Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
While waiting time to class, I enjoy my time with Rama (the owner’s son). He was drawing some robots. We were talking lots and joking. But suddenly he sets up his butt in front of my eyes and that was impolite things to do. I told him that this is impolite and ask him not to do this anymore. When told him about that, I also touch his butt. But suddenly he shout out loud “Jangan pegang pantatku!”, or don’t touch my butt. And he told his mom that I touch him. I don’t know anything then his mom told me that she inform her son if people touch his butt or front side, he must tell them dont do that. If people do that, he must tell his mom. His mom do this because a lot of sexual crime out there. She just worried her son and try to protect him. Good advice. Ahhh that's why he tell his mom right after I touch his butt. I just laugh, and say sorry to him. Then I thought that he listen and do what his mom tell. And I was the first do that thing to him. Haha.. Sorry Rama. Hehehe