Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2016

Investasi Valuta Asing? Nah, thanks

Warna warni Sanur. Pertanyaan pagi ini gw dapet dari temen gw nanya "USD gimana? Pengen beli gw" Ya gw tanya balik, buat apa? Buat investasi katanya. Gw secara personal nggak punya niatan investasi valuta asing. Ya kalo soal jual beli valas sih udah sering banget. Tapi gw nggak anggap itu investasi karena ... gw selalu doa baik buat negeri gw 😂 Inget nggak sebelum tahun 1998 yang mana USD 1 = IDR 2,000, lalu Soeharto lengser diikuti dengan krismon 98, USD 1 = IDR 16,650. Banyak yang bilang, "Bayangkan dulu sebelum taun 98 punya tabungan USD 1000, jadi berapa kali tuh pas tahun 98? Untung banyak kan?" Ya banyak, tapi ya bangsat. Maksud gw, apakah kondisi saat itu baik bagi seluruh rakyat Indonesia? Oh tentu tidak. Harga beras dari yang nggak sampai IDR 100 aja jadi berkali-kali lipat harganya. Emang sih dari beberapa kali dapet duit dalam bentuk selain IDR di saat naik-naiknya kurs itu ya gw seneng banget karena konversinya jadi lebih mahal. Tapi itu waktunya juga

[Piknik] Menyambangi Bromo kala batuk

Ceritanya beberapa waktu yang lalu, bromo lagi batuk-batuk ya. Salah seorang teman dekat ingin mengunjungi bromo. Yasudahlah saya pergi menemani dia. Ehhh la kok pas Bromo batuk. Beneran batuk. I mean lagi aktif. Tapi kita nekat hahaha * padahal pas si mas pengen kesana pas aktif, dilarang-larang beneran. Yang pergi malah yang ngelarang. Really! Kita berdua nekat dengan modal bismillah hihi Karena baru pertama kali mengunjungi ketika aktif, pikir saya sih 'ah kita kan nggak deket-deket banget. Cuman liat dari jauh aja kok'. Ternyata kita naik juga ke kawahnya. Dasar ndablek ! Tapi, I am sure and I even can suggest you to come when it is active. It's REALLY beautiful. Beneran, nggak boong kok. Cantik banget. Mana mendung lagi sampe kita balik ke Malang. Ahh nggak nyesel jadi agak ndablek dikit. Sayangnya, 5 hari kemudian itu Kasada. Duhhh sayang banget. ini bukan kolam susu lhoooo cantik kan? Ini masih pagi banget lho, sekitar jam 7an. tapi foggy be

Galau gara-gara emas

‘Ka, anterin ke pegadaian dong ntar siang ya, aku mau buka tabungan emas’ ‘Oke ayok aku anter siap. Kabarin aja’ Ceritanya ini dia berencana sejak 6 bulan lalu sejak harga emas per gram masih 530 ribu sampai sekarang 580 ribu.  Jam 12… ‘Mbak, jadi kan?’ ‘Nggak jadi Ka, aku galau jadinya’ ‘Lah, yawes tak makan siang dulu deh’ Ternyata setelah berbicara dengan si mbak itu, dia galaunya kenapa saudara-saudara???? Takut rugi. Lah?? Bingung dong saya, kok takut rugi itu kenapa dan gimana maksudnya?? Ternyata begini, dia cek harga beli emas per hari itu 580 ribu per gram, sedangkan harga jualnya 560.  ‘Nggak jadi beli Ka, la kok aku rugi 20ribu kalo aku jual’ Wajar dia jadi galau ya, karena ada temannya yang mempengaruhi ‘Nggak usah beli emas, tabungin aja di rekening terpisah. Ntar seneng kalo liat jumlahnya’ à mbak yang satu ini paling anti sama investasi, gatau kenapa, padahal dia cinta mati sama duit. Kalau itu sih tergantung niat mbak, maunya liat ju

Tentang kartu kredit

Ada sedikit cerita dari salah seorang teman saya pengguna kartu kredit. Ceritanya dia menggunakan kartu kreditnya temannya dengan limit 25 juta. Bukan kartu kredit milik pribadi. Sejauh ini sih dia masih bisa bayar tagihannya. Tapi makin lama dia mengeluh karena gaji cuman kayak model aja di catwalk, numpang lewat. Gaji dia sekitar 4juta, dibawah 5juta. Pertama kali dia menggunakan kartu kreditnya itu ketika kami sedang jalan-jalan dan dia melihat running shoes seharga 250 ribu setelah diskon. Buat saya sih nggak penting berapa jumlah diskonnya, yang penting harga akhirnya yang affordable dan barangnya bagus. Menurut saya sepatu olahraga seharga 250 ribu itu sudah cukup bagus dan saat itu dia memang membutuhkan sepatu olahraga. Saat itulah dia menggesek kartu kreditnya secara perdana. Menurut saya, nggak rugi dan smart choice . smakin banyak kartu kredit yang dimiliki dan digunakan, maka potensi utang semakin besar (pinjem gambar dari sini ) Selanjutnya, tiba-tiba