Skip to main content

Boxing!

bisa wrap sendiri setelah 2 bulan Akhirnya gw nggak cuma mendambakan, "Ahh pengen boxing deh" tapi beneran bayar buat boxing. Udah beberapa bulan ngintip instagram tempat boxing deket rumah gw, udah berbulan-bulan disuruh H buat berangkat, akhirnya gw mantapkan hati "Yaudah lah cobain dulu sekali" yang ternyata gratis trial ya. Karena baru pertama kali, ya gw mau coba yang basic aja.  Setelah satu jam, penuh keringat, gw langsung aja "Mas, bayar dong bulanan".  Gw bener-bener orang yang nggak bisa olahraga sendirian. Karena kalo sendirian, gw pasti boongin diri gw sendiri "Ah kan ga ada yang liat, udah ah nggak kuat" konyol. Tapi kalau ada minimal, pelatihnya, kita udah engap pasti mereka teriak-teriak "10 MORE SECONDS! AYO AYO BISA!!!" Kek malu lah kalau nggak lanjut, yekan? Plank dari cuma bisa 10 detik, jadibisa 20 detik, 30 detik, jadi 40 detik, gara-gara "AYO KAK BISAAAAAA!!!" Antara sebel, kesel, tapi ya seneng 😆 Jadi m

Bayar kantong plastik

Yeay... finally... kebijakan plastik berbayar akhirnya terealisasi juga.

Fyi, Indonesia adalah penyumbang sampah terbesar di lautan nomor 2 setelah China. Jadi sudah saatnya merubah kebijakan dengan cara melabeli kantong plastik belanjaan sebesar 200 rupiah. Iya, hanya 200 rupiah saja. Untuk beli permen pun masih kurang uangnya. 

Kenapa saya senang sekali dengan kebijakan itu? Karena saya sudah amat sangat sebal dengan sampah plastik yang serba dimana-mana. Buang sampah juga sembarangan, akhirnya plastik dimana-mana. Semua pasti sudah mengerti lah kalau plastik itu proses terurainya 500-1000 tahun. Lamaaaá banget. Itu satu plastik. Dan nggak mungkin kan hanya ada satu?

Saya memang sudah terbiasa membeli tanpa meminta plastik belanjaan, selama barangnya memang bisa masuk tas. Beberapa kali belanja sama si pacar juga begitu. Dia selalu ngomel-ngomel kalau sudah mulai ngeliat sampah tercecer sembarangan. Dia sering bilang kalau Indonesia itu bagus, kenapa sih malah orang-orang Indonesia nggak sayang sama lingkungannya, sampah plastik dimana-mana, kan sayang. Gue mah buang sampah ditempat sampah, kalau dia ngomel-ngomel ke orang yg buang sampah sembarangan, imbasnya jadi ke gue deh, padahal gue buang sampah selalu ditempat sampah.

Teman saya yg di Jerman mengatakan kantong plastik disana dihargai sangat mahal, sehingga mereka yg belanjapun ogah ngeluarin uang banyak hanya untuk hal yg nantinya akan dibuang sia-sia. Jika di konversi ke rupiah, satu kantong plastik disana bisa seharga ratusan ribu. The question is : kenapa harga kantong plastik disini hanya 200 rupiah? Bukannya itu harga masih murah dan mungkin sebagian dari kita akan berpikir 'ahh cuman 200 juga, itu masih belom dapet kerupuk tuh'. Iya nggak?

Ok saya tidak mau terlalu mengkritisi, mungkin saja ini adalah tahap awal dari realisasi ini. Bisa jadi nanti satu kantong plastik seharga 10ribu. Nah kalau segini mah bener-bener males buat bayar kantong aja.

Hanya bisa berharap banyak orang yg akan sadar dengan adanya kebijakan ini. sudah saatnya kita menyelamatkan bumi yg sudah mulai kritis. Kasian buminya kalau setiap hari terus dibebani dengan sampah plastik kita.

Yuk.. safe earth! Love your family and environment ❤

Comments

  1. Iya, kebijakan gak banget. Cuman 200 rupiah mah gak ngefek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo aku jd mentrinya, langsung dah sekantong seratus ribu

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

I Thought I Hate People, but...

Sanur ... but I actually don't! That I realized when I had dinner with H and he asked me, "Do you think she's married? The seller, she looks young but not too young."  So I said, "Uhmm I don't know and I don't care."  He then said again, "Yea I know, but I am curious about people. I am curious about what they're doing in life." That's when it came to my mind, "Wait a minute! I am also curious about people, but not their personal life like marital status, how many kids they have, what religion they believe in. I am curious about what they think about things! Ah that's why I love talking to people, no matter how introvert I am but talking to people still excites me." Then we finished our big nasi goreng together.  Looking back at it, I never really like people randomly talking to me when I was in the zone... Like zoning in and out talking to myself. But actually no, maybe it was only that we didn't sync so I went &qu

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala

Menjadi dotcom

Few days ago, I wrote what I want to do on early 2017. And one thing has been done today. What is that? Tarararaaaaaaa.... silverestrella.com As I promised myself, now this blog has been upgraded to dotcom. I found a domain hosting through Mas Adhi . He wrote that when I was looking for hosting for my blog. So thank you so much, you came on right time hahaha Dibilang alay ya udahlah nggak apa-apa, yang jelas seneng akhirnya bisa upgrade jadi dotcom yeyeyeyeee