Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 

Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menawar harga becak. Karena dulu saya ditawari seharga 50ribu. Setelah ditawar akhirnya mendapat harga setengahnya. 

Yang kedua adalah menggunakan taksi. Jika titik keberangkatan dari sekitar Malioboro atau Jogja, menuju kesana taksi tidak akan menggunakan argo karena akan terjadi tawar menawar harga. Hati-hati dengan harga yang ditawarkan supir taksi. Bisa sangat mahal, tergantung bagaimana cara menawar kita. Karena saat itu saya dengan pasangan yang bule, sewaktu berangkat saya diberikan harga 150ribu dan dari Prambanan menuju bandara Adi Sutjipto diberikan harga 110ribu. Saya jadi mikir, yang berangkat tadi seharusnya bisa cuman dapet 100ribu nih. Tapi ya sudahlah, nggak ada protes dari si dia, jadi ya oke lah nggak banyak cingcong. Untuk kendaraan pribadi, tergantung bensinnya hehehe.. yang jelas dari arah Jogja menuju Prambanan menghabiskan waktu sekitar satu jam.

Tiket masuk weekend untuk turis lokal dibandrol dengan harga 30ribu rupiah. Sedangkan untuk turis mancanegara seharga hampir 300ribu rupiah. Tempat membeli tiketnya pun berbeda antara yang lokal dan mancanegara. Dan pengalaman membeli tiket dengan mas pacar di loket lokal, diliatin sama orang-orang dari ujung atas sampai bawah. Oh iya, untuk anda yang merupakan turis mancanegara, selain menggunakan tiket standar yang seharga hampir 300ribu, manfaatkan kartu pelajar anda untuk mendapat harga khusus. Pengalaman mas pacar yang masih memegang kartu alumni kampusnya, dia bisa mendapatkan harga spesial khusus pelajar dengan cara “I am a Amsterdam university student, give me a student ticket”. Nah lhooo… harganya cuman 126ribu rupiah. Lumayan kan… Manfaatkan kartu anda hehehe

Untuk anda yang membawa banyak barang-barang seperti backpacker, jangan khawatir. Ada tempat penitipan tas didekat loket lokal. Manfaatin aja daripada bawa barang piknik keliling candi. Lokasi candi nggak kecil yaaa, dijamin capek deh serius. Jadi lebih baik manfaatkan penitipan barang gratis yang harus diambil sebelum pukul 5 sore. Bawa aja dompet dan barang penting lainnya. saya cuman bawa dompet, tablet, hape, air sama payung (nggak cuman deh kalo ini), sedangkan dia membawa dompet, kamera, dan buku panduan wisata (yang terakhir ini nggak penting banget menurutku hehee).

Jangan lupa bawa payung. Bukan karena takut hujan, tapi kepanasan hehehe. Maklum aja lokasi candi yang sama sekali nggak ada tempat berteduhnya, kecuali deretan pohon dan hijau-hijauan sebelum masuk pelataran candi. Si dia yang awalnya hanya ingin melihat candi dari kejauhan dan duduk-duduk di gazebo sekitar 100meter dari candi akhirnya menyerah dan ingin melihat candi lebih dekat. 

Dengan berbekal payung, akhirnya saya memakai paying untuk menghindari terpapar sinar UV berlebih. Meskipun pada akhirnya payung sukses terbalik karena anginnya yang lumayan kencang sekali. But it help a lot lho.
Yang saya suka dari candi Prambanan adalah bentuknya. I mean dia banyak, dan menyebar. Tidak seperti candi Borobudur yang hanya satu ting ditengah-tengah. Beberapa Candi utama terlihat besar, dan ada banyak candi kecil-kecil disekitar pelataran Prambanan. Mungkin itu adalah candi Sewu. Tapi mereka semua sudah tidak berbentuk. Hanya berbentuk batuan kecil-kecil. Kemungkinan besar mereka rusak karena efek gempa tempo hari di Jogja. 

Hampir setiap candi utama terdapat arca di dalamnya. Dan bagi saya, ini adalah spot yang paling horror. Gimana mau nggak horror, lokasinya gelap, arcanya mistis. Saya yang merasa horror, tapi dia santai-santai aja. Dasar beda mindset ya hehehe.. Setelah menyusuri candi dari ujung sampai ujung, ada beberapa spot lain seperti museum, kantin, tempat oleh-oleh, bahkan tempat kijang dikandangkan. Bukan dikandangkan sih, tapi dipagari tempat mereka dan kita bisa memberikan mereka makan dengan cara membeli sayuran yang sudah terjual disekitar kijang-kijang tersebut.

Harga souvenir terbilang masuk akal, sekali lagi masuk akal untuk daerah wisata. Dan juga harga makanan di kantin yang juga standar. Sepiring pecel dihargai sepuluh ribu, es teh seharga 5ribu dan air mineral juga 5ribu. Masuk akal kan??
Pintu keluar dekat dengan deretan kantin-kantin. Jangan lupa untuk mengambil barang yang tadi dititipkan. Sediakan sunblock dan payung atau apapun untuk menghalau panasnya terpaan sinar matahari. Karena panasnya benar-benar menggosongkan untuk kulit sejenis kulit saya yang Indonesia banget. 

Lagi-lagi, yang didapat dari kunjungan ini hanya bersyukur dan bersyukur. Diberikan kelengkapan fisik untuk melihat indahnya Prambanan dan bersyukur berkesempatan melihatnya. Meskipun setiap kali berkunjung kesana masih nggak habis-habisnya berpikir cara mereka, manusia jaman dahulu membangun candi yang super kokoh tersebut. Cukup ngebayangin ngangkut batu seberat segede gaban gitu ke puncak candi dimana jaman itu belum ada buldoser ataupun lem super canggih untuk menempelkan satu batu dengan batu lainnya.



Prambanan dari kejauhan


Bongkahan batu yang hancur, dan makin hancur gegara gempa


Traveling kali ini, nggak ke Bromo yang dingin atau candi yang panas, dampaknya sama-sama sukses menggosongkan wajah.

Comments

  1. Penitipan barangnya aman ga kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo galuh.. aman kok, krn ini fasilitas dr pengelola candinya. Kalo mau nitip kamu bilang aja ke yg jual tiket. Letaknha sblh kiri tiket, nnti dikasih nmr. Sprti biasanya titip brg. Maaf ya baru bales hihi

      Delete
  2. Sampe sekarang masih ada kak tempat penitipan barangnya? Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh kece sekali. Emang perlu sih, krn banyak jg yg bawa banyak brg skalian cabut begitu

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …