Jumat, 23 September 2016

[Piknik] Menyambangi Bromo kala batuk

Ceritanya beberapa waktu yang lalu, bromo lagi batuk-batuk ya. Salah seorang teman dekat ingin mengunjungi bromo. Yasudahlah saya pergi menemani dia. Ehhh la kok pas Bromo batuk. Beneran batuk. I mean lagi aktif. Tapi kita nekat hahaha *padahal pas si mas pengen kesana pas aktif, dilarang-larang beneran. Yang pergi malah yang ngelarang.

Really! Kita berdua nekat dengan modal bismillah hihi

Karena baru pertama kali mengunjungi ketika aktif, pikir saya sih 'ah kita kan nggak deket-deket banget. Cuman liat dari jauh aja kok'. Ternyata kita naik juga ke kawahnya. Dasar ndablek!

Tapi, I am sure and I even can suggest you to come when it is active. It's REALLY beautiful. Beneran, nggak boong kok. Cantik banget. Mana mendung lagi sampe kita balik ke Malang. Ahh nggak nyesel jadi agak ndablek dikit.

Sayangnya, 5 hari kemudian itu Kasada. Duhhh sayang banget.

ini bukan kolam susu lhoooo

cantik kan?

Ini masih pagi banget lho, sekitar jam 7an. tapi foggy begini

Bromonya putih, Batoknya ijo. kontras yang cantiiiikkk

oiya, jangan khawatir, ada toilet yang bersih lho

disuruh antri begini, yang bersih-bersih sempet marahin aku gara-gara melewati batas


 berkali-kali kesini juga masih aja lupa ini namanya pura apa, padahal kalo Kasada ini banjir-banjir yang dateng.



kadang kita sering ngeluh dengan kondisi kita yang kurang lah, yang nggak cukup lah, bosenin lah, anyway this person have to spend his day to sell this Edelweis which cost only 10,000 - 20,000. dan pastinya berjemur gini. nikmat tuhanmu yang mana yang kau dustakan? bersyukur yok....

tapi si abang keliatan kayak bule lagi sun bathing aja deh 

mau tau bunyinya pas lagi aktif? serem sumpah! sama mikir 'ya gustiiii ijinin kita pulang dengan selamat ya'. praktis, kita berdua cuman lima menit diatas gegara merinding gahahaha


 do you have dreams? I have! if you have, then step on each ways you'll face in front of. hard? must be! no gain without pain lah!

ceritanya ini lagi moto eh difoto. lagi moto aja pake pose segala nih

kita berdua nggak sengaja dresscode-nya kembaran. jaket biru, tas nyolot oranye begini. tujuan saya sih cuman satu pake tas warna nyolot begini, biar gampang ditemuin kalo ilang. soalnya hobi banget jalan duluan dan ilang. jadi yang belakang bisa ngeliat nyolotnya tas oranye ini dari belakang 

 salah satu jalan yang disekitar bukit teletubies
focus on what you want to reach! but dont forget to enjoy your life

 we've been together for more than 10years. since we were 14 years old. ya, time flies. We dont always have sweet times only, we do have bitter times. we havent talk for a year but we found that we can still be a friend. especially when we talk about politic and such things. we are def in same frequency 


Ada yang bilang, berapa kalipun kamu ke Bromo, dia akan selalu menawan dan selalu memiliki sesuatu yang berbeda disetiap kunjungannya. Yes, that's true. and I am in love with Bromo

Share:

Minggu, 04 September 2016

Galau gara-gara emas



‘Ka, anterin ke pegadaian dong ntar siang ya, aku mau buka tabungan emas’
‘Oke ayok aku anter siap. Kabarin aja’

Ceritanya ini dia berencana sejak 6 bulan lalu sejak harga emas per gram masih 530 ribu sampai sekarang 580 ribu. 

