kecap dll, ada pula karton susu yang tiap minggu paling nggak satu karton satu liter itu. Seriously, ini banyak banget dong sampah plastik ini.

Miris kan, apalagi kita yang cuma remah-remah rengginang dalam kaleng kongguan ini bukanlah siapa-siapa, paling nggak harus berusaha lah …