Skip to main content

Praktisnya Menggunakan e-meterai

Sebagai pelaku kawin campur, meterai adalah hal kecil yang sering kali luput karena dikit-dikit tempel meterai untuk perihal pengajuan visa. Seringnya beli satu, dua taro dompet, eh nggak tau keselip di mana. Belum lagi kalau ternyata setelah dokumen dicetak - ditempel matere - lalu ditandatangani - kemudian discan, ini prosesnya kayak berulang banget dan bisa berkali-kali karena salah tanggal atau orang yang dituju atau dokumen udah keburu expired. Udah kecil, nggak murah, sering ilang pula wkwkwk.  e-meterai mulai diluncurkan tahun 2021. Gw belum pernah coba karena jujur masih bingung apa iya ini imigrasi nanti nerima e-meterai gw? Hingga hari ini, Januari 2023 gw harus kirim dokumen bermeterai untuk update alamat gw sebagai penjamin visa. Iya, nggak bisa via website langsung, harus kirim permohonan via email yang dilengkapi dokumen permohonan dg tanda tangan di atas meterai.  Hah hoh karena nggak ada printer di rumah, kalau ngeprint cuma perlu sebiji. Meterai udah ga ada juga. Akhir

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 

Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menawar harga becak. Karena dulu saya ditawari seharga 50ribu. Setelah ditawar akhirnya mendapat harga setengahnya. 

Yang kedua adalah menggunakan taksi. Jika titik keberangkatan dari sekitar Malioboro atau Jogja, menuju kesana taksi tidak akan menggunakan argo karena akan terjadi tawar menawar harga. Hati-hati dengan harga yang ditawarkan supir taksi. Bisa sangat mahal, tergantung bagaimana cara menawar kita. Karena saat itu saya dengan pasangan yang bule, sewaktu berangkat saya diberikan harga 150ribu dan dari Prambanan menuju bandara Adi Sutjipto diberikan harga 110ribu. Saya jadi mikir, yang berangkat tadi seharusnya bisa cuman dapet 100ribu nih. Tapi ya sudahlah, nggak ada protes dari si dia, jadi ya oke lah nggak banyak cingcong. Untuk kendaraan pribadi, tergantung bensinnya hehehe.. yang jelas dari arah Jogja menuju Prambanan menghabiskan waktu sekitar satu jam.

Tiket masuk weekend untuk turis lokal dibandrol dengan harga 30ribu rupiah. Sedangkan untuk turis mancanegara seharga hampir 300ribu rupiah. Tempat membeli tiketnya pun berbeda antara yang lokal dan mancanegara. Dan pengalaman membeli tiket dengan mas pacar di loket lokal, diliatin sama orang-orang dari ujung atas sampai bawah. Oh iya, untuk anda yang merupakan turis mancanegara, selain menggunakan tiket standar yang seharga hampir 300ribu, manfaatkan kartu pelajar anda untuk mendapat harga khusus. Pengalaman mas pacar yang masih memegang kartu alumni kampusnya, dia bisa mendapatkan harga spesial khusus pelajar dengan cara “I am a Amsterdam university student, give me a student ticket”. Nah lhooo… harganya cuman 126ribu rupiah. Lumayan kan… Manfaatkan kartu anda hehehe

Untuk anda yang membawa banyak barang-barang seperti backpacker, jangan khawatir. Ada tempat penitipan tas didekat loket lokal. Manfaatin aja daripada bawa barang piknik keliling candi. Lokasi candi nggak kecil yaaa, dijamin capek deh serius. Jadi lebih baik manfaatkan penitipan barang gratis yang harus diambil sebelum pukul 5 sore. Bawa aja dompet dan barang penting lainnya. saya cuman bawa dompet, tablet, hape, air sama payung (nggak cuman deh kalo ini), sedangkan dia membawa dompet, kamera, dan buku panduan wisata (yang terakhir ini nggak penting banget menurutku hehee).

Jangan lupa bawa payung. Bukan karena takut hujan, tapi kepanasan hehehe. Maklum aja lokasi candi yang sama sekali nggak ada tempat berteduhnya, kecuali deretan pohon dan hijau-hijauan sebelum masuk pelataran candi. Si dia yang awalnya hanya ingin melihat candi dari kejauhan dan duduk-duduk di gazebo sekitar 100meter dari candi akhirnya menyerah dan ingin melihat candi lebih dekat. 