Jam 12…

‘Mbak, jadi kan?’
‘Nggak jadi Ka, aku galau jadinya’
‘Lah, yawes tak makan siang dulu deh’

Ternyata setelah berbicara dengan si mbak itu, dia galaunya kenapa saudara-saudara???? Takut rugi. Lah?? Bingung dong saya, kok takut rugi itu kenapa dan gimana maksudnya?? Ternyata begini, dia cek harga beli emas per hari itu 580 ribu per gram, sedangkan harga jualnya 560. 

‘Nggak jadi beli Ka, la kok aku rugi 20ribu kalo aku jual’

Wajar dia jadi galau ya, karena ada temannya yang mempengaruhi ‘Nggak usah beli emas, tabungin aja di rekening terpisah. Ntar seneng kalo liat jumlahnya’ à mbak yang satu ini paling anti sama investasi, gatau kenapa, padahal dia cinta mati sama duit.

Kalau itu sih tergantung niat mbak, maunya liat jumlah duit 10 digit di tabungan apa dapat lebih dari itu dari return investasi?

Saudara-saudara, apakah anda membeli emas sekarang untuk dijual besok? Ya nggak mungkin kan. Saya jelaskan lagi ke si mbak, saya nanya bener-bener ini, ‘Mbak mau beli emas sekarang ini, trus mau dijual minggu depan gitu?’. dia jawabnya nggak, tapi dia galau kalau mendadak butuh uang gimana kalo harganya turun. Ok, harus dipisahkan antara dana darurat dan investasi. Tujuan dia menabung emas adalah untuk menabung sebelum dijadikan property berupa tanah atau rumah. Ya, itu juga salah satu tujuan saya. Dan tujuan dia lainnya untuk dijual ketika membutuhkan. Bisa sih, tapi menurut saya harus dipisah. Karena sejauh ini dia belum memiliki dana darurat, jadinya dia masih mencampur adukkan tabungan emasnya dengan ‘kebutuhan dadakannya’ nanti. 



aku cuman mau emasku numpuk kayak gini hahaha (pinjem kok gambarnya disini)

Saya kasih gambaran ke mbaknya, sebut saja ilustrasi seperti ini :

Saya membeli emas bulan februari dengan harga 530 ribu per gram. Saat itu harga jualnya sekitar 510 ribu per gram. Pertengahan bulan agustus, saya membeli dengan harga per gramnya 580 ribu dengan harga jualnya 560 ribu per gram. Kalau saya ingin menjual emas yang saya beli bulan februari itu sekarang, satu gram saja misal, saya sudah untung 30ribu kan pergram. 

Idealnya memang investasi emas batangan ini bukan untuk jarak pendek tapi menengah. Analisis sederhana saya selama menabung ini, saya bisa menyimpulkan modal akan kembali tanpa untung setelah 3 bulan, dan akan mendapatkan sedikit untung dalam 6 bulan. Jadi kalau ingin menjual emas batangannya, tunggu setelah 6 bulan ya biar dapet untung biarpun sedikit. Pakai saja formula kasar saya itu, tiap satu gram selama 6bulan dapat untung 30ribu. Kalau kita punya emas 10gram, untung kita 300 ribu. Kalau punya 50 gram, untung kita satu juta lima ratus kan dalam 6 bulan?

Kalau urusan sewaktu-waktu butuh dana trus dijual, cara mensiasatinya ya kita harus ada dana darurat dulu. Dan menabung emas jauh-jauh hari. Kita memang nggak tau sih kapan keadaan darurat itu datang, makanya sebelum itu harus ada dana darurat dulu. Ya paling tidak mengcover sebagian kebutuhan darurat kita lah. Nggak seketika menjual emas batangan seminggu setelah dibeli. 

Saya bukan financial planner, bukannnn, saya juga sedang berusaha menyehatkan kondisi financial saya. Kemudian si mbak bilang ‘Ka, nanti share lebih lanjut ya soal gimana caranya bagi duit karena emang aku masih bingung baginya, apalagi aku udah punya anak’. Ya seneng dong, pendapat saya ternyata dipertimbangkan. 

Akhirnya dengan saran saya, dia memutuskan membuat rekening baru untuk dana darurat. Dan mengeksekusi investasi emasnya. Jadi duitnya dia dibagi 2, setengah investasi emas, yang setengah buat dana daruratnya.
Keinginan untuk investasi itu bagus, lebih bagus lagi kalau dieksekusi. Jadi nggak ngomong aja. Bisa-bisa duit 5 juta bisa dapet emas 10 gram, eh karena ditunda jadi cuman dapet 8gram deh. Kan sayang. 



Cara menabung emas di Pegadaian bisa dibaca disini ya
 
Share:

Tentang kartu kredit



Ada sedikit cerita dari salah seorang teman saya pengguna kartu kredit. Ceritanya dia menggunakan kartu kreditnya temannya dengan limit 25 juta. Bukan kartu kredit milik pribadi. Sejauh ini sih dia masih bisa bayar tagihannya. Tapi makin lama dia mengeluh karena gaji cuman kayak model aja di catwalk, numpang lewat. Gaji dia sekitar 4juta, dibawah 5juta. Pertama kali dia menggunakan kartu kreditnya itu ketika kami sedang jalan-jalan dan dia melihat running shoes seharga 250 ribu setelah diskon. Buat saya sih nggak penting berapa jumlah diskonnya, yang penting harga akhirnya yang affordable dan barangnya bagus. Menurut saya sepatu olahraga seharga 250 ribu itu sudah cukup bagus dan saat itu dia memang membutuhkan sepatu olahraga. Saat itulah dia menggesek kartu kreditnya secara perdana. Menurut saya, nggak rugi dan smart choice.


smakin banyak kartu kredit yang dimiliki dan digunakan, maka potensi utang semakin besar (pinjem gambar dari sini)



Selanjutnya, tiba-tiba dia bercerita dia membeli dompet seharga 600 ribu. Saya kira dia beli emas batangan satu gram, ternyata cuman dompet. Sorry, dompet 100ribu itu sudah bagus kok. Lagian kita nggak akan pamer dompet kita kan??? Kalau tujuannya pamer barang mahal lho ya. Itu tuh bener-bener nggak masuk akal menurut saya. Nggak rasional aja alasannya untuk membeli, bahannya bagus. Duit mau ditaro dompet harga 100ribu apa 600ribu juga sama aja bentuknya. Nggak mungkin gambar pahlawannya berubah jadi tidur di kasur sutra kan?? Dan…. Tuh dompet juga nempel di saku pantat biasanya kalo cowo bawa dompet. 

Next, dia beli jaket 500 ribu merk beken. Dia agaknya menjadi social climber sekarang. Nggak masalah jadi social climber asal nggak keblinger. Alasannya kali ini adalah bahannya enak, dipake nyaman, dan itu harga diskon. Duh diskon aja masih 500ribu. Saya kemaren beli jaket harga 200 ribu udah uwenakkkk banget dipakenya. Kata teman saya yang di Liverpool, ‘kok diskon tapi masih mahalan di sana sih? Di Liverpool aja harga diskon udah 200an. Jaket yang kamu pake itu cuman 200ribu di Liverpool’.


iya kalo jaket sama jeans mahalnya bisa seketika bikin dia sebeken dan seganteng mas Siwon yang satu ini. btw, abang Siwon ini cinta Indonesia banget lho, tiap 17agustus selalu ngucapin happy independence day kecuali tahun ini karena wamil (pinjem gambar di sini)



Seminggu abis beli jaket, dia beli jeans seharga 999,900 rupiah. Ini bener-bener membelalakkan mata kita para pendengar. Jeans sejuta??? Udah bisa beli 5 jeans ku deh. Dia bilang ‘diskon ini beneran, enak banget pakenya’. Come on!! Harga memang mempengaruhi rasa, tapi kalau bisa dapat harga dibawahnya dengan kualitas dan rasa yang sama ya ngapain beli yang mahal sih ya. Itu prinsip saya sih. 

Kemudian dia membeli tiket penerbangan ke Singapura, harga 1,500,000 sudah dapat tiket PP Jakarta – Singapore dengan penerbangan bagus. Oke yang ini masuk akal. Ini juga belinya pake kartu kredit. Dicicil tiap bulan 250ribu selama 6bulan.

Yang paling terbaru ini dia baru saja beli MACBOOK seharga 16 juta (atau 21 juta lah itu) dengan cicilan tiap bulannya 800 hampir 900ribu. Well.. ini masuk kategori keinginan karena dia tidak membutuhkan laptop pribadi untuk bekerja, dia juga tidak memiliki hobi yang berhubungan dengan utak atik laptop dan pemrograman, dia beli karena ingin hits kalau dibawa ke kafe si apple-nya bisa nyala idup kece gitu. Saya juga pengen sih, kalau cuman keinginan aja hahaha! Kecuali kalo saya udah ada duit 500juta


hemm hemmm ini lho bikin ngiler (gambar pinjem sini)



Kondisi dia saat ini dengan gaji kisaran 4-5juta, dengan memiliki cicilan 900 ribu untuk motor, 800 ribu untuk macbook, 250ribu untuk pesawat ke Singapore, nggak tau sih cicilian jeans sejutanya udah kelar apa belom, tapi yang jelas hampir setengah gajinya dihabiskan untuk cicilan kartu kredit. Harga kos dia satu juta. Sudah menghabiskan 3 juta untuk itu. Belum lagi kebutuhan seperti kosmetik, pulsa, bensin, apakah cukup 500 ribu? Karena saya tahu kosmetik dia juga nggak murah. Mana dia juga hobi makan lagi, makan ditempat mahal dan hobi nonton. Sebulan bisa lebih dari 4 kali nonton diluar dan kebanyakan di akhir pekan. Saya tanya sama dia, kamu punya sisa duit nggak sebulan, dia jawabnya tidak punya. Keuangan dia tidak kurang dan tidak sisa. Pas. Abis.  

Apakah itu salah? Nggak. Sama sekali nggak salah. Toh dia membeli semua keinginannya dengan hasil jerih payahnya sendiri. Dia masih juga bisa membayar cicilan kartu kreditnya. Dia juga makan nggak minta saya. Jadi nggak ada yang salah kan? Emang nggak salah, cuman sayang aja. Sayang penghasilannya nggak habis buat disimpen atau di investasikan untuk masa depannya. Gemes kadang. Duhh iya kalo gaji kamu itu sebulan 20 juta, kamu bisa beli macbook seharga 16 juta kontan nggak utang kartu kredit. Dan dia merencanakan untuk apply kartu kredit lain lagi katanya demi diskon kalau pas terbang. Ngejar promo penerbangan ceritanya. 

Memang banyak keuntungan yang ditawarkan kartu kredit, termasuk bisa beli buku dari luar negeri yang sayangnya bank disini masih belum bisa memfasilitasi debet untuk pembayaran yang serupa kartu kredit. Tapi jangan lupakan efek negatifnya kalau kita kebablasan. Bukannya saya melarang untuk menggunakan kartu kredit ya. Semua tergantung niatnya. Kalau cuma bikin kartu kredit untuk memenuhi keinginan tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan kita, pesan saya cuman satu, hati-hati. Hati-hati dikejar debt collector. Sifat dasar manusia memang tidak pernah puas. Karena itu ada bagian dari sifat dasar yang diberikan Tuhan kepada manusia. 


who wanna help Santa out? hahaha (pinjem di sini ya)



Saya mah berharap perbankan Indonesia majuin sistemnya biar kartu debet bisa dibuat bayar tanpa gesek. Anda pemegang kartu kredit? Bijaklah dalam memakainya!



Dilarang sama mas buat apply kartu kredit, katanya takut nanti saya dililit utang gara-gara celamitan hahaha
Share: