Kamis, 31 Desember 2015

Time runs so fast

Tomorrow is 2016. Time runs so fast. I still remember the first day on 2015, I felt that “Okay.. it gonna be next 12 months”. But time runs so fast. So fast. I felt it’s still January, but yesterday I realize that it is December already. Oh well..
 
What had happened in 2015?

As a life, there are always 2 opposite things. Like happiness and sadness. Like black and white. Like up and down. I felt it much. I remember when I went to Jakarta 2 times in a month. I moved to a new place, a place that wouldn’t be my choice but now I am used to it *unless, someone who always ask me to resign and move back to my lovely place*. First half of year 2015 was great. And next half of year 2015, problems comes one by one. No use to write the problems but yeah problem just a problem. Also I have to wait more… ok.. no problem *it used to be a problem, but now*. I did cried a lot and more often than usual. Just to release the burdens.

My mind couldn’t remember all of things that had happened in 2015.

Wishes for 2016?

Well.. everyone wants to be better day by day. It’s not about the year, just everyone have to be better day by day. And have benefits for others. Me and my beloved people stay healthy, safe and most of all we should be thankful for everything that we have.

For a moment, I lose all my cheerful, lose hope, being pessimistic, didn’t trust anyone, lose everything. I didn’t consider myself as the most person that suffers from all difficult problems, no. just… weary. All those problems happen almost in same time. I even couldn’t believe that it happen to myself. Not about this problem could happen to me, no, but about losing all of my optimist character, cheerful, trust. For a moment, yes.

All that I need is time. Because it will be healed by the time. It could be so hurting now, but I am sure it will be healed soon. Usually I don’t need much time to be healed, but for now I need much more time to be healed. 

Karena memang sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan manusia.

Well.. it is life. It won’t stop until it is asked to.

Thank you and sorry for everyone, for every moments, for everything in whole 2015.

Let’s be positive and optimist in 2016!!

 

Share:

Selasa, 22 Desember 2015

Walking in Malang and Surabaya

Ok.. now I want to write about safety level of walking in Malang and Surabaya

Well.. I love to walk. I often walking. Why? Because I am lazy to exercise so this is the only one simple sport that I can do everyday hahaha *an excuse*

When I was in Malang, I walked a lot. Walking to campus, to my work place, to closest mall, even to somewhere that located a bit far from my place. I love to walk when I was in Malang. Because Malang air always refreshing and it is safe to walk everytime even at midnight *I did it often*.

Yeah this is the simplest exercise that people can do. I walked at least 30mins a day, if I am not going anywhere. But I did more than that. Especially after raining, hmmm Malang is so beautiful and the best thing that you can do is walking enjoying Malang.

And now... I am staying in Surabaya. I tried to walk, but everytime I walk I feel like people look at me and feel like "hey, who are you walking on my area!",  and never feel safe. People always talk to me impolitely. No comfortable place to walk. Even I always feel that you will be safe more when you are riding motorbike. I asked my friend and she told me the same. She never want to walk here because it not real safe, she prefer riding her motorbike. Well.. I have same opinion like her. Its more more safe to riding something than walk. I never feel safe to walk here, moreover I cant enjoy it.

So what is the differences now?? The differences now, for 4 months since I moved here, I cannot walk for a long time now. It hurt my legs now hahaha

Walking is relaxing. When I feel so tired and a bit stress, walking is kind of healing for me. Can enjoy everything and talk to myself. Well..

Hmm.. apapun jika kita bisa mensyukurinya, maka akan selalu menjadi berkah bagi kita. So yes, Alhamdulillah saja ya :)

Share:

Senin, 07 Desember 2015

Dari seorang kakak untuk adiknya

Terlahir menjadi anak pertama adalah salah satu kebanggaanku. Menjadi anak pertama tentu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap orangtua dan adik2nya. Menjadi anak pertama harus rela menjadi “kelinci percobaan” untuk orangtua. Menjadi pribadi yang kuat adalah suatu keharusan. Menjadi seorang yang tegas dan bisa memimpin adalah kewajiban. Menjadi seseorang yang bisa dijadikan role model adalah satu hal yang harus dilakukan.

Awalnya kurasakan ini semua tidak adil jika semua ‘kegagalan’ harus kualami sendirian karena efek dari ‘percobaan’ orangtua. Aku yang harus merasakan sekolah jauh dari rumah, sedangkan adikku bersekolah dekat dari rumah, awalnya kurasakan sangat tidak adil. Namun seiring waktu aku mendapatkan pengalaman lain yang tidak didapatkan adikku. Dan dari semua pengalamanku yang tidak didapatkan oleh adikku, aku merasa bahwa itu sudah cukup. Denganku yang mempunyai beberapa pengalaman itu sudah cukup untuk menasehati adik-adikku dan memberikan gambaran atas hal tersebut.

Aku yang merasa “salah jurusan” ketika kuliah, tapi ternyata jurusan itu tidak salah malah menjadikanku istimewa dan bisa memberikan saran-saran untuk adikku agar dia tidak “salah jurusan” sepertiku.
Menjadi seorang kakak dengan beban tanggung jawab moral kepada adik-adiknya dan orangtua tidaklah mudah. Hal itu sedikit “menuntutku” untuk belajar lebih dan terus belajar untuk memberi contoh baik kepada adik-adikku.

Aku sudah pernah merasakan beratnya kuliah dan terbesit keinginan untuk berhenti kuliah. But special thanks for my sweetest angel, mom, who always encourage and support me in every single step of my life. Aku sudah bisa menunjukkan bahwa aku tidak menjadi beban orangtua dengan menjadi pengangguran. Alhamdulillah mendapatkan pekerjaan karena doa mama yang terus-menerus dan juga karena “skill dadakan karena beban menjadi anak pertama” yang membuatku bertahan dan mendapatkan ini semua. Restu mama adalah restu Allah. Mungkin itu yang membuat jalanku sejauh ini lancar. Setiap kali mencium tangan mama, kata yang tidak pernah mama lewatkan setelah mencium keningku adalah “Sukses yo nduk”. Itu ampuh dan mujarab.

Ada kalanya sang kakak menjadi rapuh dan lelah akan semua beban dan kewajiban yang diembannya. Tapi saat lelah itu, selalu ada mama yang menguatkan. Karena mama adalah sosok yang tak akan pernah terlihat lemah dimata anak-anaknya. Iya, mama selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Terlebih menitipkan doa lebih untuk anak pertamanya dengan harapan anak pertamanya bisa membimbing adik-adiknya.

Ku akui, adikku jauh lebih pintar dariku. Dia pintar karena sangat rajin belajar. Sangat berbeda denganku yang lebih “pintar karena beruntung”. Oleh karena itu, kepintarannya harus benar-benar dikelola agar tidak percuma. Sudah saatnya memberikan saran terbaik untuknya yang akan melangkah ke gerbang “real life”. Tahun terakhirnya sekolah SMA, mulai dihabiskan dengan mencari sekolah dan jurusan yang “tepat” dan sesuai dengan pekerjaan yang diimpikannya. What can I do for her? Giving her advices. Dan menunjukkan beberapa prospek dari jurusan yang dipilihnya. Sudah saatnya bagiku mengarahkan impiannya. Bukan mengatur, tapi memberikan pandangan positif negatif dari satu hal.

Hei adikku Dhea, yg sering dibilang kembaranku, ada saatnya nanti aku akan mengajarimu bagaimana caranya menjadi seorang seseorang yang disegani orang lain, menjadi seseorang yang tidak mudah diremehkan orang lain, menjadi seseorang yang bisa memikat lelaki dengan otaknya, tentu kau ingin memiliki lelaki yang pintar kan ? Tenang saja, aku akan mengajarimu memikat hati lelaki pintar itu. Aku juga akan mengajarimu menjadi seseorang yang bisa membanggakan keluarganya, menjadi seseorang yang manfaat untuk sekitarnya, ada saatnya akan kuajarkan sedikit ilmuku tentang hal-hal tersebut. Karena kamu juga perlu belajar menjadi “pintar” dikehidupan yang sesungguhnya.

Belajarlah dengan giat dan rajin, raih semua impianmu yang kau gantungkan tinggi diatas sana, tapi jangan lupa untuk berbagi dan menjadi manfaat bagi sekitarmu terlebih jangan lupa untuk berbahagia :)

Share:

I am still the same

Now I found the reason why I really love to be under the rain.

Last night mom told me about how I love the rain drops. When I was kid, daddy was riding motorbike, and I sat in front. For some people, it is not safe. But for me, it is interesting. A lot. When raining, and I sat in front, I always love to feel the raindrops on my hands and face even sometimes “drink” it. It is totally fine and fun. Well.. maybe dad and mom just a bit angry to me. They thought that it is not safe to ‘drink’ the raindrops. But I love it, even now. I mean I don’t drink it anymore, I just feel the raindrops on my hands, my face.

I thought it is only I was kid that’s why I love under the rain. Every kids love it. I remember that I love to do it. But it is the thing that I always do when raining now.

It is like healing. What kind of healing? From stress, from everything. When I feel that I need to be alone, to introspect myself, raining will be the best thing for me. feel the raindrops always be the best time for me. the only problem maybe parents will get mad to me because it will get me flu and cold haha. But I love it

Now I realize how I love to be under the rain and feel the raindrops.

Share:

Jumat, 27 November 2015

Mamaku wonder woman

If you ask me, who is the one you adore in your life? Well.. the answer will be that answer only, mama. I adore her very much. She is super hero in my life, super woman, super and so super.

