Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

[Piknik] Segerin diri di Pantai Seger, Mandalika

Pernah denger cerita soal Putri Mandalika nggak? Kalo udah, berarti wawasannya luas. Kalo belom berarti nggak doyan baca 😋


Sini sini merapat tak ceritain singkatnya yaaaa...

Konon katanya, Putri Mandalika ini orangnya cuantikk dan baek hati. Yakali yaaaa kalo putri-putri di legenda kebanyakan kayak gitu deh karakternya. Terus si putri cantik ini saking baeknya, disukai semua orang. Nah kalo udah disukai semua orang, nasibnya gimana hayo???? Ya disuruh milih suami sama bapaknya. Soalnya banyak pangeran yang mau jadi suaminya. heeemm interesting. Seandainya kita juga direbutin banyak orang kayak gitu ya hahaa

gapapa ya meskipun dari belakang, gara-gara salah arah

Karena ini mitos dan karena dia bijak, akhirnya dia bilang ke bapaknya kalo nggak mau milih salah satu buat dijadiin suami karena dia dan tubuhnya adalah milik orang Mandalika. Satu untuk semuaaaaaa. Jargon tipi ini mah

Kemudian si putri nyemplungin dirinya ke laut. Dan bilang, 'karena aku untuk rakyatku, jadi aku akan pergi ke laut dan ketika ....(gatau ketika apa gitu, bulan purnama ato apalah itu), aku akan berubah menjadi nyale yang bisa dinikmati oleh seluruh rakyatku'. Intinya gitu sih, redaksi gimana juga nggak tau ya. Namanya jaman segitu, nyak babe juga belom pada lair kan. Dan lagi ini legenda.



Akhirnya jadilah tradisi warga tiap bulan Februari kayaknya, 2 kali pokoknya dalam setaun, ada upacara bau nyale. Ya gitu, nyale ini sejenis worm yang bisa dimakan. Abis diambil dari laut, dimakan deh. Anggep aja agar-agar 😄

Kemaren pas ke Lombok pertama kali, kita mampir sini. Si Candra bilang 'itu tuh bisa kamu fotoin patung mandalikanya'. Ya kali mau fotoin dia dari depan, eh kita dibawa ke spot yang cuman keliatan pantatnya aja. Sayang sih, tapi yawes lah. Lumayan kok hohoho

Trus sodaranya Candra yang nyetirin mau nyeritain legenda itu. Aku nggak berniat nyela sih, tapi cuman pingin mastiin, tapi terkesan nyela. Jadilah aku yang cerita. Trus dia pasang muka kayak 'sialan nih bocah, kok udah tau sih ceritanya? nggak surprise dong'. Aku dengan muka yang rada bangga dikit sambil bilang 'Yaiyalah, aku kan banyak baca 😏'. Dalem ati tapi ngomongnya.

just a pity, the bridge is broken. otherwise I could take the picture from there. can see the face instead of the back


Pantai ini namanya pantai Seger. Dan emang segeeeeeeeeeeerrrrr banget disana. Kita manjat dikit ke bukit kecil disana. Saat itulah Desi takut jatoh gara-gara takut ketinggian. Sedangkan aku dengan liarnya mendaki-daki dan mrosot-mrosotin diri. Padahal juga takutttttt. Mana nggak bisa renang lagi. Jatoh ke laut kan nggak lucu banget ya!!!!!!




just a perfect combination and colors are so amazing


Enjoy the pictures I share here. Really, it sooooo fresh and really fresh.






I found this pose is funny

iya, waktu itu liburan rasa kerja kok beneran. harus kejar-kejaran sama pesawat sama kerjaan juga haha


these girls sometimes are having pose disorder in front of camera

 
Disana kamu pasti cuman bisa bilang 'Thank God. You show me this amazing view and unbelievable creatures for us. Alhamdulillah Thanks for giving me chance to see this wonderful view'

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Jangan minta oleh-oleh!

    Taken from internet Pernah nggak kalau kita mau bepergian, trus orang-orang pada bilang 'Jangan lupa oleh-olehnya ya' ? Pasti pernah dong ya... Yang jelas saya nggak pernah ngerti kenapa orang sering meminta sesuatu ketika kita pergi somewhere. Dulu waktu kecil juga saya suka bilang begitu. Siapa yang pergi kemana pasti deh 'jangan lupa oleh-olehnya ya om, tante pakdhe, budhe, mas, mbak'. Tapi lama kelamaan saya mikir 'saya cuman ngomong aja tanpa niat minta oleh-oleh', kecuali kalo memang kita menitipkan hal itu karena memang hanya ada ditempat yang akan dikunjungi orang tersebut, misal buku. Pernah nitip beliin buku di Korea karena emang adanya disana. Jadi esensinya oleh-oleh itu apa? Saya juga kurang tau soalnya udah nggak pernah lagi minta dibawain oleh-oleh. HJ pulang ke Belanda sana saya cuma minta beliin buku. Itupun nggak dibeliin gara-gara bukunya nggak bagus kata dia. Oleh-oleh pun ada yang sekedar apa adanya karena emang adanya begitu...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Fire in the Building

Who would have thought that I  experienced fire in the building.  This is my first time living in an appartement. Of course I never chose appartement when living in Indonesia because it’s a real high risk when the earthquake happen. But here we are placed in an appartement. What got me relieved the first time that we are in the lowest floor so if something happen we will be quickly evacuated.  That’s what I thought.  Until it really happened.  We slept around midnight and abruptly woken up by the noise outside. I thought it was the drunk people just got back from night club or the restaurant next door was doing some deep cleaning. So loud that I had to wake up. My husband peeked outside and immediately said “fire brigade outside, you wait here!” I was just “am I dreaming or what?” I put on clothes, checked outside and saw a few of fire trucks. I checked the other side of the appartement and saw a few of police cars and ambulances.  “Oh no, something serious...