Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit. Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya. Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego. Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...
Bagi sebagian orang, menulis bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Bukan hal yang asyik juga untuk dilakukan. Tidak semua orang menyukai hal yang sangat saya sukai ini. Dengan berbagai alasan, menulis menjadi sesuatu hal yang membosankan dan menyulitkan. Bagi saya, hanya satu hal dalam menulis yang sangat menyulitkan saya, menulis puisi. Saya bisa menulis semua hal yang langsung, jelas dan tertuju dengan pasti, tapi lain halnya dengan menulis puisi atau hal abstrak lainnya versi sastrawan. See, biarpun saya hobi menulis, tapi saya juga masih memiliki momok tersendiri dalam menulis. Beruntungnya, menulis puisi hanya ada dikelas bahasa Indonesia hehe. Saya cenderung menulis hal-hal sosial disekitar. Menulis hal disekitar bisa jadi menjadi hal yang mudah. Hmm jangan salah. Menulis semudah apapun selalu membutuhkan pemikiran yang rumit. Rumit dalam artian menulis bukan asal tulis. Apalagi sekarang ada hukum-hukum terkait tulisan terutama dalam bentuk digital dan terlebih lagi itu sesua...