Why?

Still asking why?

Mama is the one who deliver me to the world. She brought me on her belly for more than 9 months and giving birth, vaginal birth, that must be so much in pain. She need more than 9 hours to feel the pain. I am her oldest so it must be so hard to have baby for the first time. She dedicate her life to be a housewife to take care of husband and daughters. She is fulltime housewife. Although she breastfeed me only for months *and people said I am cow daughter*, I know that must be hard not to breastfeed me. She always be so careful in taking care of me because I am her oldest one. I gave her first experience in taking care of baby. And of course giving her tiresome days even now.

She never treat me like a princess. She always ask and teach me to be a strong girl like her. She teach me how to be responsible to everything we did, teach me how to cook *even I have to learn more and more*, teach me how to teach my kids later *I learn when she educate me*, teach me how to love others, teach me how to respect people although they hurt us, teach me how to be a good sister and model for the youngers, teach me to be patient, teach me to pursue higher education, teach me to be someone that family will proud of me, and teach me how to choose a man.

She is very good in cooking. Her foods will always be my favorite ever. No chef can beat her in cooking. I have to learn how to cook and be a good chef for my husband and kids later. She is not like a princess. She can do almost every works that men do. That’s why I said she is super woman. Because in my eyes, she could do everything. That so super. And she will be so feminine on the other day. She is good at putting on make up. I am growing up and we are often sharing our stuff like hijab, shoes *paling sering*, even shirts, also lipstick, and eyeliner. Hah that what women does when we are in front of mirror.

She consider me as a woman now. She tells everything about her problem to me. She consider my opinion now although I never give specific opinion.

What she ask from me? she ask nothing. Is she wants a lot of money to give? No. she don’t want it. She only want I become success woman in everything I do, be a good wife and mom, and giving birth cute kids hahaha. She always joking like “Hmm what if I request something to you. Can I?”, “Oh yes please, what do you want?”, “Give me cute grandson and granddaughter who have blue eyes” hahahahha *itu juga gue mau hahaha*

She did everything to me, for me, for us. Things I really want to do for her is make her happy. That’s all.

I cursed some people who hurt her. And she said “No, no need to curse them. Just prove them that you can do better than them, don’t think and listen about them. They are doing this because they are jealous to us. That’s all. No need to hate people”

Yes… that’s true. Absolutely true. I just feel like she is so wise.

I don’t mind you hurt me, because so far, for 24 years, I only getting hurt twice. That means I will feel hurt when you hurt me. but when you hurt mama, you gonna hurt me too!

Don’t ever dare to touch my mom otherwise I will give you something “sweet” as a revenge :)

If you ask me about my dreams, one of my dream is becoming a woman like mama. She is a role model for me as a wife and mother. Best one for me

All of this things I do and I have now, all because of her. Kalau ada yang Tanya apa rahasianya, doa ibu tentunya. Itu adalah doa paling sweet paling mujarab, paling everything. Doa ibu untuk anak-anaknya.Seorang yang selalu sabar dalam hal apapun. Mamaku emang sabar banget biarpun pas kecil aku sering dicubit, dipukul tapi aku sadar itu adalah cara didiknya yg membuatku jadi pribadi yang tahan banting dan kuat mental. She is my mama. Thank you for all things you did for me. Love you always mama :)

*mama kemarin kirim foto masa kecilku disertai narasi unyu sebelum aku kerja hahaaha.. that so cute.. maybe she miss me already haha*

When she was very young. Hot mum haha
And her lovely husband -- papa
Oh thats meeeeeee
Share:

Kamis, 26 November 2015

Ah demo buruh lagi

Hai… lagi-lagi menyoal pendidikan ya. Lagi demo buruh dimana-mana, minta UMK dinaikin. Udah setuju dinaikkan, tapi kebijakan yang dihasilkan dinilai merugikan para buruh. Pemerintah dipandang lebih mementingkan dan memihak pengusaha. Katanya sih begitu. Tapi kurang paham juga.
Pada beberapa kasus ada pengusaha yang keberatan menaikkan upah buruh, namun ada juga yang menyanggupi menaikkan upah buruh dengan syarat dan ketentuan. Syaratnya apa? “Oke, gaji elu gue naikin tapi sebagian dari elo gue PHK”. Nahh… gimana ini ? bagaimana jika menghadapi hal seperti ini? Dengan diberhentikannya sebagian buruh, akan semakin menambah beban kerja para buruh lainnya. Walaupun gaji naik namun beban kerja lebih tinggi. Itu kalau menurutku adalah “gak ada bedanya gaji naik ataupun nggak”.

Memang beberapa pengusaha merupakan usaha skala kecil menengah, bukan kelas tinggi. Karena kalau kelas tinggi seperti perusahaan multinasional atau bahkan internasional, mereka akan membayar pegawainya diatas garis UMK. Bisa dibilang cukup, atau mungkin lebih ya. Tapi entah apa yang dirasakan buruh diluar sana. Ditengah kebutuhan hidup yang makin meningkat, hal itu bahkan tidak tercover oleh gaji bulanan yang mereka terima. Yah, bagaimana pintarnya cari tambahan uang diluar jadinya.
Hmm.. menyorot soal ini, apa yang harus diperbaiki? Saya bukan ahli dalam hal ini, tapi saya memiliki pandangan tentang hal ini. Sebagai orang yang memiliki concern terhadap pendidikan Indonesia, melihat hal ini, yang bisa saya simpulkan pertama kali adalah “Nah, ini lho pentingnya pendidikan. Itulah kenapa, pendidikan itu penting ah udah dibilangin kok”. Kenapa penting? Ahh tidaklah perlu disebutkan pentingnya apa, semua harusnya sudah tau.

Jadi gini, dari sudut pandang saya, buruh itu kebanyakan (maaf) orang yang tidak berpendidikan tinggi. Mereka maksimal lulusan SMA. Dan sekarang kita lihat dari sisi SMA, siswa SMA itu didesain untuk kuliah. Sedangkan jika lulus, tentunya hanya akan menjadi pekerja kasar. Beda lagi dengan siswa SMK, mereka memiliki skill lebih dari siswa SMA. Didunia kerja, lulusan SMA harus mengejar lebih keras agar minimal sebanding dengan lulusan SMK yang memiliki skill lebih dibidang masing-masing. Saya tidak mengatakan bahwa kita semua harus kuliah, no. pendidikan bisa didapatkan dari luar bangku kuliah jika kita memang serius mencari ilmu. Tak sedikit juga lulusan sarjana tapi ilmunya kalah dengan lulusan SMA karena memang tidak niat dalam mencari ilmu. Hanya mencari ijazah.

Perlu saya garis bawahi disini ya, berpendidikan tinggi bukan berarti menuntut kalian untuk kuliah, namun mencari ilmu yang lebih dari sekedar ilmu yang ada di sekolah. Memang ada kelebihan tertentu jika mengenyam pendidikan dibangku kuliah. Namun semua memiliki satu esensi yang sama yaitu mencari ilmu, pengalaman dan mengembangkan diri.
Berhubungan dengan pekerjaan tadi, seorang yang memiliki skill lebih akan “dicari” oleh pekerjaan. Bukan berarti kita sombong, tapi kenyataan berkata seperti itu. Ibarat mutiara, biar kata ditengah selokan kotor juga pasti dicari orang. Gitu la ya ibaratnya.

Jadi, bekali diri dengan skill dan pendidikan yang mumpuni. Jika kita memiliki skill yang bagus, yang mumpuni, bisa jadi tenaga kerja kita tidak akan menjadi pekerja kasar atau buruh kasar. Mereka akan menjadi pekerja dengan skill yang mumpuni. Lalu timbul pertanyaan, trus siapa yang menjadi pegawai kasar?? Robot! Atau pekerja dari negara lain?? Why not? Iya kan?? Kenapa nggak?? Sudah cukup bangsa kita disebut dengan bangsa babu. STOP! Indonesia bukan negara babu! Sudah saatnya kita yang impor tenaga kerja, bukan kita yang ekspor tenaga kerja kasar.

Sudah saatnya kita memperhatikan pendidikan. Stop berkata “buat apa sekolah tinggi-tinggi kalo ntar juga kerjanya Cuman didapur”, atau “halah, buat apa sampe sarjana kalo gaji aja kalah sama lulusan SMA”. Ahh! Sudah saatnya kita merubah mindset. Dan jangan salah ya, nasib suatu bangsa ada ditangan para wanitanya. Kok bisa? Dengan wanita yang berpendidikan tinggi, memiliki skill mumpuni, minimal mereka bisa mendidik anak-anaknya sebagai penerus bangsa dengan baik. Tujuannya? Untuk memajukan bangsa pastinya. Karena itu wanita, kalian harus berpendidikan tinggi untuk ikut memajukan bangsa.

Gampang gak? Hmm belum tentu, karena dukungan dari semua fasilitator seperti pemerintah, pendidik dan semua lapisan masyarakta. Tumbuhkan minat untuk belajar lebih dong. Jangan mau disebut2 sebagai bangsa babu!
So, sudah saatnya berubah kawan :)

*just another thought about education life

Share:

Jumat, 13 November 2015

Investasi waktu


Terlahir sebagai cucu pertama bagi kakek nenekku (orangtua dari ibu). Kakek nenekku yang memang dipanggil papi dan mami sangat memanjakanku sebagai cucu kesayangan dan tinggal bersamaku. Aku sangat akrab dan dekat dengan mereke berdua. Dimanjakan mereka adalah hal biasa meskipun aku tidak terlalu manja sebagai cucu. Lebih sering membantah semua perkataan mereka karena merasa apapun yang kulakukan, meskipun salah akan tetap didukung dan dicintai mereka. Setidaknya mereka tidak akan menyalahkanku. Mungkin di sisi itulah aku manja dan merasa memanfaatkan kasih sayang mereka yang berlebih.
Ketika aku kelas 1 SMA, papi sakit parah hingga harus opname beberapa minggu di rumah sakit. Setelah sembuh pun papi tidak segera pulang kerumah karena harus menjalani masa penyembuhan dirumah tante yang kebetulan bekerja sebagai tenaga medis.

Setelah beberapa saat sembuh, akhirnya papi pulang kerumah. Malam hari tanggal 1 Januari 2007. Tapi malam tahun baru itupun aku tidak bisa menikmati hari libur karena disibukkan dengan tugas-tugas sekolah yang kala itu sangat menumpuk. Aku hanya menyapa papi sewajarnya dan kemudian melanjutkan tugasku yang menumpuk. Saat itu aku berpikir  “Ah, masih bisa ketemu papi besok. Besok aja deh ketemu papi”. Aku hanya sibuk memikirkan tugasku di lantai 1, sedangkan semua orang menyambut papiku dirumah (papi dan mami tinggal dilantai 2).

Papa dan mama mendatangiku dan mengatakan bahwa papi ingin bertemu denganku. Aku disuruh keatas (ke lantai 2), untuk menemui papiku. Karena papiku sangat merindukanku. Aku hanya menjawab, “Nanti aja ma, kalau tugasku sudah selesai, nanti aku ke papi”. Bukan hanya mama dan papa, mamipun mengatakan hal yang sama padaku berulang-ulang, hingga aku merasa bahwa semua orang sangat menggangguku dengan permintaan itu. Hingga mami mengatakan kepadaku, “Papi cuma pengen ketemu kamu. Papi kangen sama kamu. Masa sih gak bisa ninggalin tugasmu sebentar aja? 5 menit juga cukup”. Aku bahkan merasa agak jengkel kepada mereka semua. Aku masih tetap mengerjakan tugasku tanpa mempedulikan semua orang.
Hari sabtu, 6 Januari 2007, aku sekolah seperti biasa. Bersenda gurau seperti biasa dengan teman-teman, bahkan melebihi biasanya. Tak bisa sedikitpun menahan tawa yang sudah melewati batas. Karena berada didalam kelas, telepon genggam aku matikan sehingga tidak mengetahui kalau mama menghubungiku berkali-kali. Hingga seorang petugas TU sekolah memanggilku dan mengatakan bahwa ada saudaraku yang menjemputku. Aku hanya bertanya-tanya mengapa. Tapi saudaraku tidak menjawabku dan hanya mengajakku pulang. Dalam perjalanan, aku menyalakan HP ternyata banyak sms mama yang mengatakan bahwa papi kritis.

Aku tidak ingin menduga-duga apa yang terjadi.

Sesampainya dirumah, aku hanya bisa melihat papiku terbujur kaku. Seseorang yang beberapa hari yang lalu pulang kerumah dengan wajah dan tubuh yang segar bugar, tapi 5 hari kemudian terbujur kaku didepanku tanpa aku bisa memenuhi satu permintaan terakhirnya. Permintaan kecil darinya. Yang bisa kulakukan saat itu adalah menangis dan menyesal, tidak sanggup memenuhi permintaan terakhirnya karena egoku. Karena berpikir bahwa masih ada hari esok untuk menemuinya. Karena kesombongan seorang manusia terhadap kuasa Tuhannya.

Sampai saat inipun masih ada perasaan bersalah ketika mengingat hal tersebut. Yah, mungkin hal itu akan selalu jadi penyesalan terbesarku sepanjang hidupku.

Tapi aku tersadar akan sesuatu, aku harus terus memperbaiki diri agar bisa membanggakan bagi keluargaku. Setidaknya untuk mama, papa, mami, papi, dan kedua adikku. Sejak saat itu aku berjanji untuk selalu ada untuk keluargaku apapun alasannya. Meskipun itu adalah permintaan paling konyol sekalipun. Aku berjanji untuk mulai melakukan banyak hal yang bisa membuat keluargaku bangga. Hingga akhirnya aku bisa lulus kuliah dengan susah payah dan mendapatkan pekerjaan pertamaku. Akupun mendapatkan kesempatan untuk menulis buku dan menerbitkannya. Meskipun bukan buku best seller yang dibayar dengan harga yang tinggi namun bisa membuat senyum keluargaku mengembang dan bangga karena pencapaian kecilku adalah bayaran yang lebih dari cukup untukku.

Beberapa bulan lalu mami sakit parah hingga masuk ICU. Ketakutanku kembali. Namun karena pengobatan yang serius, kondisi mamiku mulai berangsur membaik. Namun masih belum bisa keluar dari ruang ICU. Masih harus menunggu hingga tekanan darahnya normal. Hingga pada suatu ketika, seorang teman baik memberikan kabar bahwa ada tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan besar disini. Akupun memberitahukan berita tersebut kepada mama dan mami diruang ICU dan membuat mereka senang dan  sangat berharap aku diterima diperusahaan tersebut. Aku berusaha untuk mendapatkan pekerjaan itu demi mereka. Setelah mendapat kabar tersebut, keesokan harinya kondisi mami normal dan boleh meninggalkan ruang ICU, bahkan keluar dari rumah sakit pada keesokan lusa.

Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan itu dengan lancar, dan membuat kondisi mami makin membaik hingga bisa beraktifitas seperti biasanya.
Karena kehilangan papi yang sangat kucintai banyak membuatku belajar betapa keluarga sangatlah penting melebihi apapun. Kemanapun kita pergi, hanya kepada keluargalah, kepada orang yang kita cintai kita akan pulang. Investasikan sedikit waktu untuk orang yang kau cintai, sedikit saja. Barangkali itu yang menjadi oase di kerasnya kehidupan ini.


--

Share:

Rabu, 28 Oktober 2015

Sumpah Pemuda

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Ada yang ingat itu apa??

Sebagai pemuda pemudi Indonesia pastinya mengetahui lahh ketiga pernyataan hebat tersebut.

Iya,

SUMPAH PEMUDA

Sumpah pemuda yang diucapkan pada tanggal 28 Oktober 1928 silam. Tonggak perjuangan bangsa. Semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Ya. Pemuda selalu memiliki semangat yang kadang terlampau menggebu.

Bertumpah darah satu, tumpah darah indonesia. Sampai matipun akan kupertahankan nama bangsaku ini. Kalo ada yang tanya kenapa cinta indonesia yang “seringkali terlihat” tidak baik ? Sekarang pertanyaan itu ssya balikin, kenapa cinta sama suami/istri kalian? Apa mereka sempurna tanpa kekurangan?? Tidak ada yang sempurna kan. Mencintai kelebihan dan kekurangannya.

Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Indonesia punya berapa pulau? Lebih dari 17ribu kawan. Ada berapa juta bentuk karakter yang terbentuk dari 17ribu pulau tersebut??? Banyak kali. Terpisah lautan dari ujung sabang sampai merauke, tapi tetap satu bangsa.

Bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Kedua pernyataan sebelumnya menggunakan kata “satu”, tapi kenapa yang satu ini memakai kata “persatuan” ? dari 17ribu pulau, bahasa daerah yang kita miliki gak sedikit broo. Ratusannnn. Caranya komunikasi orang batak dengan orang madura gimana coba kalo gak pake bahasa persatuan? Karena itu disebutnya bukan berbahasa satu, tapi bahasa persatuan. Karena emang kita punya ratusan bahasa lokal dan bahasa indonesia digunakan sebagai alat pemersatu bangsa. Nah tuh kamu ngomong bahasa asing, gak cinta negeri ahh. Hey bro… berbicara dengan bahasa asing bukan berarti kita gak cinta negeri. Buang jauh deh itu pikiran. Tapi itu salah satu cara kita promoiin hal-hal baik negeri kita kedunia nternasional. Masa sih kita promoin negeri kita pake bahasa jawa ato madura ato batak? Ya mereka bingung jadinya dong :D

Tumpah darahku, bangsaku, bahasa persatuanku, INDONESIA

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA. Perjuangkan apa yang harus diperjuangkan dengan semangat pemuda. Hidup Pemuda!

281028~281015

 

Share:

Senin, 26 Oktober 2015

Ceplas ceplos


Be honest, I was dreaming to work in an international company since I was kid. Like being a career woman in a great company is always look amazing and great. Always wearing a beautiful clothes, shoes, and got paid very well. Well.. that was me who just seeing something by its look. Doesn’t know the essential value. I was nothing, didn’t know anything about life, about stuff and things in life. About what makes us happy. Just yeah, it like better to stay in a comfort zone. And I really don’t like being a teacher. Because when seeing my father and his whole family, are all teacher (mostly), that make me feel like “Hmm boring, having a family and most of all are teacher”.

That was when I didn’t know anything in life, didn’t know the value of life
Then few years later, when I start to think about everything more globally, I see that everything changes. Everything turn in opposite. I start to fall in love with teaching. Fall in love with students. Fall in love with the time when inform and get the students understand what I am talking about. I love it. I am really into it. And it makes me find myself in teaching.

But then, parents start to ask “don’t you want to work in a great company?”. Well at that time, I start to feel “Wow.. working as an officer is no fun at all, I guess”. But they ask me to give it a try, so I tried. Applied in a great company, international one, and got rejected. Doesn’t mean that I didn’t match with theirs but they underestimated me. Like “Oh.. you are a bachelor, we don’t need a bachelor to do this stuff. Just a high school student is enough for this job”, but when the high school student apply, they will say the opposite. When I went outside the office after the interview, I said “Oh,.. you humiliate me. Lets see in few months. I’ll get into a great company better than yours and got paid much better than yours. Will see!!”. Taraaaa.. it happen to me. Few months later I got accepted in a great company, handle international users, and it give a chance to me to improve myself in Korean. I have to learn more and more.
Then no problem, although I don’t really like working in a company, but this one give me a good opportunity to improve myself too. I try to enjoy it now, and so far so good. But still, I miss being a teacher

What I am talking about is all about “Ceplas Ceplos”. That is something that I said accidentally without thinking first. Any moral value? Yes I guess so. I hate teaching at first, but then God ask me to learn how to love something that I hate. Then I fall in love with it. Then working in a company, God ask me to like it more. Then I start to enjoy it. 2 months and well.. its ok. So the point is don’t hate something too much, because you will be asked to love it someday, I don’t know why but it happen a lot in life. Also, try to talk about something good. Because someday it will happen to you. So can you imagine what will happen if you talk about bad thing in your life?? Maybe gonna ruin your life.

Yeah.. I always tell something good in my life, because it will give me a positive energy to make it happen. Well maybe I forgot what I am just saying, I just didn’t realize that what I am doing now is always lead me to something that I just said. So… why not telling someone at least to ourselves about something good and what we want?

But still, in the end we have a highest approver for everything we do. It just God knows what is better for us. In our point of view, “This A is better for me. I wont doing that B”. But God point of view, “Hey no, this B is much better for you. I always know what is better for you”. Just… don’t be arrogant as a human. We are just nothing. Just have to do the best, try, and don’t forget to give it to the highest approver :)

*this will work out for someone who believe that there is God as our creator

Share:

Jumat, 23 Oktober 2015

You

Quarreling like other couple do, yeah we did it
Debating about some stuff, sure we did it too
Too much things that we often debate of
Not even small things, but serious things
Yes, because we have different way of thinking
Everyone does

Angry? Yes a bit
Tired? Oh yes of course
The basic thing that we always talk about, often end up with debating and quarreling
Didn’t talk to each other for several days, sure it often happen

But after several days, you talk to me,
Smile again to me,
That smile, never fail to make me fall for you

Again and again 

#ini ceritanya kayak sok galo gitu. Padahal juga kagak hahaha

Share:

Sabtu, 17 Oktober 2015

Jumat, 16 Oktober 2015

Cerita Gojek #1

Jadi ceritanya ini baru pertama kali gojek. Pertama kali pulang dari surabaya sendirian, naik bis. Ga tau kanan kiri harus naik apa dari kos sampe terminal, akhirnya pengen cobain gojek de ya. Tereeettt... aplikasi uda di tablet jauh2 hari, tp belom pernah cobain. Jadi yaaa coba la gojek pertama kali. Pesen. Bismillah submit. Selesai submit langsung ditelpon sama abang gojeknya.

"Mbak, tunggu ya, saya menuju sana. Sebenta kok"
"Oh ok pak sip"
Nunggulah aku kira2 5menit. Selang itu ditelpon lagi bapaknya bilang "mbak saya uda di *somewhere*,ini saya jalan kemana ya harusnya?"
WHAT???? MANA GUE TAU HARUS KEMANA. Tujuannya pesen gojek biar kemana2 tinggal jalan aja, orang juga baru sebulan di surabaya. Plisss deh ya

Akhirnya dengan kemampuan yg sangat amat terbatas tentang surabaya, aku jelasin lah itu dimana lokasiku.
"Bapak tau kantor *ini* ?"
"Oiya mbak, tau"
"Yaudah pak diseblah kantor itu kan ada jalan gede, nah lwat situ aja pak. Ntr ada pertigaan belok kiri. Nah ada prrtigaan lagi, jgn belok tp lurus aja"
"Oo ok mbak"
2 menit kemudian
"Mbak, saya uda depan kantornya, mbak dimana?"
"WHat??? Saya dibelakangnya pak.. ya td jalan yg udah saya jelasin"
"Oo oke2"
Bapaknya pake acara nyasar lagi ya, finally nyampe depan kos. Dan wow... motornya mulus, brasa dijemput gebetan hahaa

Sepanjang jalan ngobrol
"Mbak uda sering gojek?"
"Baru kali ini pak"
"Wahhh sama, saya juga baru kali ini gojekin"
Eeeyyaaaaa pengalaman pertama kita donggg ahaaaiii

Belasan meni kemudian, sampailah diterminal
"Ini turun mana mbak?"
"Pokoknya ditemapt yg menuju ke bis arah malang deh pak"
"Ooo.... keee"
Semenit kemudian...
"Itu seblah mana ya mbak?"
HELLO HELLO ANYONGHASEYO AKU GATAAAUUUU

"Bentar mbak saya tanyain"
Setelah ditanyain akhirya nemu jalan menuju ke bis antar kota
Dan diakhir perjumpaan, bapaknya bilang "makasih ya mbak, ati2 ya mbak"
"Iya pak sama2 yaaa"

Moral valuenya apa???
Gue bisa jelasin arah di surabaya. SURABAYA BROOOO.... bukan malang apalagi pandaan. Surabaya yg mana kanan kirinya aja gue gatau tp sukses ngarahin bapak gojek hahahah

Bertemu dg orang baru selalu menyenangkan
#pengalaman baru naek gojek

Share:

Minggu, 04 Oktober 2015

Ingin maju? Berpendidikanlah!

Kita sering salah kaprah dengan pentingnya pendidikan. Terlebih lagi dengan wanita yg berpendidikan tinggi, slalu dianggap sebelah mata. Kenapa? Karena wanita itu kerjanya didapur. Sekolah sampai sarjana juga percuma kalo pada akhirnya Cuma jadi ibu rumah tangga aja, gak kerja. HEY YOU GUYS OR PEOPLE OUTSIDE THERE!!! Jangan pernah remehkan wanita yg berpendidikan tinggi. Justru kalian harus bangga jika bersama dengan wanita seperti itu karena dialah nantinya yang akan menjadi guru pertama bagi anak2mu. Menjadi seorng guru sangatlah tidak mudah dan penuh tantangan. Untuk itu diperlukan guru yang berpendidikan. Tidak perlu sangat pintar, tapi haruslah mampu menyampaikan ilmu. Apapun itu ilmunya.

Generasi muda jika dididik dan diberikan pemahaman yang baik dan benar, maka akan tumbuh dengan benar pula generasi bangsa itu. Ok dalam hal ini baik benar salah dan tidak baik adalah hak masing-masing setiap orang. Tapi dalam hal ini jika saya mengatakan buang sampah sembarangan, apakah itu baik dan benar?? Itu adalah perbuatan yang salah dan tidak baik.

Kemajuan bangsa sangat dipengaruhi oleh orang yang berpendidikan dan tentunya bermoral. Berpendidikan saja tidak cukup untuk menjadikan suatu bangsa itu maju. Moral yg penting dalam perkembangan Negara juga. Pola pikir orang yang berpendidikan lebih tinggi jelas sangat beragam dan kreatif. Tidak menutup kemungkinan orang yg berpenddidikan rendah tidak bisa sperti itu maupun orang yg berpendidikan tinggi tidak bisa berpikir kreatif. Semua masih tetap memiliki kemungkinan. Intinya adalah, bagaimana pendidikan itu mempengaruhi kehidupan suatu bangsa maupun pribadi. Jika Negara ingin maju, perbaiki dulu pendidikan yg “agak kurang benar” ini dahulu. Tidak mudah memang, pasti tidak mudah, tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa kan?

Share:

Saatnya mengubah orientasi


Orang sering salah mengartikan jika bersekolah nanti kau harus menyelesaikannya dengan tepat dan lulus dengan nilai yang bagus. Dulu saya memang seperti itu. Dulu saya sangat memandang kalau nilai yang bagus akan membawa dampak yg bagus. Iya memang, tapi itu bonus. Itu bukan tujuan utama orang bersekolah. Jika saja mereka tau dan menyadarinya.
Nilai yang bagus, lulus kuliah dengan predikat kumlot, menjadi juara internasional, jelas menjadi satu kebanggan tersendiri bagi seseorang, atau sebut saja orangtua. Orangtua seringkali menginginkan anaknya menjadi juara kelas dan mendapatkan nilai terbaik. Pola pikir yang seperti itu menjadikan kita salah jalan. Salah jalan gimana maksudnya? Yang kita kejar hanya nominal, bukan intisarinya. Nilai tentu saja menjadi barometer penilaian tingkat pemahaman siswa. Tapi lagi-lagi itu bukan tujuannya. Nilai bagus itu bonus kawan. Saya ingat betul kata guru saya, beliau mengatakan “kowe arep njaluk nilai piro? Ngomongo ae, aku lo nilai gak kulakan. Nilaiku gratis, sak njalukmu tak kek I”. artinya kurang lebih beliau akan memberikan kita nilai berapapun karena nilai itu gratis dan tidak membeli di grosiran terlebih dahulu. Tapi nilai yg gratis itu tetap harus sebanding dengan pemahaman yang didapat. Jika ingin nilai 9, maka pemahaman yg didapat juga harus selevel 9 dong. Hal itu juga saya terapkan ketika mengajar.

Orientasi akan nilai membuat siswa-siswa kita berorientasi kosong. Bukan pada pemaham tapi pada “ah yang penting lulus dapat nilai bagus”. Tanpa disadari itu sudah menjadi salah satu kelemahan bangsa ini. Siswa akan cenderung menghafal tanpa memahami. Itu juga terjadi juga kepada saya dahulu. Tapi setelah merubah orientasi, langkah menjadi pemahaman bukan menghafal. Kalau dipikir-pikir, kita sekolah minimal sampai SMA dan apa yg kita dapatkan sebanyak belasan tahun tersebut? Tidak ! yang kita dapatkan mungkin hanya secuil persen dari belasan tahun yg kita habiskan untuk besekolah. Sekolah memang menyenangkan dg adanya teman seperjuangan, atau guru yg menyenangkan. Apapun itu sekolah memang menyenangkan. Tapi alangkah lebih menyenangkan dan menguntungkan jika kita mendapatkan banyak hal juga selama itu.

Jika kita terus berorientasi pada nilai, ini akan menjadikan kita orang yang selalu berpegang teguh pada hafalan dan kita akan jadi sarjana hafalan. Hanya paham dan unggul dalam teori tapi nol dalam praktek itu juga percuma. Ketika terjun dalam kehidupan, apakah kita hanya akan mengatakan “LAh, dibuku seperti itu pak? Lho dibuku kok gak kayak gitu?”. Apa yg terjadi dalam kehidupan adalah hal yg fleksibel. Tidak semua hal bisa disamakan dengan teori atau buku  diktat.

Saya bukan seorang sarjana dengan lulusan terbaik. Nilai saya pas-pasan, saya akui. Soal ilmu semua hanya ilmu yg saya sukai saja yg saya ingat, selebihnya tidak. Tapi saya akui selama kuliah saya mendapatkan banyak hal, kemampuan berpikir juga berkembang, skill yang lain juga berkembang. Saya bisa mempelajari bahasa asing yang mana membawa saya ke pekerjaan saya saat ini.

Kalau ada yang tanya, orang diterima kerja kan yg nilainya bagus? Hmm gak juga sih, itu semua tentang manajemen diri kita sendiri. Saat kita bisa me-manage diri  kita dengan baik dan kita bisa adaptasi dengan lingkungan baru dengan baik, kita bisa kok. Buktinya, dengan IP pas-pasan saya bisa juga diterima di perusahaan yg bagus *kata orang*. Ini kita kalau mengejar soal pekerjaan itu. Tapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri dan mendengar apa yg benar2 kita inginkan. Soft skill itu jauh lebih dibutuhkan dalam kehidupan. Kembangkan soft skill yang dimiliki, cari keinginan dan kemampuan yg ingin dikembangkan, gali lebih dalam dan berjuanglah. Karena pintu rezeki itu datangnya tidak dari satu pintu saja, dia bisa datang dari arah mana saja 😊

Share:

Yuk belajar mencintai negeri

Mengantri! Semua pasti tau kan mengantri itu apa? Tapi kalo bisa dibilang, aku adalah orang yg anti mengantri dan anti menunggu. Eiits.. tapi jangan salah. Anti mengantri disini maksudnya bukan berarti aku suka serobot antrian orang ya. Aku anti mengantri, tp lebih anti lagi kalo antrianku diserobot orang. Gimana mau gak emosi, udah antri panjang2 ehh diserobot orang. Mampus dah.

Aku punya temen yg anti mengantri. Selagi kalo bisa diserobot, ya manfaatkan kesempatan menerobos dong, itu adalah dalihnya. Aku gak setuju lah, bayangin aja gimana rasanya kalo kita udah antri lama2 trus diserobot orang? Sebel kan! Gak suka tho? Nah... makanya itu, kan lebih enak menghargai hak orang lain dan budayakan mengantri dan tertib.

Ada masalah yg lainnya disekitar sini? Ada jelas. Masalah sederhana lainnya, buang sampah sembarangan. Ahaaa itu masalah dari jaman nenek moyang masih remaja. Soal sampah, udah berkali2 dan udah bosen deh ngingetin orang2 yg kadang dia mengaku pecinta alam, suka mendaki gunung, tapi kalo turun gunung sukanya buang sampah sembarangan, itu namanya cinta alamnya masih setengah2 kakak. Cinta alam juga harus dimulai dari bentuk yang paling sederhana lah. Apa itu? Buang sampah ditempatnya dong.

Buang sampah pada tempatnya dan mengantri harus dibudayakan sejak dini. Pendidikan moral seperti itu harusnya ada dalam kurikulum dasar dinegara ini. Kadang kita mungkin berpikir kalau pendidikan seperti itu bisa "sambil jalan", gak penting masuk kurikulum karena hanya menghabiskan waktu saja dikelas. Hal tersebut bisa memang dipelajari "sambil jalan", tapi apakah ada jaminan kalau mereka bisa mempelajarinya sambil jalan dikelas pertama mereka yg ada diluar, lingkungan keluarga? Ada yg menjamin kah? Kalau memang dikeluarga mereka dibudayakan buang sampah pada tempatnya, tentu tak kan jd masalah. Tapi kalau tidak??? Itulah kenapa penting ada pelajaran seperti itu dalam sekolah.

Membuang sampah pada tempatya dan belajar disiplin melalui budaya antri sejak dini sejatinya adalah bentuk cinta dan membangun negara. Sikap tersebut juga merupakan aset bangsa. Yuk belajar mencintai negeri dimulai dari hal kecil ini 😊

Share:

Education system

Discussing about education is never end. Why? Because there are a lot of changes in education system. We always want to find and execute the best system in education. Good education means good development. A developed country, most of them, have a good education system. Although there are some “mistakes” in students while using those kind of good system, but what people noted is “This country has a good education system”.

I have a great interest in education life. Here, lots people say that we don’t have a good system of education. Really? Yeah I think so hahaha.. So.. let say that we are still working on arranging good system of education. We cant blame the government or people who responsible in education. It is not a  good habit always blaming others.

And me, I don’t know it is blaming or just add more burdens to them, this is my way of thinking about education. Simply said, I studied mathematics in university. I didn’t study about pedagogic, but I know some points in this mathematics education. Well actually  I don’t really remember if I wrote this here already haha. Ok.. here it is

I really like to learn mathematics since I was in elementary school. Well.. I was. I thought it was always challenge me and fun (when I get the answer). Until I decide (or my dad decide) to study math at university. I thought like “hm it must be fun, and I like it, so I won’t have any big problem in learning”. Nah, I was wrong hahaa… Based on my experiences, start from 1997, mathematics for elementary school was easy and acceptable. Then mathematics for middle school still acceptable and applicable in life. So it is ok still. Nah, for high school, it will be so much different and difficult. Why do students have to learn about integral, derivative and so on which is have no use in life? I mean in their personal life or maybe in common. Do people need integral in counting simple how wide some areas?? I think  no people want to think about how wide the area of rice field which can be planted if have some black spot in left side? No one right? Unless for some people who have big interest in math.

Aya… of course it is needed if you are studying about medical or engineering or stuff. Yes it is needed. But you, who are in high school, still planning what will you do after you graduate from high school right? Still planning even sometimes still have no planning yet. It is normal. 15-17 years old people is unstable. Today they want to be doctor, but tomorrow they want  to be a teacher, even next month they want to be a businessman. Its totally normal.
Why don’t we give another simple math in high school rather than integral or something. Because I know, math at higher level isn’t easy at all. It is application of math. You don’t need one semester to study only integral. It is easy to learn if you have big interest in it. But it is just wasting time if you don’t have any interest.

Integral yes needed for medical stuff like measuring the precise amount of x-ray that we need to shot on the cancer spot in body. It is need precise counting of course. And the people who do this only people who study math in higher level. Not the one who only studied in high school. Because wrong mistake gonna kill the patient.

I got surprised by my sister math problem. She was in second grade of elementary school, last year. And she asked me “mbak, how to solve this question ’16 times 7’?”. Is this a question for 8 years old student? I even know the multiplication table when I was in 4th grade. How can you guys give a difficult question like that ? to the 2nd grade elementary student? Even they don’t know yet the result of 2 times  3? This is happen in math class for elementary school. Its not even their right time to study that difficult thing. Their mind cant be forced to think about such difficult and absurd things. They got tired easily. And it’s a bit dangerous when children got tired of such thing.

So, what is the point? I cant conclude. This is the reality now. How students are forced to think something difficult even not in their right time yet. Just feel like how poor are they. Well I just think that everything have to be more efficient. Why do we have to learn many things about things yhag we dont even concern about it? Yes of course, its better when we have another abilities but this ability is something that we really want to learn.

So.. Is something need to be revised ?

Share:

Selasa, 29 September 2015

Menghargai hal kecil

For indonesian, what will you do if you have 200, 100 coin? Will you save it? Or dont care about it?? Ahh I bet most of you just dont care about them. Because most of us think that those coins have no value. No meaning.

Oh oh.. no! It has! Still remember Prita case? People save their coins to help prita. And we can get about more than 600million rupiah and all in coins. Cant even imagine how many kilograms of coins at that time. See! A small thing if gathered together it would be a big thing.

Well.. actually I collect coins and I have lots already. And i use those coins to buy many thing. Well.. I am inspired by a movie scene, he have bugs of coins. And he can use it for traveling from america to europe I guess. That was inspired me. Since then I start to collect coins.

For some people it doesnt have any meaning, but for other people it has lots meaning. coin is a small thing. it just like a life. Start from respecting a small thing. Everything are started from small thing. When people can respect small thing, means they can respect everything in life. What makes life feel meaningfull, when you can respect even small thing.

Share:

Senin, 28 September 2015

7 and 2 hours philoshopy (Filosofi mendaki gunung)

Mendaki gunung lewati lembah... sungai mengalir indah ke samudra.. bersama teman bertualang.... #ost ninja hatori

Haha... well.. I wont talking about that sountrack. I will write about mountain and life. I think many people already think the same like me, it just I want to record it on my blog. Thats why i write it.

I never climb mountains like other climbers. Just a small one, and it already make me feel blessed being born in a very beautiful country. The real climbers always feel addicted to climb higher and higher mountains. I know that feeling. Like a challenge for them.

Its not easy to climb a mountain even climb the easiest one. There are always much challenge and trouble during climbing mountain. Need few days to hike some difficult mountain. A friend who just climb on Semeru mt told me that they need 7 hours to reach the top of mountain and only need 2 hours to going back down.

Layaknya sebuah kehidupan, can you imagine? What do you really want to reach in life? The best goal of your life? You must be have some right? Yeah... like the mountain climbers, they want to reach top of the mountain. To prove people that they can. Ok, dont say to prove to people, just for self proving. "I can get the top of mt". Thats enough for them. In life, there are people who dreams lots. Who struggling hard to reach that dreams. Up and down, hard and difficult, not even easy. Then the right time is coming. The time when you get the dreams, the things you really want it. You are on the top of the mountain of your life. What will you do there?? Protect it! Like the 7 and 2 hours of climbing. Need much more time to get your dream, but need a little time to lose it. If, you dont keep that dream alive and stay in top of your mountain.

When I was on middle high school, clearly remember, I saw a climber, he was taking the same bus with me, at that time I told to myself "why do they have to bring lots of things on their back just for climb a mountain and goin back down with an empty hands, just tired and its tiring I guess". Some people said the same like me. But now I realize that it is for self proving. They just dont want to be like common people. They want more in life. The things that only they know it. And now, I am a part of it. Tiring? Yes.. alot... But remember, Allah akan membayar semuanya sebanding dengan seberapa keras kita berusaha. Allah tahu dan Maha adil.

Share:

Kamis, 24 September 2015

Butuh perjuangan lah itu kawan

Well.. I graduated from university. Studied mathematics and finally got the degree. People always said that its a difficult major and how smart I am can study in one of good university and mathematics. Ahh I am not that smart. If only they know what I did on the university test hahaha. But hey it doesnt mean that I was cheating. No! I was just doing mathematics questions hmm maybe 2 questions out of 15. I did well on chemistry part. But math hahaha. Even daddy just saying "Are you crazy? How can you pass the test if you just ... ohhh really. Prepare for private university then".and I told him "No dad... no need to prepare another university. I can pass it. I will. Trust me". Maybe at that time daddy wanna kill me because I was too relax hahaha.. but Alhamdulillah, I can make it really well. Thank God

Studying in a good university and mathematics was not easy thing for me. I admit it. Mathematics is difficult for university level. Feel up and down is a common thing (even for other majors too). But I almost got depressed at my second year. Why? Because its too frustrating haha. But then I woke up and tell to myself "Oh.. people want to study in this good university, its not easy to study here. Come on! People are ready to doing some cheating things to be here, but me? I am here already. Its not easy to come in, even studying here. Ok.. i have to do it well. Think of parents who did many thing for me. First daughter means model for the youngers. I have to do well. I have to be the motivator for my sisters".  Nahh.. since that time, I did study harder.

Was in hard time for almost 5 years, dont wanna get much stressed, I learn another thing. Languages. I even didnt imagine that I get a job because of another ability. Was fun. Learn many things and did many thing with friends. And then graduated from lovely university. Got my first job even before graduated. Teach korean and mathematics. How  much is the salary? Hmm not so much. But dont even value everything with money. What did I do while I was there? Teach alot, even first time i hate it. Meet great students. Build up link. Then improve all of my abilities while working there. Even I wrote some books. Not my own but write books is one of my dreams. Friendship and family. I cant even imagine that I could improve alot there. See... I cant even buy all of this with money. I cant. Its so precious.

And what people think about it? "Ohh you teach now.. hmm you studied there of course you will be a teacher". But I wasnt study about pedagogic, its oure math. I cant be a teacher actually, but well.. I did. Actually i dont care what people think about me. They always value everythig from money. They dont know I was happy workin there. Most important thing is stay healthy physically and mentally hahahaha. But they just look at me like "oh yeah who are you? You just a teacher. Dont have something much in your life". Smiling! They dont know what I do and I dont care about them. Done

1,5 years teaching there, then new offering come to me. Related to one of my dreams, and I take this job. I dont even submit anything for this job. All went so smooth and well. Now, what people think about me is change. "Oh hey.. you work in S company now?? Wow... you must be so lucky get that job easily. You will get paid alot. And wow.. you will have much money. Ahhh so lucky". See... another point of view from money. This company is international one. Lots people wanna work there because they always think about the salary. Yes I admit it. I get paid really well but I lost another precious things like when I was teaching.

One of my neighbor ask me "how is it workig there? Is it good?". Well.. become an officer is not as nice as being a teacher for me. But thats life. This is Insha Allah become one step closer to reach my dream. Like it or not, just do it. And she said "ohh how lucky you are, dont have to work hard like me". She didnt study at university. Only vocation school. Well.. you cut off your struggle in high school, but I am not. I still have to study more at least 4 years than you. I felt so much in trouble that time. And now, you are done with study, even you dont have to push your brain to study more difficult and absurd thing, you just work now. Work dont need to think hard. Thats your point of view. But me. Then now, I just have to enjoy my job. My job seems easy and prestigious for you. But no. Its not even easy. Well.. its a routinity which I hate, but if this way make me one step closer to my dream, why not? I will do it.

I like to study. Everything. Studying is fun. Of course studyin my field. I dont have to push myself to study about health stuff like doctor did, but having new knowledge is the point.

Through all of hard things since then and I get into this point when people see me like "special one", it wasnt easy thing. No, i dont care what people think about me now. Well actually i dont really care what people saying about me hahaa.. they can say many bad and good thing about me, I dont care.

I wish someday I will get back to teach. Become a wife and mom and teacher :)

I dont care if people think about money first. Its normal. Life needs money. But money isnt everything. Get your money from hard work then! It just how you value your life. They way you value it! Life is too precious to think only about money right? :)

Share:

Minggu, 16 Agustus 2015

Merah putih sampai mati

Tanah airku Indonesia. Negeri elok amat kucinta. Tanah tumpah darahku yg mulia. Yang kupuja spanjang masa.

Indonesia tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala. Tetap dipuja puja bangsa. Disana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tenpat berlindung dihari tua. Sampai akhir menutup mata.

Dirgahayu Indonesiaku yang ke 70 tahun. 17 8 45. 70 tahun sudah. Sudahkah kita merdeka sepenuhnya? Merdeka dari penjajahan tak terlihat dari negeri orang, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari semua hal buruk yang mengikat kita? Bisakah kita?

Indonesia adalah negara besar. Negara yang benar2 besar secara penampakan dan seharusnya besar disegala sisi. Kita pernah sangat disegani dunia luar. Dunia luarpun takut kepada kita. Kita seharusnya bisa menjadi negara hebat, bahkan lebih hebat dari yang pernah kita alami.

Membangun negeri ini, bukan berarti menutup pintu dari dunia internasional. Berjaya dikancah internasional adalah salah satu bentuk majunya negeri ini. Menginternasionalkan diri bukan berarti kita tak cinta negeri.

Aku, hanyalah seorang pemudi yg sedang membangun bangsa. Aku cinta Indonesia. Sudah suatu keharusan aku mencintai negeriku. Merah putih sampai mati. perjuangan pahlawan Indonesia bukanlah hal yg mudah. Sudah sepantasnya kita menjaga buah karya para pahlawan yg sudah berjuang demi negeri. Secinta-cintanya aku kepada negeriku, takkan pernah berarti jika kau tak mencintai negerimu jua. Bahu membahu membangun negeri, adalah suatu keharusan. Tunjukkan rasa terima kasihmu dan rasa syukurmu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Aku cinta negeriku, Indonesia. Merah putih sampai mati. NKRI harga mati.
Jayalah Indonesiaku, merdekalah negeriku dari semua bentuk penjajahan.

Prisca Aditya Putri,
Indonesia,
170815

Share:

Happy birthday Papi

Like usual, august 14 always be my special day because its your day. The day you were born. Happy birthday papi. I wish I could see you in your 70s but it just my wish... Although you arent arround, you are still alive in the deepest of our heart.

Well.. what can I tell you in your birthday? I feel like I am getting closer to my dreams. You never know my dreams but I told you many times about it. Another wish, just wish that you are still here with us. Will you be proud of me? I am 24 years old now. Old enough right? Hehehe.. maybe you will ask me to married even before my 24 hehehe.. Dont worry, I am gonna take my Mr.right to see you and let you know that he is the best one for me, to take care of me.

Hmm.. mami was sick few times ago, but she can bear it really well. She got discharged from hospital soon and recover very well. She is now in onyo's house of course. we made a video call last week I guess, and she looks very happy and active again -you know what is active definition for her right-. So.. everything good now. Glad she is recover faster than I thought.

You know how much I love you, you know how much I miss you, you know that you are the best for me.

mami now is much better. She is back home now.
And Ohh.. I work in surabaya now. I will try to do my best.

-love you as always papi-

Share:

Senin, 13 Juli 2015

Sharing experiences

Lots people write things on their own blog. Even it just a small and prrsonal thing, but they write it here. I do that too. Its not for showing off, it just for sharing. Sharing experiences.

Kadang kita punya lah ya beberapa hal personal yang ga bisa ditanyain ke orang lain secara langsung, because its too personal but they wany to find the answer. Yah caranya ya search, browsing, apa lagi ? Banyak hal yang didapatkan dari sekedar iseng browsing atau emang serius cari jawaban. Aku aja beberapa kali "riset online" sebelum ngelakuin sesuatu. Karena dari riset itu bisa nemuin gambaran sebelum melakukan sesuatu. Seperti ya, pas aku mau ke mana gitu naik kereta api. Karena ga pernah naik kereta api, jadinya ya cari tau dulu pengalaman orang yang pernah naik kereta api. Kadang ngerasa "ih iseng banget sih orang ini nulis hal gak penting gini". Eiitss tunggu dulu! Gak penting karena kita gak nyari. Penting banget buat orang yang nyari. Aduh udah deh ya, semua hal itu tergantung cara pandangnya sendiri2 deh jadinya. Penting gak pentingnya, semua bisa share and bisa jadi penting kalo kita emang cari, dan gak penting kalo emang lg gak cari.

Sekian ! 😄

Share:

Senin, 06 Juli 2015

Mengemis = mental miskin

Story of pengemis...

Kita sudah banyak mengetahui modus yg digunakan pengemis2 selama ini. Kadang ada rasa kasian ketika melihat orang tua renta meminta2, "terlihat" memprihatinkan, tak berdaya, ingin rasanya memberi.. tapi tiba2 terbesit dalam hati "iya kalo beneran minta2? Kalo bukan?? Kalo ternyata dia lebih kaya dari kita gimana?". Nahh... ada memang pkiran semacam itu. Tapi ada juga pikiran yg "yaudahlah kasih aja, rejeki orang mana ada yg tau jalannya dari mana. Kali aja dg kita kasih ke mereka, rejeki kita jadi lancar, who knows yaa". Namun ada kalanya juga yg menurutku nyebelin banget nih ya "aduh pngn ngasih tp kok hatinya setengah2 gini. Nggak deh", laa tiba2 si pengemis itu menghina mencaci kita "ya allah mbak, kok medit, wes ngene kok gak gelem ngekeki tho mbak mbak". Nahahh kalo ada yg kayak gitu, percaya deh gueh kalo dia cuman modus. Ntah modus apa yg jelas itu smakin buat respect-ku ilang. Tadinya kasian, ya ilang deh akhirnya.

Nah.. ada juga kan cerita yg pengemis hartanya jutaan dikampung, ada juga pengemis yg keluar ATM untuk menarik tunai yg tidak sedikit bahkan masih menyisakan banyak nominal yg lebih dari jumlah nominal di tabunganku. Sedih rasanya *sini nabung sampe puasa ehh hasilnya gak seberapa, situ yg cuma modal tangan aja tabungan uwaw banget*.

Tapi... disitu bedanya kita. Kalau anda hanya mendapatkan uang dari meminta2, sama artinya dg anda menjual harga diri anda. Disini kasusnya harga diri saya tinggi sekali, saya sgt menghargai diri saya sendiri. Saya juga sgt tak suka jika harus merendahkan harga diri sendiri dan menjualnya seperti itu. Memberikan nilai terhadap diri sendiri itu penting. Disini letak perbedaan kita dg bangsa maju lainnya. Mereka, bangsa maju, amat sangat menilai dan menghargai diri sendiri. Makanya mereka merasa tinggi, karena memang mereka merasa diri mereka pantas untuk dihargai tinggi. Kapan kita bisa maju kalo mental kita masih mental minta2 gini? Masih mental miskin?

Come on!!! Value yourself! Bekerja keraslah dan Hargai diri sendiri! Jika setiap orang seperti itu, dijamin deh kita akan mampu bersaing dg negara maju lainnya.

Ayo Indonesia, ditunggu aksinya!! 10 tahun lagi kita akan sejajar dg mereka yg sekarang menguasai dunia!!

Share:

Jam berpuasa stabil -- indonesia

Alhamdulillah. Allah masih memberikan kemudahan bagi orang indonesia ketika berpuasa. Kalau bisa saya sebut, indonesia merupakan negara yang stabil ketika berpuasa. Apapun musimnya, kita selalu berpuasa selama 12-13 jam. Itu terbilang mudah jika dibandingkan dg negara 4 musim yg bisa melalui puasa selaam 17 jam bahkan 22 lebih.

Satu kata, Alhamdulillah. Yaa.. ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita :)

Share:

Minggu, 14 Juni 2015

Marathon Malang - Jakarta -Jogjakarta -Malang

I went to Jakarta by train. Here I will tell about the price that I spent for this trip. I didnt buy many  things. I just spent the money for trasportation and eat. I admit it. This is not the best price that I can spent, but it might help you who will travel like me.

Starting point : Malang
I go to Jakarta by Majapahit train. Go to Jakarta at about 6.25 pm and arrive at like 10 am. *but mine was late*. It cost about 265k because we reserved the ticket about 3 days before we go. It was economic train but it has combination of 2-2 seat possition. You know, the standart economic train seat. Its different with Matarmaja train which has combination of 2-3 seat. It is much comfortable to sit or sleep in Majapahit train. The rest room also cleaner than Matarmaja. Of course, we paid 2 times than matarmaja, so we will have some comfort things. Overall its better. *ibaratnya nih ya, kaki diselonjorin panjang itu bisa banget*

Aha! About the price list of foods in train, I will post it separately

Jakarta :
We were in Pasar Senen station. And we were hungry. The most safest food to eat in jakarta is eating in a place like fast food. Ok we are looking for Atrium plaza that is near Senen. walk only 5-10mins. And we eat in Hoka hoka bento. Ordered value set menu, the cost about 25k. Same price wherever it sold. Aman.

Kota Tua :
Next destination is Kota Tua. We went by Bajaj. They offer the price about 50k but we bargain it and we have to pay 40k. It was little bit expensive. If you want to make it cheaper, just go by bus or angkot. But I dont know the rute hehe. By bajaj, we went about 20-30mins. Enjoy the Kota Tua and we were going to Museum Wayang. The ticket only 5k. maybe the others museums in kota tua also 5k too.

My friend place :
Her place in Kwitang area. Still in Central Jakarta. Actually it is closer to Pasar Senen, only 5-10mins. We went to this place by angkot about 3k until gajahmada and then went by Bajaj again 35k. And we met our friend. We eat lalapan tempe, cost about 10k.

Hotel Grand Sahid Jaya :
Next day we have to go to hotel by taxi. The location in  Sudirman. Went by taxi about 7km, cost about 40k. And go home by taxi about 5km, cost about 26k. It was cheaper because it is closer and we were stop in KFC. Eat the original package, about 28k. Then walk less than 2km.

Next day :
Time to go back to Jogjakarta. We were supposed to go back from Jogjakarta by train. Because the ticket from Jakarta to Malang were sold out at that day, so we take the alternative way. We go by train from Jakarta to Jogjakarta at 6.45am, arrived Jogjakarta at like 3 pm. Gajahwong train, cost 165k. Its ok still, like majapahit train. Then transit there for about 12 hours. Go back to Malang by train at like 1 am and arrive at 10 by Malabar train.

Incident happened. I check my ticket and I reserved the wrong day in ticket. So we cant go back to Malang by train. Another option is going by travel car. I reserved and yes we are going back to Malang by car, cost 140k.

Arrive in Jogjakarta in Tugu station, we were looking for the mosque to pray. We going there, walk in enjoy jogjakarta afternoon, and finally we found mosque and pray there. We walk in Malioboro street. You know what is Malioboro right? Its a paradise which sell very unique things very cheappppp. It jst about 25k each. When they say 40k, just bargain it. They will let you take it with only 25k. Murce ciinnn

I havent much time to stay in Jogjakarta like we supposed to do. So I just enjoy the atmospher there, take some pics, and waiting for our travel car. We call the drive many times and he told us about where we should wait. He said "mbak nunggu di sebelah selatan stasiun aja ya" or "nahh itu kan mbak dari arah barat, mbak jalan aja ke selatan". Hellk hello anyonghaseyo I hate when people tell me about the route using "NEWS" Or north east west north. Helo gue cewek. Mana tau arah pake gituan. Pake aja kanan kiri.

We ask people about the route and finally we met the driver even we were doing much efforts to met him haha. Kinda good person. And it is a comfy car. I sit in front. I can relax. At least if I cant sleep, I can look at the road in front of me. Not beside me hehhe

*attach the pics later

Share:

Minggu, 31 Mei 2015

Passive smoker

Smokers are smoking around us. For me, myself, I dont like being with smokers. I dont mean that I hate them. I just said that smoking aren't allowed beside me. Everyone does know the reason why smoking is not a good thing for us. And the worse is, passive smokers have a high possibilities to get cancers and something like that.

Do you know how many mistakes you made to non smokers? Lots!
Many of passive smokers had cancers. Even they dont know the taste of smoking, they only get the bad result of that.

