Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Gampangnya Apply e-visa Rusia

Red square

Jadi, WNI diberi kemudahan untuk ke Rusia. Cukup dengan apply e-visa yang bisa didapatkan dalam hitungan hari saja. Meskipun sudah sering apply e-visa, tapi e-visa Rusia ini agak unik formulirnya. Jadi sebelum apply, gw baca gimana caranya di sini yang amat sangat runtut dan mudah dipahami.

Sebelum isi formulir online, ada baiknya siapkan foto 3.5 x 4.5 dengan background putih dulu. Setelah itu jangan lupa untuk beli asuransi. Karena agak kepikiran, gw putuskan untuk beli asuransi dari perusahan yang ada di sana. Asuransi yang gw beli dari sini. Tadinya setelah beli kok nggak ada info apapun, bahkan bukti bayar pun nggak ada. Tapi petugasnya cukup tangkas setelah gw email, gw langsung dapat asuransinya. Nomer asuransi diperlukan untuk mengisi formulir, jadi harus beli asuransi sebelum apply visa. 

Nah, bagi gw, ini formulir baru kali ini dapat pertanyaan yang unik-unik semacam apakah pernah pelatihan militer, wajib militer, pernah pegang / punya senjata, bahkan sampai nanyain sosmed juga. Lengkap banget dan formulir terpanjang banget buat e-visa. 

Setelah terisi lengkap, tinggal bayar aja. Ini juga agak tricky karena gw coba pakai kartu debit (jenius) nggak bisa. Tapi setelah pakai kartu kredit, bisa juga. Cuma agak deg-degan karena kabarnya mereka nggak semua kartu diterima. Nominalnya pun ditunjukkan dalam bentuk mata uang Rusia dan dirham. 

Gw kirim dokumen e-visa online (dari website resmi) hari jumat, eh hari senin sudah masuk visa yang disetujui. E-visa ini hanya berlaku untuk 16 hari saja. Kalau lebih dari itu, bisa cek jenis visa lain yang relevan. Karena gw perginya untuk wisata 14 hari ya sudah pas dapatnya segitu. 

Untuk apply e-visa ini, yang diperlukan hanya 2 hal; foto dan asuransi. Nggak perlu hotel selama di sana, bukti rekening, dll. Total biaya asuransi sekitar $20 dan visa kira-kira 800 ribuan. Prosesnya juga termasuk cepat.

Ketika di bandara Indonesia waktu check in, petugas bakal tanya seperti biasa dan mungkin perlu untuk ambil foto visanya juga. Dan… untuk ke Rusia, kita nggak bisa lewat autogate di bandara Indonesia karena mereka akan minta stempel di paspor. Jadi harus tetap manual antri untuk stempel paspor. 

Setelah sampai di Rusia, bakal dikasih kertas semacem kertas turis yang isi statemen singkat di Rusia bakal berapa hari. Kertas ini harus disimpan karena nanti akan diambil petugas imigrasi saat keluar Rusia. Nanti di hotel, semua isi paspor difotokopi dan setelah check out ada kertas info dari hotel yang bisa dibawa. 

Proses keluar masuk Rusia memang agak sedikit beda. Asal kita nggak kriminal aja ga bakal ada masalah. 

Have fun!

Comments