Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Adakah yang bereaksi "Ih dosa mengumpat!" ketika mendengar kata ini? Kata sumpah serapah ini beken di Jawa Timur. Mungkin bagi orang luar Jatim ada yang nggak tau atau bahkan nggak kenal kata ini. Kalaupun kata ini terdengar di luar Jatim, bisa dipastikan pembawanya adalah orang Jatim (atau orang yang pernah tinggal di Jatim dan terpengaruh oleh orang sekitarnya) terutama Surabaya, Malang, Pasuruan dan sekitarnya. Pertama kali kenal kata ini dan mengucapkan kata ini, waktu SMP. Karena waktu SD deket rumah, orangtua, guru-guru jadinya agak saru mengucapkannya. Waktu SMP, sekolah agak jauh dikit, kenal "berandalan" yang bawaannya cak cuk an akhirnya ikutlah ngomong cak cuk an. Tapi tetep dong nggak dibawa kerumah, karena pernah ketahuan dan ditabok aja mulut ini. Banyak versi asal mula kata Jancok ini. Ada yang versi Belanda, versi Jepang, Arab, Jawa sendiri, apapun versinya, masyarakat kala itu setuju bahwa kata ini sebagai kata umpatan yang universal. ...