Think about this more and more! You have to respect us!!

Is this fair for us who aren't smoking? No!
Yes you all smokers have your own rights to smoke and harm yourself. But we, who aren't smoking, also have our own rights to live healthy, to breathe the fresh air, to live without smoke arround us. Think about this!!!

Share:

Kamis, 14 Mei 2015

Uang atau Kepuasan batin

Jika semua hal dinilai dari materi atau finansial, secara otomatis orang akan menganggap apa yang aku lakukan sekarang sangatlah kurang dari sisi finansial. Yah kalau dinilai dari sisi itu juga aku mendapatkan gaji yang cukup sebenarnya. Tapi sebagian orang mengatakan itu kurang. Hmm I dont think so

Jadi mengajar sebenarnya bukan suatu hal yang kuinginkan tetapi sudah menjadi hal yang bersahabat bagiku dan aku menyadari memang aku menikmati profesiku sebagai pengajar ini. Sebagai seorang pengajar yang tidak terikat waktu seperti di sekolah, masih bebas melakukan apapun tanpa terhalang jadwal mengajar seperti di sekolah, aku juga bisa berkembang banyak di sini, kemampuan bahasaku meningkat dan aku bisa mengaplikasikan ilmu matematikaku. Siapa sangka akhirnya aku juga berhasil memiliki buku yang diterbitkan dan dijual di toko-toko buku yang keren. *karena menurutku toko buku itu selalu keren*. Jika menelisik sedikit lebih jauh, aku memang memiliki keinginan untuk menjadi penulis dan menerbitkan bukuku sendiri. Ini adalah tahap  awal yang kujalani. Aku menulis buku dalam satu tim, lama-lama aku akan menulis buku hasil karyaku sendiri.

Minggu lalu, aku mengunjungi toko buku favoritku, dimana buku yang kutulis pertama kali secara nasional juga terbit disana. Sewaktu aku memberitahukan temanku bahwa namaku ada disana, dibuku itu, kemudian ada 2 orang laki-laki mengambil buku itu untuk dibeli. Can you imagine how happy I was?? I was really really happy there was some people bought my book in front of me without they knew that I am one of the writer hehehe

Itu adalah suatu bentuk kepuasan yang aku dapatkan. Secara material aku tidak menerima uang sangat banyak sekali. Tapi aku sangat bersyukur dengan apa yang aku dapatkan dan perkembangan dalam karirku. Walaupun memiliki tabungan yang tidak terlalu banyak, tapi memiliki lingkungan kerja yang menyenangkan dan nyaman serta mengembangkan banyak potensi dalam diri itu sudah cukup membahagiakanku. Dan aku sangat bersyukur akan hal-hal tersebut.

Ada beberapa teman yang memiliki gaji banyak tapi dia tidak memiliki waktu untuk menikmati waktu dan apa yang didapatkannya. Aku rasa itu adalah golongan orang yang merugi hehehe. Jika dibandingkan denganku, I am happy enough with my life. Ada lagi yang sudah memiliki gaji yang cukup banyak tapi masih saja merasa kurang. Yah itulah manusia selalu merasa kurang. Padahal bersyukur atau sekedar mengucapkan Alhamdulillah saja cukup membuat hati tenang dan damai.

Jadi pilihan hidup itu ada 2, ingin menikmati hidup dengan sederhana dan cukup atau ingin kaya tapi kurang bisa menikmati waktu yang ada? itu pilihan.

SO, it's better for you all guys to thank God in everything you have, you got, and you do.
Ingatlah, masih banyak orang diluar sana yang masih tidak bisa makan nasi bahkan untuk sehari sekali saja. Sedangkan kita yang diberikan banyak kelebihan, masih bisa makan berbagai macam makanan enak, haruslah banyak-banyak bersyukur. Kita tidak akan rugi kok hanya dengan bersyukur. Justru itu akan membuat kita kaya, kaya dengan segala hal yang tidak bisa diungkapkan ataupun dilihat dengan mata :)

Have  a good day
Share:

Senin, 11 Mei 2015

Bedanya TOPIK dan EPS TOPIK

Allright..... Karena tulisan ini tidak dimuat di koran lokal, akhirnya akan saya muat di laman pribadi saya. Kali aja bisa bantu-bantu nambah informasi sodara-sodara yang mau ambil tes ini.



Tes TOPIK yang ke-40 diadakan di Jakarta pada tanggal 26 April 2015. Tes TOPIK ini merupakan tes kemampuan Bahasa Korea yang diadakan di Indonesia 2 kali dalam satu tahun. Biasanya tes TOPIK diselenggarakan pada bulan April dan September. Tes ini merupakan tes yang perlu diambil ketika bertujuan untuk melanjutkan pendidikan kita di Korea Selatan. Tes TOPIK gelombang I diadakan di Jakarta, sedangkan untuk gelombang II diadakan di Jakarta dan Jogjakarta *menurut salah seorang peserta*

Meskipun sama-sama merupakan tes kemampuan untuk Bahasa Korea, namun tes TOPIK berbeda dengan tes EPS-TOPIK. EPS-TOPIK merupakan tes yang diperlukan untuk menguji kemampuan berbahasa bagi calon tenaga kerja yang akan bekerja di Korea Selatan. EPS-TOPIK hanya diadakan satu kali dalam satu tahun dengan tempat yang berbeda setiap tahunnya. Pada tahun 2014 wilayah Jawa Timur dipusatkan di UNISMA Malang, namun pada tahun 2015 dipusatkan di Surabaya. Tes biasanya diadakan pada bulan Juni Juli (kira-kira). Mayoritas peserta ujian merupakan laki-laki karena memang lebih banyak sektor perusahaan yang ditujukan bagi para lelaki. Namun bukan berarti wanita tidak bisa mengikuti ujian dan lolos tes EPS-TOPIK ini.  

Dilihat dari bobot soal dan juga jenis-jenis soal yang diujikanpun, kedua tes tersebut memiliki perbedaan. Karena ditujukan bagi pekerja, EPS-TOPIK lebih banyak mengujikan materi yang berhubungan dengan pekerjaan dan juga banyak menghafal kosakata. Tingkat kesulitan sama rata, tidak ada tingkatan dalam tes EPS-TOPIK. Dibandingkan dengan tes TOPIK yang lebih banyak mengujikan hal-hal yang umum dan memiliki tingkat kesulitan sesuai dengan tingkat tes yang diambil. Semakin tinggi tingkat yang diambil maka secara otomatis tingkat kesulitan juga lebih tinggi. Tinggi rendahnya kesulitan yang didapatkan sebanding dengan tingkat yang diambil. Pada tingkat dasar, materi  yang diujikan adalah mendengar dan membaca. Sedangkan pada tingkat menengah keatas juga terdapat tes menulis. 

Kedua tes tersebut identik dalam hal pendaftaran. Untuk EPS-TOPIK diperlukan tenaga yang ekstra untuk sekedar mengantri dan berebut formulir pendaftaran dengan belasan ribu peserta yang lainnya. Sediakan banyak waktu yang luang untuk mendaftar. Untuk tes TOPIK, pendaftaran harus datang langsung ke lokasi tes. Sedangkan bagi yang diluar kota, bisa mendaftar dengan mengirim berkas lewat pos dengan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak penyelenggara. Pendaftaran biasanya dilakukan 1-2 bulan sebelum tes, dan hasil ujian akan diumumkan 2 bulan setelah tes. Harga kedua tes tersebut tidaklah mahal. Hanya berkisar 150 ribu – 250 ribu untuk TOPIK dan sekitar 350 ribu – 400 ribu untuk EPS TOPIK. Ketatnya persaingan yang terjadi di Korea membuat ujian dilaksanakan dengan sangat ketat. Jika ditemukan kecurangan, maka kita akan dilarang keras untuk mengikuti ujian tersebut selama 2 tahun.

Yah jadi begitulah kiranya perbedaan kedua tes itu. Untuk informasi TOPIK lebih lanjut, bisa menghubungi pihak JIKS. Sedangkan untuk EPS TOPIK, biasanya bisa menghubungi BNP2TKI. 
Share:

Sabtu, 21 Maret 2015

Do the best

Studied mathematics at university then graduated and teaching Korean actually make me little bit hmm disappointed. I know that nothing useless when we learn something, but seems hmm where should I apply my mathematics?? Slowly but sure I have a lot of Korean classes. Yes I am not that expert in Korean, still lack of it. But I learn many things from those classes. Then one day, I have a mathematics class, for junior high school. So I teach Korean and mathematics. But then when that mathematics class done, I only teach Korean class again. *feel insecure hahah*


Then I got another job. Making a book in a team, and I work on the mathematics part. That book have been published. I am very happy because it is my very first national book -even work with team, even I have another module which have been published too by Mayantara publisher. Then slowly but sure, I have another job, making mathematics problem again. It will be publish later, with team again. When I show my book to my parents, suddenly daddy said "Hm.. actually you have a passion and capability in writing. You can continue writing everything then. This is also useful for others". I haven't write for some times, so now I try to write again. *and of course train my English again, it's getting worse recently*

So the conclusion is I am working in front of people when teaches Korean, and working behind the scene for mathematics. That makes me feel secure *apaan sih secure insecure aja hehe*. I mean I am able to apply what I have got from everywhere. I become productive human every day. Try to do the best for every chances that comes to me. Experience many things. Because being jobless or unproductive are something that always make me worried and scared me already.


 


Happy become  a productive and benefit for others. Have a good day. . .
Share: