Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

[Piknik] Segerin diri di Pantai Seger, Mandalika

Pernah denger cerita soal Putri Mandalika nggak? Kalo udah, berarti wawasannya luas. Kalo belom berarti nggak doyan baca 😋


Sini sini merapat tak ceritain singkatnya yaaaa...

Konon katanya, Putri Mandalika ini orangnya cuantikk dan baek hati. Yakali yaaaa kalo putri-putri di legenda kebanyakan kayak gitu deh karakternya. Terus si putri cantik ini saking baeknya, disukai semua orang. Nah kalo udah disukai semua orang, nasibnya gimana hayo???? Ya disuruh milih suami sama bapaknya. Soalnya banyak pangeran yang mau jadi suaminya. heeemm interesting. Seandainya kita juga direbutin banyak orang kayak gitu ya hahaa

gapapa ya meskipun dari belakang, gara-gara salah arah

Karena ini mitos dan karena dia bijak, akhirnya dia bilang ke bapaknya kalo nggak mau milih salah satu buat dijadiin suami karena dia dan tubuhnya adalah milik orang Mandalika. Satu untuk semuaaaaaa. Jargon tipi ini mah

Kemudian si putri nyemplungin dirinya ke laut. Dan bilang, 'karena aku untuk rakyatku, jadi aku akan pergi ke laut dan ketika ....(gatau ketika apa gitu, bulan purnama ato apalah itu), aku akan berubah menjadi nyale yang bisa dinikmati oleh seluruh rakyatku'. Intinya gitu sih, redaksi gimana juga nggak tau ya. Namanya jaman segitu, nyak babe juga belom pada lair kan. Dan lagi ini legenda.



Akhirnya jadilah tradisi warga tiap bulan Februari kayaknya, 2 kali pokoknya dalam setaun, ada upacara bau nyale. Ya gitu, nyale ini sejenis worm yang bisa dimakan. Abis diambil dari laut, dimakan deh. Anggep aja agar-agar 😄

Kemaren pas ke Lombok pertama kali, kita mampir sini. Si Candra bilang 'itu tuh bisa kamu fotoin patung mandalikanya'. Ya kali mau fotoin dia dari depan, eh kita dibawa ke spot yang cuman keliatan pantatnya aja. Sayang sih, tapi yawes lah. Lumayan kok hohoho

Trus sodaranya Candra yang nyetirin mau nyeritain legenda itu. Aku nggak berniat nyela sih, tapi cuman pingin mastiin, tapi terkesan nyela. Jadilah aku yang cerita. Trus dia pasang muka kayak 'sialan nih bocah, kok udah tau sih ceritanya? nggak surprise dong'. Aku dengan muka yang rada bangga dikit sambil bilang 'Yaiyalah, aku kan banyak baca 😏'. Dalem ati tapi ngomongnya.

just a pity, the bridge is broken. otherwise I could take the picture from there. can see the face instead of the back


Pantai ini namanya pantai Seger. Dan emang segeeeeeeeeeeerrrrr banget disana. Kita manjat dikit ke bukit kecil disana. Saat itulah Desi takut jatoh gara-gara takut ketinggian. Sedangkan aku dengan liarnya mendaki-daki dan mrosot-mrosotin diri. Padahal juga takutttttt. Mana nggak bisa renang lagi. Jatoh ke laut kan nggak lucu banget ya!!!!!!




just a perfect combination and colors are so amazing


Enjoy the pictures I share here. Really, it sooooo fresh and really fresh.






I found this pose is funny

iya, waktu itu liburan rasa kerja kok beneran. harus kejar-kejaran sama pesawat sama kerjaan juga haha


these girls sometimes are having pose disorder in front of camera

 
Disana kamu pasti cuman bisa bilang 'Thank God. You show me this amazing view and unbelievable creatures for us. Alhamdulillah Thanks for giving me chance to see this wonderful view'

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men