Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Merah putih sampai mati

Tanah airku Indonesia. Negeri elok amat kucinta. Tanah tumpah darahku yg mulia. Yang kupuja spanjang masa.

Indonesia tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala. Tetap dipuja puja bangsa. Disana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tenpat berlindung dihari tua. Sampai akhir menutup mata.

Dirgahayu Indonesiaku yang ke 70 tahun. 17 8 45. 70 tahun sudah. Sudahkah kita merdeka sepenuhnya? Merdeka dari penjajahan tak terlihat dari negeri orang, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari semua hal buruk yang mengikat kita? Bisakah kita?

Indonesia adalah negara besar. Negara yang benar2 besar secara penampakan dan seharusnya besar disegala sisi. Kita pernah sangat disegani dunia luar. Dunia luarpun takut kepada kita. Kita seharusnya bisa menjadi negara hebat, bahkan lebih hebat dari yang pernah kita alami.

Membangun negeri ini, bukan berarti menutup pintu dari dunia internasional. Berjaya dikancah internasional adalah salah satu bentuk majunya negeri ini. Menginternasionalkan diri bukan berarti kita tak cinta negeri.

Aku, hanyalah seorang pemudi yg sedang membangun bangsa. Aku cinta Indonesia. Sudah suatu keharusan aku mencintai negeriku. Merah putih sampai mati. perjuangan pahlawan Indonesia bukanlah hal yg mudah. Sudah sepantasnya kita menjaga buah karya para pahlawan yg sudah berjuang demi negeri. Secinta-cintanya aku kepada negeriku, takkan pernah berarti jika kau tak mencintai negerimu jua. Bahu membahu membangun negeri, adalah suatu keharusan. Tunjukkan rasa terima kasihmu dan rasa syukurmu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Aku cinta negeriku, Indonesia. Merah putih sampai mati. NKRI harga mati.
Jayalah Indonesiaku, merdekalah negeriku dari semua bentuk penjajahan.

Prisca Aditya Putri,
Indonesia,
170815

Comments