Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jangan libatkan masa lalu!

Setiap orang tentunya memiliki masa lalu yang baik dan buruk. Setiap masa lalu pasti membawa satu pelajaran tersendiri bagi pemilik masa lalu tersebut. Namun tidak seyogyanya kita masih terkungkung dengan masa lalu yang akan menghambat kehidupan yang kita jalani saat ini dan rencana masa depan yang akan kita bangun.

Masa lalu sedikit banyak berpengaruh bagi kita. Jika masa lalu baik, maka akan mempengaruhi diri kita yang juga baik. Apa yang terjadi jika sebaliknya? Tentunya tidak akan bisa move on.

Ambil contoh masa lalu dengan mantan kekasih. Masa lalu dengan mantan kekasih tak selalu yang baik-baik saja, namun ada juga yang buruk. Tapi ketika kita sudah memutuskan hubungan dengan mantan kekasih, sebaiknya hubungan itu tidak dilanjutkan ketika kita memiliki satu hubungan baru. Bukan berniat memutuskan tali sirahturahmi, tapi suatu saat hal itu bisa menjadi boomerang untuk hubungan baru yang sedang kita jalani.

Dalam suatu hubungan baru, tak masalah jika kita ingin menceritakan sedikit tentang masa lalu dengan mantan. Tapi tidak harus semuanya serba dibuka dan dibawa ke masa sekarang. Tetap berhubungan dengan mantan memiliki kemungkinan yang sangat tinggi untuk merusak hubungan baru yang sedang dijalani saat ini. Terlebih lagi jika kita membocorkan permasalahan dalam hubungan baru kepada mantan. Itu adalah hal yang amat sangat tidak patut dilakukan. Kenapa? Sekali lagi, itu akan menjadi boomerang bagi hubungan baru. Ketika mantan mengetahui terlalu banyak masalah di hubungan baru yang sedang kita jalani, tinggal tunggu saja tanggal mainnya.

Banyak motif dibalik “menghubungi kembali sang mantan”. Ada karena motif ingin kembali menjalin hubungan lama, motif mencari kenyamanan, ada juga karena tidak suka jika mantan yang memiliki hubungan baru menjadi lebih sukses daripada dirinya akhirnya dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan hubungan baru yang sedang kita bangun. Karena banyak kasus yang merefer pada tindakan “jika aku tidak bisa memilikinya, maka kamu pun tidak akan pernah bisa memilikinya”. Licik? Iya tentu saja licik. Sudah banyak kasus yang seperti itu. Atau minimal si mantan juga ingin merusak dan ingin melihat mantannya yang memiliki hubungan baru ini memiliki nasib yang buruk dan ingin memastikan jika dia mendapatkan hukuman karena telah meninggalkan sang mantan.

Kenapa saya lebih merefer kepada kata mantan? Karena mantan adalah orang di masa lalu yang melibatkan banyak perasaan jika memutuskan untuk menghubungi di masa sekarang, ataupun masa depan. Sebuah hubungan yang melibatkan banyak perasaan didalamnya terutama perasaan cinta, akan sulit dengan mudah untuk diakhiri. Karena banyak kasus perselingkuhan yang juga terjadi karena melibatkan mantan kekasih yang dihubungi atau berhubungan kembali. Kasus ini juga sering terjadi dilingkungan sekitar.

Mungkin kaum lelaki tidak mengerti dan tidak pernah bisa berpikiran sejauh ini. Tapi bagi kami para wanita, wanita memiliki perasaan yang jauh lebih dalam. Kekuatan indra keenam wanita dalam satu hubungan dengan lelakinya akan mampu mengalahkan prediksi-prediksi logis lelaki. Karena wanita, lebih pandai merasakan.

Dan tidakkah kau bertanya atau setidaknya memikirkan tentang perasaan wanitamu ketika dia mengetahui wanita di masa lalumu masih mengganggumu bahkan mengganggu hubungan kita? Mungkin kau akan beranggapan ini berlebihan, tapi tidak bagi kami para wanita. Kami memiliki radar yang jauh lebih efektif untuk menebak apa maksud dari mantan wanita masa lalumu itu.

Percayalah, masa lalumu bisa menghancurkan masa depanmu jika kau tidak meninggalkannya. Sekali lagi, jangan libatkan masa lalu dalam kehidupan baru yang kita jalani saat ini dan selanjutnya.

Dear kalian yang berasal dari masa lalu, tolong hargai kami yang saat ini sedang memiliki hubungan baru dengan orang yang pernah kalian cintai di masa lalu. Karena kami juga memiliki hak hidup bahagia tanpa gangguan dari masa lalu.

I wish you all have a good life,

*tidak hanya merefer kepada wanita masa lalu, namun juga pria masa lalu*

 

Comments

Popular posts from this blog

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Snailmail

I signed up in an international portal since I was at high school. I was a quiet one, not much talk especially with stranger. But since that day, I feel myself get easier to talk to strangers. In that portal, there are several options why you join there, including 'flirting', that is shown on the optional boxes. And I found something interesting, snailmail. I never heard about this before, but I thought it is like a mail that goes slower because snail always walking so slow. Then someone chatted me and told me that she want to snailmail. I asked her what is that and she said 'it is postcard swapping'.   was taken at Museum Angkut years ago. taken using my old unique phone Wow.. postcard swapping.. my granny and I did it long time ago before mobile phone was invented. Well I mean before we all use mobile phone to connect to each other. I have family in The Netherlands, and we only have a phone, if we call them using home phone it would cost a lot for even few minu...