Dengan berbekal payung, akhirnya saya memakai paying untuk menghindari terpapar sinar UV berlebih. Meskipun pada akhirnya payung sukses terbalik karena anginnya yang lumayan kencang sekali. But it help a lot lho.
Yang saya suka dari candi Prambanan adalah bentuknya. I mean dia banyak, dan menyebar. Tidak seperti candi Borobudur yang hanya satu ting ditengah-tengah. Beberapa Candi utama terlihat besar, dan ada banyak candi kecil-kecil disekitar pelataran Prambanan. Mungkin itu adalah candi Sewu. Tapi mereka semua sudah tidak berbentuk. Hanya berbentuk batuan kecil-kecil. Kemungkinan besar mereka rusak karena efek gempa tempo hari di Jogja. 

Hampir setiap candi utama terdapat arca di dalamnya. Dan bagi saya, ini adalah spot yang paling horror. Gimana mau nggak horror, lokasinya gelap, arcanya mistis. Saya yang merasa horror, tapi dia santai-santai aja. Dasar beda mindset ya hehehe.. Setelah menyusuri candi dari ujung sampai ujung, ada beberapa spot lain seperti museum, kantin, tempat oleh-oleh, bahkan tempat kijang dikandangkan. Bukan dikandangkan sih, tapi dipagari tempat mereka dan kita bisa memberikan mereka makan dengan cara membeli sayuran yang sudah terjual disekitar kijang-kijang tersebut.

Harga souvenir terbilang masuk akal, sekali lagi masuk akal untuk daerah wisata. Dan juga harga makanan di kantin yang juga standar. Sepiring pecel dihargai sepuluh ribu, es teh seharga 5ribu dan air mineral juga 5ribu. Masuk akal kan??
Pintu keluar dekat dengan deretan kantin-kantin. Jangan lupa untuk mengambil barang yang tadi dititipkan. Sediakan sunblock dan payung atau apapun untuk menghalau panasnya terpaan sinar matahari. Karena panasnya benar-benar menggosongkan untuk kulit sejenis kulit saya yang Indonesia banget. 

Lagi-lagi, yang didapat dari kunjungan ini hanya bersyukur dan bersyukur. Diberikan kelengkapan fisik untuk melihat indahnya Prambanan dan bersyukur berkesempatan melihatnya. Meskipun setiap kali berkunjung kesana masih nggak habis-habisnya berpikir cara mereka, manusia jaman dahulu membangun candi yang super kokoh tersebut. Cukup ngebayangin ngangkut batu seberat segede gaban gitu ke puncak candi dimana jaman itu belum ada buldoser ataupun lem super canggih untuk menempelkan satu batu dengan batu lainnya.



Prambanan dari kejauhan


Bongkahan batu yang hancur, dan makin hancur gegara gempa


Traveling kali ini, nggak ke Bromo yang dingin atau candi yang panas, dampaknya sama-sama sukses menggosongkan wajah.

Comments

  1. Penitipan barangnya aman ga kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo galuh.. aman kok, krn ini fasilitas dr pengelola candinya. Kalo mau nitip kamu bilang aja ke yg jual tiket. Letaknha sblh kiri tiket, nnti dikasih nmr. Sprti biasanya titip brg. Maaf ya baru bales hihi

      Delete
  2. Sampe sekarang masih ada kak tempat penitipan barangnya? Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh kece sekali. Emang perlu sih, krn banyak jg yg bawa banyak brg skalian cabut begitu

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Praktisnya Menggunakan e-meterai

Sebagai pelaku kawin campur, meterai adalah hal kecil yang sering kali luput karena dikit-dikit tempel meterai untuk perihal pengajuan visa. Seringnya beli satu, dua taro dompet, eh nggak tau keselip di mana. Belum lagi kalau ternyata setelah dokumen dicetak - ditempel matere - lalu ditandatangani - kemudian discan, ini prosesnya kayak berulang banget dan bisa berkali-kali karena salah tanggal atau orang yang dituju atau dokumen udah keburu expired. Udah kecil, nggak murah, sering ilang pula wkwkwk.  e-meterai mulai diluncurkan tahun 2021. Gw belum pernah coba karena jujur masih bingung apa iya ini imigrasi nanti nerima e-meterai gw? Hingga hari ini, Januari 2023 gw harus kirim dokumen bermeterai untuk update alamat gw sebagai penjamin visa. Iya, nggak bisa via website langsung, harus kirim permohonan via email yang dilengkapi dokumen permohonan dg tanda tangan di atas meterai.  Hah hoh karena nggak ada printer di rumah, kalau ngeprint cuma perlu sebiji. Meterai udah ga ada juga. Akhir

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad