Skip to main content

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite spot ...

Urus Pindah Domisili ke Denpasar - Bali

Balinese is a lot of thing, but one thing for sure that they work efficiently when it is related to the documents. 

Gw selalu kasih tepuk tangan meriah kalau urus-urus dokumen di Bali tuh serba cepet banget. Di Denpasar ya terutama karena gw tinggal di sini. Nggak tau lagi kalau di daerah lain. Ini testimoni gw yang tiap tahun harus urus dokumen visa suami, tiap tahun harus ke Dukcapil, Polres, wira-wiri di desa urus printilan. 

Akhirnya tahun ini gw putuskan untuk pindah domisili ke Bali. Yeay. 

Bukan tanpa alasan, tapi karena untuk menjamin KITAP, gw harus domisili Bali. Suami gw udah terdaftar di Imigrasi Bali. Jadi daripada gw harus pindahin dia ke domisili asal gw, yang mana gw udah nggak tinggal di sana hampir 20 tahun, ya lebih baik gw yang pindah. 

Ternyata, pindah KTP tuh gampang banget ya. Gw kira gw harus pulang dulu ke domisili untuk cabut berkas. Setelah tanya langsung ke domisili asal gw (Pake WA dan jawabnya nunggu lama banget), mereka bilang untuk urus surat SKPWNI (Surat Keterangan Pindah WNI) bisa dibantu oleh domisili setempat secara online. Jadi nggak perlu datang secara fisik ke domisili asal untuk cabut berkas.

1. Urus SKPWNI ke Dukcapil setempat.

Syaratnya hanya mengisi formulir yang disediakan, surat keterangan pemilik rumah kalau kita numpang alamat rumah (misal rumah sewa), fotokopi KK dan KTP. Udah itu aja. Waktu gw tanya berapa lama jadinya, mereka bilang "tergantung domisili asalnya lama atau nggak urusnya". Punya gw selesai dalam waktu 5 hari. Tapi baru gw ambil 2 minggu kemudian. 

Kebetulan kodepos gw salah (salah mereka yang input), gw urus langsung ke desa dan 5 menit jadi tuh revisi SKPWNI nya.

2. Urus permintaan KK dan KTP baru. 

Setelah SKPWNI jadi, step selanjutnya adalah submit dokumen untuk minta KK dan KTP baru. Untuk submit permintaan ini, Kota Denpasar pakai website TARINGDUKCAPIL. Sungguhan ini website adalah website ajaib menurut gw. Gw udah pake ini untuk urus dokumen suami gw dan beneran praktis banget. Nggak nunggu lama, verifikasi dokumen kalau ada yang salah langsung masuk email. Setelah revisi, dapet persetujuannya juga kurang dari 24 jam. 

Untuk urus ini, dokumen yang diperlukan adalah SKPWNI, fotokopi KK lama, surat keterangan pemilik rumah, formulir F1-02 dan F1-06. Udah itu aja. 


3. Ambil KK dan KTP baru. 

Setelah disetujui permintaannya, kita datang ke kantor Dispenduk membawa dokumen persetujuan yang selembar itu untuk dicetakkan KK terbaru. Tunggu antrian sebentar (kalau di Denpasar antrian selalu nggak lama), serahkan dokumen ke petugas lalu KK dicetakkan. Nah setelah KK dicetak, ternyata udah bisa langsung cetak KTP di meja sebelah. 

KTP lama digunting dan kita bisa dapet KTP baru dalam waktu 5 menit. Nggak ada cerita blanko kosong wkwkw. Abis cetak gw tanya apa bisa ganti foto, eh katanya bisa. Tapi udah terlanjur kecetak dulu. Yaudah, kapan-kapan aja kalau KTP gw rusak bisa sekalian ganti foto. 

Tentu saja, semua hal ini selesai dalam waktu kurang dari 2 minggu (kalau ditotal tanpa ambil SKPWNI telat). Tapi ini di Denpasar ya. Di kota lain bisa jadi lama atau lebih cepat. Tetep tergantung cara kerja Dukcapil setempat.

Kalau aja ya semua hal bisa praktis dan efisien seperti ini. Bayangin, bakal semudah apa hidup kita heheehee

I am officially, administratively registered as Warga Bali 😎

Comments

Popular posts from this blog

Taking a Train from Moscow City to Yaroslavky

walking to the wagon We chose deliberately in the winter to travel from Moscow to Yaroslavsky. In my defense, we kinda had to use the holiday a little bit. If we're waiting for the good weather, it probably not gonna happen for 3 months and then nothing again. So this trip was taken on February 2026. So we've decided to take a few days off going from Moscow to half of the golden ring. The name ring, means literally ring. Refers to a few cities that used to be very important in the past. Starting from Moscow city (where which we're coming from, technically). I have to mention the cities here anyway; Sergiyev Posad, Pereslavl Zalessky, Rostov Veliky, Yaroslavl, Kostroma, Ivanovo, Vladimir, and Suzdal. there will be info about the train  We took the train trip from Moscow. I would say it's the "normal type" of train. So we sat next to each other. Two seaters next to each other. I think my husband took the non-economy one. He booked the train from the app, tutu. T...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Rough Guide to Bali

Penjor "Hey I am coming to Bali, can you recommend me things to do?" I got that question a lot. I get it, I live in Bali so people would think that I master everything about Bali. Well... 50:50. I happened to travel around Bali since 2017. So it wasn't wrong to assume me knowing Bali. But I am also a lazy traveler so I don't always do many things in one place.  That is why we will call this a rough guide to Bali.  First thing first, define your style of traveling. Because we all know that Bali is an island. Not a city. So it is quite big, you know. You can not explore all of it in two weeks. Well you might be able to do so, but probably not immersing enough of it.  So... what is your style of traveling? Bali offers you some cultures, quiet normal life, party hotspots, quiet beaches, busy beaches, temples, and so on.  Mt Batur West part of Bali (Canggu, Seminyak, Kuta) If you enjoy partying, you might want to spend your time more in the west part of Bali like Canggu, ...