Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Eh tata krama dong

Kalau soal makanan, asal kamu minta baik2 aja, pasti saya kasih. Nggak perlu lah malu kalau emang pengen makan makanan yg saya makan. Saya nggak bakal pelit kok sama makanan. Beneran deh. Saya memang doyan banget makan, tapi saya nggak pelit kok. Tenang aja. Cuma kalau lagi makan trus diinterupsi itu aja sih yg jadi agak gak mood jadinya.

Nah, ada orang baru, baru kenal 2 hari kalau nggak salah ya, tiba2 aja nyomot permen yg ada didepanku. Seketika jadi mikir saya "tadi gue tawarin ga ya?". Ah yasudahlah mungkin saya lupa. Eh diulangi lagi ternyata. Nah disitu saya jadi mikir, "nih anak kok asal ambil ga bilang2 ya?". Hmm mungkin salah duga.

Nah beberapa saat kemudian, hal itu terulang. Ada makanan dari temen kantor dimejaku, dia kemudian nyindir2 biar dibagi makanan itu. Bukan minta dg baik, tp lebih ke arah'narget'. Susah mah. Tapi saya abaikan hahaha..

Beberapa waktu lalu, eh terulang lagi. Ada snack di mejaku, sengaja nggak bagi2 temen biar ntar kalau mau juga ambil sendiri. Nah dia langsung datengin mejaku dan nyomot snack ku. Dalem hati "uwaw ni anak emang nggak punya tata krama nih".

Jadi sebenernya minta makanan sih nggak masalah, jangan asal ambil aja. Kalau orangnya seperti saya, yg nggak langsung memberikan peringatan di pertama kali nyomot makanan. Nah kalau pas nyomot pertama kali langsung dimarahin gimana? Kan malu juga. Gara2 makanan bisa berantem.

Ohh nak, kau rupanya harus belajar lebih dalam lagi soal tata krama. Ini bukan soal karena saya orang Jawa lho ya.. orang bule juga malah marah2 kalau makanannya tiba2 diambil tanpa ijin gitu. Jadi intinya, tata krama itu dimanapun harus ada. Dan jangan lupa untuk menghargai orang lain jika kamu juga ingin dihargai.

So... jangan asal comot makanan orang lho yaaa... bisa berabe kalau yg dicomot makanannya nggak ikhlas hehe

Comments

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya