Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Terbiasa Manja

Orang Indonesia manja?? Kata siapa?? *kata saya barusan hehe*

Selama hampir 25 tahun menjadi orang Indonesia, bisa saya katakan iya. Orang indonesia itu terbilang manja. Gimana mau nggak manja, apa2 maunya instan. Sampe jadi PNS aja maunya instan *oops rasis! Nggak semua kok, tap banyak emang*.

Kenapa saya bilang orang Indonesia itu manja? Karena yaa jarak yg bisa ditempuh 10menit berjalan kaki aja naik motor. Alasannya satu, panas! *alesan gue tuh*. Indonesia kan panas ya saudara saudari. Nah ada lagi, kalau mau laundry pakaian maunya dijemput trus ntar dianter *aku banget*. Enak kan... baju kotor udah ada yg ambil, ntar kalau bersih juga dianter, kita tinggal bayar. Murah lagi. Gimana mau nggak manja?

Orang Indonesia juga kaya2 lho. Banyak dari mereka yg memiliki asisten rumah tangga. Semua pekerjaan rumah tangga bukan kita yg menangani melainkan asisten yg kebanyakan dibayar dibawah UMR bahkan ada yg kurang beruntung akan diberikan bonus siksaan majikan. Nah kan. Manja banget ya kita.

Sebenarnya bukan apa2, kita memang smakin lama smakin ingin memudahkan diri sendiri. Karena kadang faktor keamanan juga menjadi salah satu alasan untuk melakukan hal itu *maksudnya laundry yg dianter jemput gegara ga tau alamat laundrinya dan itu slalu malem, daripada aku diculik kan mending diambil aja*. Bisa juga faktor malas! Ahh ini memang alasan utama dari semua kenyamanan yg kita rasakan.

No problem jika kita ingin nyaman. Masalahnya, jika suatu saat kita berada pada situasi yg tidak memungkinkan untuk bermanja -manja ria apa yg akan terjadi? Tentunya bingung dan kelabakan.

Sebaiknya kita semua menjadi seorang manusia yg fleksibel bisa melakukan apapun. Ada kalanya kita bersantai ria dg melakukan smua kemanjaan duniawi tersebut, namun ada kalanya juga kita harus bersusah payah mengerjakan semuanya sendiri. Demi siapa? Demi diri sendiri juga kok. Menempa mental itu saudara saudara.

Selamat pagi selamat beraktifitas bersama orang tersayang :)

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …