Skip to main content

Ingin Tinggal di Pedesaan

Geneva ... tapi bukan di Indonesia 😂 Gatau deh ini akhir-akhir ini aku suka banget nontonin kanal orang di youtube yang tinggal di desa, bisa self sufficient banget, tenang, damai, slow. Trus nonton Gilmore Girls, Virgin River juga. Suka aja ngeliatnya. Emang bener kehidupan di desa memang terasa berjalan lebih lambat karena nggak ada yang ngejar-ngejar. Nggak macet dan nggak sebising kota. Sebenernya mau gw simple. Gw emang banyak maunya sih tapi ya kenapa emang? Siapa tau diaminin malaikat lho. Gw pengennya tinggal di tempat desa yang alamnya itu masih lebih banyak daripada manusianya. Tapi kalo bisa sih fasilitasnya udah lengkap termasuk fasilitas kesehatan ya, terlebih lagi soal internet! Internet cepet adalah koentji.  Sempet lho kepikiran, "Ah gw pengen tinggal di NZ. Jumlah kambingnya aja jauh lebih banyak dari jumlah manusianya." Atau tinggal di sana tapi yang masih bisa nemu kang bakso, lontong kupang, sate, cilok, cimol, lupis, getuk lindri lewat depan rumah gitu.

Don't Hold Back



Hari ini, lelakiku memintaku untuk membuatnya practice Islam lebih dalam. Momen ini, adalah satu dari sekian banyak momen yang paling kutunggu. As this moment is a big moment for us.



Islam memiliki daya magnet kepadanya sejak dia masih remaja. Hingga dia pun akhirnya mencoba untuk practice sampai sebelum kita berdua bertemu. Dia melakukannya sebanyak yang dia mampu. Memang masih belum konsisten tapi akupun tau dia berusaha. Belajar Islam dari perspektif lain, sedikit lebih dalam dari yang kita biasa pelajari. Diapun, tahu banyak tentang itu.

Kemudian kami bertemu. Waktu itu, dia sudah nyemplung. Meskipun belum konsisten tapi aku tahu dia berusaha dengan keras dan aku percaya dia bisa. Aku selalu bersamanya. Memberikan semangat ketika dia mulai lelah dan putus asa. Aku tahu ini tidak mudah baginya. Ada masa ketika dia merasa lelah, putus asa, sulit, karena hal ini merupakan transisi penting baginya. Terlebih tidak banyak orang terdekatnya yang memberikan dukungan baginya. Tentunya, melakukan ini semua akan menjadi mudah jika dia sebelumnya adalah pemeluk satu keyakinan. But he wasn’t .

Ada kalanya dia merasa kecewa, ada kalanya dia membuatku kecewa atau aku membuatnya kecewa. Tapi tidak pernah aku berhenti untuk memberikannya dukungan dan semangat. Ada masa dimana dia merasakan maju dan mundur dalam mengambil satu langkah. Dia pun berusaha keras untuk terus melangkah kedepan. 

Akupun harus selalu menjadi lebih kuat darinya. Kenapa? Karena aku harus meyakinkannya bahwa jalan ini, jalan yang diambilnya, adalah hal besar dan penting dalam hidupnya. Dia tidak boleh menyerah. Once it is decided, then we should responsible to what we decide right?

Lalu, apa yang kurasakan? Selayaknya rollercoaster, aku pun sering merasakan up&down. Hal ini bukanlah hal yang mudah untuk ditebak. Perasaan ketika ada ragu dalam hati ketika berusaha memiliki satu kepercayaan tentang pemilik semesta ini.

Apa yang selama ini kunanti? Saat dimana dia merasakan kepuasan, ketenangan, kebahagiaan dalam hatinya, dalam menjalankan kepercayaan yang dia pilih. Lalu tibalah saat itu, ketika dia dengan matanya yang berwarna cerah itu mengatakan kepadaku ‘I feel happy to do this’. Aku bisa merasakan kebahagiaan dimatanya. Ketenangan yang dia cari. Kenyamanan dalam hatinya. Bukan karena perasaan terpaksa untuk menjalaninya. Itulah yang kutunggu.

Hari ini, dia memintaku untuk terus mendampinginya menjalankan kepercayaan yang dia pilih ini lebih dalam. Dia ingin terus melangkah kedepan as there is no way back again. Dan ketika datang rasa lelah, dia ingin aku memegang kedua tangannya, menatap matanya dan mengatakan padanya untuk terus melangkah kedepan. Bukan kebelakang.

Dia pun bertanya apakah harapan terbesarku tentang kepercayaan yang dia pilih, aku hanya menginginkan dia bahagia dalam menjalankan kepercayaannya, konsisten dan terus melangkah kedepan. Dan aku akan terus bersamanya membantunya untuk tetap teguh pada pilihannya ini. Because you and I believe in this way is the right thing to do. Nothing could make me happier than to see you happy in doing this. You found a way. You are doing great hun. Keep moving forward, don’t hold back. I’ll be with you and hold your hands to walk together in this path.



keep supporting those who choose this way is the best thing that we can do 

Comments

  1. Ciehhh...

    Habis ngomong gitu ada adegan ciumannya enggak mbak?

    Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adegan disensor, takut dibaca anak2 seumuran Keenan 😆

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya