Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
Nope! I am not pregnant yet. I just want to talk about pregnancy where people here will consider normal if you get it as soon as possible (or not delaying). Well... I guess I become more flexible nowadays for reasons. We talked in a group and a friend asked about another friend's pregnancy to another friend. Do you get what I mean? Let say friend A ask friend B about friend C whether she is pregnant yet. Instead of asking directly to friend C, friend A chose to ask friend B. I ask why... friend A said that she is afraid that it is not appropriate to ask her directly because she is afraid that friend C might get offended or mad of that pregnancy question (which is like an obligatory question to newlywed). Friend C is married for almost 5 years I believe, so far I know she has no baby yet. Friend A said that she got really offended when people ask her about pregnancy in her first month of marriage. I simply said 'If you get offended then don't try to offend your friend w...