Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2020

BaliSeries (1): Makan di Bali Itu Murah

Gw tinggal di Bali udah hampir 2 tahun, jadi pengen bikin tulisan #BaliSeries. Bukan tentang Bali yang umum diketahui orang, tapi hidup di Bali sebagai orang biasa dengan biaya hidup yang masuk akal. Orang-orang taunya Bali mahal. Padahal nggak juga hey! Tiap kali ada yang tau gw tinggal di Bali, orang pasti bilang "Eh, hidup di Bali kan mahal banget!" Hmm... nggak juga sih. Jadi gw akan tulis harga-harga di Denpasar ya karena gw tinggal di Denpasar. Denpasar yang ibukota dan bukan tempat tujuan utama turis buat plesir.  Gw sering keliling Bali tapi karena gw nggak tinggal di sana jadi gw nggak bisa bilang mahal murahnya. Tapi kalau untuk ukuran turis, harga di daerah utara dan timur bisa gw bilang lebih murah daripada Denpasar, Ubud, atau daerah pantai barat. Oke, tulisan pertama ini gw akan bahas hal yang gw demen. MAKANAN.  Gw secara personal lebih suka makanan Jawa daripada makanan Bali. Makanan Bali cenderung penuh rempah, rasanya kuat. Yaa setelah hampir dua tahun sih g

Beli Mata Uang Asing Pake Jenius

20 CHF Seperti yang sudah pernah gw tulis di sini, gw demen banget sama kartu Jenius. Awal daftar sebagai pemakai Jenius, yang menarik perhatian gw selanjutnya adalah fasilitas jual beli mata uang asingnya. Sebelum kenal Jenius, gw udah rencana buka rekening mata uang asing di salah satu bank terkenal. Tapi, kok Jenius udah punya ya dicoba aja. Eh cocok juga, nggak perlu buka-buka rekening baru lagi untuk mata uang asing lainnya. Mata uang asing ini awalnya hanya 3 yaitu USD, SGD dan JPY. Lah kok cuma 3 ini aja sih, mbok kasih EUR juga. Tapi, karena gw eksperimental orangnya, ya tentu saja gw coba beli USD dan SGD. Harga waktu gw beli SGD masih di kisaran 10 ribuan, pun begitu dengan USD yang masih tinggi saat itu. Minimal pembelian pertama 10 ntah dalam bentuk mata uang asing yang tersedia. Selanjutnya bisa beli mulai dari 1 aja. Jadi itu cuma buka pintunya mata uang asing dulu. Beberapa saat kemudian, muncullah EUR dan kawan-kawannya. Yang lain nggak terlalu gw liat karen

Glühwein Deep Talk in Geneve

I am not a wine person. Alcohol drinks are not my favorite. Not that I can't handle alcohol but I just don't like the taste, but I don't know how far I can handle alcohol since I never get drunk 😯. The weird thing is I can drink glühwein. It smells too strong but I can handle it. This glühwein is available during winter or Christmas. Mulled wine, also known as spiced wine, is a beverage usually made with red wine along with various mulling spices and sometimes raisins. It is served hot or warm and is alcoholic, although there are non-alcoholic versions of it. It is a traditional drink during winter, especially around Christmas My husband had to spend the day at work so I was left alone all day. It was thanksgiving day, 28 November. We decided to grab a drink in the pub nearby to compensate for the time he left me. It was after dinner around 10 or 11. He knew that I can drink glühwein the other night so he ordered one for me although we drink it together 😂 and a glas

Pengalaman Bikin (Free) Schengen Visa di VFS Swiss

I know this is so normal but anyway I like to compare the experiences because people might have different cases and because I have nothing to lose so... here's my experience for applying Schengen Visa via Swiss (VFS). Kenapa nggak via Belanda? Karena rencana kita berkunjung lamanya ke Geneve - Swiss (ada urusan kerjaan suami gw) dan kami belum tau akan ke Belanda apa nggak saat itu (nggak jadi sih soalnya mepet banget).  Seperti yang sudah sering dibahas orang lain perihal syarat dan ketentuan apply Schengen visa, gw nggak akan nulis itu ya. Udah ada di website VFS, lengkap. Gw cuma tambahin dikit-dikit aja infonya yang mungkin sama seperti kasus yang baca kalo emang kebetulan sama sih 😂 "Ok jadi total pembayarannya 280 ribu rupiah ya" "HAH?? Cuma 200an mbak??? Visanya gratis???" "Suaminya masih WN Belanda kan mbak?" "Iya" "Oiya itu gratis, bisa pake visa tipe C. Jadi cuma bayar biaya admin aja"

HELP! Saya tidak bisa membalas komentar di blog

Begini ceritanya, ntah apa yang memulai dan kapan dimulainya. Sejak beberapa bulan lalu saya nggak bisa bales komentar di blog ini dan juga meninggalkan komentar di blog lainnya. Sudah coba bermacam-macam cara mulai atur setting biasanya sampai edit HTML sampai ganti tema blog yang natural, eh masih ndak bisa.  Tampilannya selalu begini, klik apapun nggak bisa menampilkan komentar. Adakah kiranya kawan-kawan yang tau kenapa? 

Quick update

Molly menggendut dan sedang butuh pelampiasan birahi yang akhirnya malah humping guling hello kitty  I am busy LOL ((yes I am making excuses)). Jadi nggak tau kenapa, udah login nggak bisa komen. Udah blogwalking juga tapi nggak bisa komen juga. Jadi kayak missing out gitu. Masih dipelajari kenapa juga. Trus udah lama nggak ngecek blog, eh kok kolom iklannya banyak banget jadi amburadul begitu. Mohon maaf bagi yang baca dan merasa tidak nyaman, saya sendiripun kurang nyaman melihatnya 😂 Jadi, sudah pindah ke tengah kota. Jadi makin dekat dengan segala jenis warung, makanan, resto, minimarket, yaaaa namanya tengah kota kan deket kemana-mananya. Kemudian, baru juga sadar kalo tinggal depan kantor radio yg ya gusti towernya tinggi amat ya 😯 Tetiba pengen jadi penyiar radio, yaaaa 2-4 jam aja lah seminggu 😎 Kemudian pendengarnya kabur semua soale suaranya ndak merdu banget. Minggu lalu mudik ke Jawa. Iya, sekarang bisa ngomong mudik ke Jawa karena beneran beda pulau 😂😂 Nah