Skip to main content

Sustainable Way to "Dump" our Waste

Sticker from eco-bali recycling October is funny month. We have this crisis of burning landfield in Bali, and they haven't pick up my trash for 2 months. Probably over two months now. We're like "Okay it's time to swap to the sustainable options" Yea we've been thinking about composting, but I do not know where to start. Because, you know, when you did it wrong it can be stinky and worm-y and not working out well. Turns out, they have composting company that provide the bin, the pickup, and even got the compost back monthly or per 6 months. I did not know that but of course my husband found it and planned to sign up for it.  The week where we had that plan on mind, suddenly in the morning there was a guy from this company came to our house delivering the composting bin. "No we did not order this, yet" Apparently the neighbor ordered their service but they got the address wrong. The next day, the same guy came again, brought his empty composting bin f

Merah putih sampai mati

Tanah airku Indonesia. Negeri elok amat kucinta. Tanah tumpah darahku yg mulia. Yang kupuja spanjang masa.

Indonesia tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala. Tetap dipuja puja bangsa. Disana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tenpat berlindung dihari tua. Sampai akhir menutup mata.

Dirgahayu Indonesiaku yang ke 70 tahun. 17 8 45. 70 tahun sudah. Sudahkah kita merdeka sepenuhnya? Merdeka dari penjajahan tak terlihat dari negeri orang, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari semua hal buruk yang mengikat kita? Bisakah kita?

Indonesia adalah negara besar. Negara yang benar2 besar secara penampakan dan seharusnya besar disegala sisi. Kita pernah sangat disegani dunia luar. Dunia luarpun takut kepada kita. Kita seharusnya bisa menjadi negara hebat, bahkan lebih hebat dari yang pernah kita alami.

Membangun negeri ini, bukan berarti menutup pintu dari dunia internasional. Berjaya dikancah internasional adalah salah satu bentuk majunya negeri ini. Menginternasionalkan diri bukan berarti kita tak cinta negeri.

Aku, hanyalah seorang pemudi yg sedang membangun bangsa. Aku cinta Indonesia. Sudah suatu keharusan aku mencintai negeriku. Merah putih sampai mati. perjuangan pahlawan Indonesia bukanlah hal yg mudah. Sudah sepantasnya kita menjaga buah karya para pahlawan yg sudah berjuang demi negeri. Secinta-cintanya aku kepada negeriku, takkan pernah berarti jika kau tak mencintai negerimu jua. Bahu membahu membangun negeri, adalah suatu keharusan. Tunjukkan rasa terima kasihmu dan rasa syukurmu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Aku cinta negeriku, Indonesia. Merah putih sampai mati. NKRI harga mati.
Jayalah Indonesiaku, merdekalah negeriku dari semua bentuk penjajahan.

Prisca Aditya Putri,
Indonesia,
170815

Comments

Popular posts from this blog

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik' Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_- Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya. Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kala