Skip to main content

Investasi Valuta Asing? Nah, thanks

Warna warni Sanur. Pertanyaan pagi ini gw dapet dari temen gw nanya "USD gimana? Pengen beli gw" Ya gw tanya balik, buat apa? Buat investasi katanya. Gw secara personal nggak punya niatan investasi valuta asing. Ya kalo soal jual beli valas sih udah sering banget. Tapi gw nggak anggap itu investasi karena ... gw selalu doa baik buat negeri gw 😂 Inget nggak sebelum tahun 1998 yang mana USD 1 = IDR 2,000, lalu Soeharto lengser diikuti dengan krismon 98, USD 1 = IDR 16,650. Banyak yang bilang, "Bayangkan dulu sebelum taun 98 punya tabungan USD 1000, jadi berapa kali tuh pas tahun 98? Untung banyak kan?" Ya banyak, tapi ya bangsat. Maksud gw, apakah kondisi saat itu baik bagi seluruh rakyat Indonesia? Oh tentu tidak. Harga beras dari yang nggak sampai IDR 100 aja jadi berkali-kali lipat harganya. Emang sih dari beberapa kali dapet duit dalam bentuk selain IDR di saat naik-naiknya kurs itu ya gw seneng banget karena konversinya jadi lebih mahal. Tapi itu waktunya juga

Don't Hold Back



Hari ini, lelakiku memintaku untuk membuatnya practice Islam lebih dalam. Momen ini, adalah satu dari sekian banyak momen yang paling kutunggu. As this moment is a big moment for us.



Islam memiliki daya magnet kepadanya sejak dia masih remaja. Hingga dia pun akhirnya mencoba untuk practice sampai sebelum kita berdua bertemu. Dia melakukannya sebanyak yang dia mampu. Memang masih belum konsisten tapi akupun tau dia berusaha. Belajar Islam dari perspektif lain, sedikit lebih dalam dari yang kita biasa pelajari. Diapun, tahu banyak tentang itu.

Kemudian kami bertemu. Waktu itu, dia sudah nyemplung. Meskipun belum konsisten tapi aku tahu dia berusaha dengan keras dan aku percaya dia bisa. Aku selalu bersamanya. Memberikan semangat ketika dia mulai lelah dan putus asa. Aku tahu ini tidak mudah baginya. Ada masa ketika dia merasa lelah, putus asa, sulit, karena hal ini merupakan transisi penting baginya. Terlebih tidak banyak orang terdekatnya yang memberikan dukungan baginya. Tentunya, melakukan ini semua akan menjadi mudah jika dia sebelumnya adalah pemeluk satu keyakinan. But he wasn’t .

Ada kalanya dia merasa kecewa, ada kalanya dia membuatku kecewa atau aku membuatnya kecewa. Tapi tidak pernah aku berhenti untuk memberikannya dukungan dan semangat. Ada masa dimana dia merasakan maju dan mundur dalam mengambil satu langkah. Dia pun berusaha keras untuk terus melangkah kedepan. 

Akupun harus selalu menjadi lebih kuat darinya. Kenapa? Karena aku harus meyakinkannya bahwa jalan ini, jalan yang diambilnya, adalah hal besar dan penting dalam hidupnya. Dia tidak boleh menyerah. Once it is decided, then we should responsible to what we decide right?

Lalu, apa yang kurasakan? Selayaknya rollercoaster, aku pun sering merasakan up&down. Hal ini bukanlah hal yang mudah untuk ditebak. Perasaan ketika ada ragu dalam hati ketika berusaha memiliki satu kepercayaan tentang pemilik semesta ini.

Apa yang selama ini kunanti? Saat dimana dia merasakan kepuasan, ketenangan, kebahagiaan dalam hatinya, dalam menjalankan kepercayaan yang dia pilih. Lalu tibalah saat itu, ketika dia dengan matanya yang berwarna cerah itu mengatakan kepadaku ‘I feel happy to do this’. Aku bisa merasakan kebahagiaan dimatanya. Ketenangan yang dia cari. Kenyamanan dalam hatinya. Bukan karena perasaan terpaksa untuk menjalaninya. Itulah yang kutunggu.

Hari ini, dia memintaku untuk terus mendampinginya menjalankan kepercayaan yang dia pilih ini lebih dalam. Dia ingin terus melangkah kedepan as there is no way back again. Dan ketika datang rasa lelah, dia ingin aku memegang kedua tangannya, menatap matanya dan mengatakan padanya untuk terus melangkah kedepan. Bukan kebelakang.

Dia pun bertanya apakah harapan terbesarku tentang kepercayaan yang dia pilih, aku hanya menginginkan dia bahagia dalam menjalankan kepercayaannya, konsisten dan terus melangkah kedepan. Dan aku akan terus bersamanya membantunya untuk tetap teguh pada pilihannya ini. Because you and I believe in this way is the right thing to do. Nothing could make me happier than to see you happy in doing this. You found a way. You are doing great hun. Keep moving forward, don’t hold back. I’ll be with you and hold your hands to walk together in this path.



keep supporting those who choose this way is the best thing that we can do 

Comments

  1. Ciehhh...

    Habis ngomong gitu ada adegan ciumannya enggak mbak?

    Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adegan disensor, takut dibaca anak2 seumuran Keenan 😆

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala