Skip to main content

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Tablet PC

Apalah fungsi tablet PC yg ramai beredar saat ini? Mulai dari tablet dg merk ala kadarnya hingga merk buah digigit itu, dengan harga dari yg paling murah sampai harga yg sebesar satu sepeda motor.

Apa sebenarnya esensi kepemilikan tablet? Tablet sebenarnya adalah alat yg berada ditengah2 diantara hp dan laptop. Jika digunakan dg tepat, tablet bisa jd barang yg sangat bermanfaat dan penting bagi orang tersebut *sebut saja saya, untuk skype hehe*. Tapi si tablet udah kebeli pas saya masih ngajar kok. Jadi dia berfungsi sebagai alat bantu ngajar. Tadinya mikir, tablet buat para eksekutif *terutama yg muda, yg tua mah biasanya gaptek hehe* itu fungsi banget, tapi setelah kerja dikantoran juga si tablet tak kunjung berfungsi. Ehhh berfungsi sih jadi alat buat cek email kantor *rajin kan, pake ngecek email kantor aja diluar*.

Alasan orang membeli tablet bermacam2. Ada yg untuk kerja *seperti alasanku*, untuk akses skype lebih mudah *alasanku juga nih, gegara hp biar kata smart tp udah deketin level stupid*, ada yg buat baca buku seperti ebook *paling males baca buku di tablet*, ada yg buat game *tab ku bersih dari game*, ada juga yg buat gaya2an *sama sekali bukan alesanku*. Padahal 'menghidupi' tablet jg nggak murah. Disaat provider2 murah smakin menyiksa ketika digunakan skype dan browsing, akhirnya kuputuskan menggunakan vendor yg agak mahalan. Berhubung kebutuhan tablet yg besar dan memakan banyak megabyte, akhirnya diputuskan dg berat hati menggunakan paketan internet yg besar dan mahal. Nah. Sedih kan.

Jadi alat ini sedikit banyak menggantikan fungsi laptop dan hape 'smartku'. Smartphone yg hanya sanggup sms, telpon, dan whatsapp ini akhirnya terbantu dg kehadiran tablet. Saya juga rajin blogging pakai tablet. GPS juga sangat membantu, krn kan gede ya tampilannya, matanya nggak sliweng ngeliatnya. Trus yg paling penting bisa skype dg lancar hehehe

Pilihan tabletpun bermacam2 berdasar harga. Ada yg muraaahhhh banget dg tampilan dan kemampuan seadanya, ada yg cukupan lah kayak tablet kepunyaan saya, ada juga yg kemampuannya canggih dan uwaw banget.

Jadi semuanya tergantung pilihan masing2. Kalau ada dana yg cukup dan memang butuh sih ya silakan beli. Asal gak maksain buat gaya2an dan duitnya ga cukup *sekali lagi gak usah pamer2 gak penting. Eh tapi pamwr adalah hak seseorang sih, cuman kadang sebel aja liat orang pamer*. Dan thanks to my tablet ya karena terbantu dia jadinya ga perlu upgrade smartphone dulu hahaha *smartphone pertamaku yg paling berkesan karena bersejarah*.

Comments

Popular posts from this blog

If Money Wasn't The Problem, What Would You Do?

In this extraordinary life, I would be a teacher still.  Helping people to understand even some little things to make them feel worthy and understand themselves better. It seems that teaching has become a calling for me. Not about teaching such specific subject like mathematics or so, but more like... I like to give new perspectives for people, and having them saying "Oh.... I see..." is satisfying for me. Of course, by teaching I can learn so many new perspectives from different people too. It's like the more I teach the more I learn, and that is so true. Maybe more like a guide. I like giving guidance to people who needs it. No, I don't like giving unsolicited guiding. I like to guide people who wants to be guided. I'd teach them how to love, love themselves first. Yea sure when we are talking about things, they would say "do useful things like engineering, plumbing, this and that" but they tend to forget that we need some balance in life. Not saying t

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad