Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Tablet PC

Apalah fungsi tablet PC yg ramai beredar saat ini? Mulai dari tablet dg merk ala kadarnya hingga merk buah digigit itu, dengan harga dari yg paling murah sampai harga yg sebesar satu sepeda motor.

Apa sebenarnya esensi kepemilikan tablet? Tablet sebenarnya adalah alat yg berada ditengah2 diantara hp dan laptop. Jika digunakan dg tepat, tablet bisa jd barang yg sangat bermanfaat dan penting bagi orang tersebut *sebut saja saya, untuk skype hehe*. Tapi si tablet udah kebeli pas saya masih ngajar kok. Jadi dia berfungsi sebagai alat bantu ngajar. Tadinya mikir, tablet buat para eksekutif *terutama yg muda, yg tua mah biasanya gaptek hehe* itu fungsi banget, tapi setelah kerja dikantoran juga si tablet tak kunjung berfungsi. Ehhh berfungsi sih jadi alat buat cek email kantor *rajin kan, pake ngecek email kantor aja diluar*.

Alasan orang membeli tablet bermacam2. Ada yg untuk kerja *seperti alasanku*, untuk akses skype lebih mudah *alasanku juga nih, gegara hp biar kata smart tp udah deketin level stupid*, ada yg buat baca buku seperti ebook *paling males baca buku di tablet*, ada yg buat game *tab ku bersih dari game*, ada juga yg buat gaya2an *sama sekali bukan alesanku*. Padahal 'menghidupi' tablet jg nggak murah. Disaat provider2 murah smakin menyiksa ketika digunakan skype dan browsing, akhirnya kuputuskan menggunakan vendor yg agak mahalan. Berhubung kebutuhan tablet yg besar dan memakan banyak megabyte, akhirnya diputuskan dg berat hati menggunakan paketan internet yg besar dan mahal. Nah. Sedih kan.

Jadi alat ini sedikit banyak menggantikan fungsi laptop dan hape 'smartku'. Smartphone yg hanya sanggup sms, telpon, dan whatsapp ini akhirnya terbantu dg kehadiran tablet. Saya juga rajin blogging pakai tablet. GPS juga sangat membantu, krn kan gede ya tampilannya, matanya nggak sliweng ngeliatnya. Trus yg paling penting bisa skype dg lancar hehehe

Pilihan tabletpun bermacam2 berdasar harga. Ada yg muraaahhhh banget dg tampilan dan kemampuan seadanya, ada yg cukupan lah kayak tablet kepunyaan saya, ada juga yg kemampuannya canggih dan uwaw banget.

Jadi semuanya tergantung pilihan masing2. Kalau ada dana yg cukup dan memang butuh sih ya silakan beli. Asal gak maksain buat gaya2an dan duitnya ga cukup *sekali lagi gak usah pamer2 gak penting. Eh tapi pamwr adalah hak seseorang sih, cuman kadang sebel aja liat orang pamer*. Dan thanks to my tablet ya karena terbantu dia jadinya ga perlu upgrade smartphone dulu hahaha *smartphone pertamaku yg paling berkesan karena bersejarah*.

Comments

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Mengenal Nyai, Eyang Buyut Orang Indo Kebanyakan

  Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang darah campuran Eropa, saya pernah janji nulis tentang orang Indo dan Nyai, nenek buyut dari para Indo kebanyakan. Sekarang kita liat definisi dari Indo sendiri. Jadi Indo (Indo-Europeaan atau Eropa Hindia) adalah para keturunan yang hidup di Hindia Belanda (Indonesia) atau di Eropa yang merupakan keturunan dari orang Indonesia dengan orang Eropa (Kebanyakan Belanda, Jerman, Prancis, Belgia). Itulah kenapa saya agak risih mendengar orang menyebut Indonesia dengan singkatan Indo. Karena kedua hal itu beda definisi dan arti. Sekarang apa itu Nyai? Apa definisi dari Nyai? Nyai adalah seorang perempuan pribumi (bisa jadi orang Indonesia asli), Tionghoa dan Jepang yang hidup bersama lelaki Eropa di masa Hindia Belanda. Hidup bersama atau samenleven yang artinya kumpul kebo, tidak menikah. Fungsinya nyai itu apa? Fungsinya diatas seorang baboe dan dibawah seorang istri, tapi wajib melakukan kewajiban seorang baboe dan istri. Karena mem

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men