Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Ingin maju? Berpendidikanlah!

Kita sering salah kaprah dengan pentingnya pendidikan. Terlebih lagi dengan wanita yg berpendidikan tinggi, slalu dianggap sebelah mata. Kenapa? Karena wanita itu kerjanya didapur. Sekolah sampai sarjana juga percuma kalo pada akhirnya Cuma jadi ibu rumah tangga aja, gak kerja. HEY YOU GUYS OR PEOPLE OUTSIDE THERE!!! Jangan pernah remehkan wanita yg berpendidikan tinggi. Justru kalian harus bangga jika bersama dengan wanita seperti itu karena dialah nantinya yang akan menjadi guru pertama bagi anak2mu. Menjadi seorng guru sangatlah tidak mudah dan penuh tantangan. Untuk itu diperlukan guru yang berpendidikan. Tidak perlu sangat pintar, tapi haruslah mampu menyampaikan ilmu. Apapun itu ilmunya.

Generasi muda jika dididik dan diberikan pemahaman yang baik dan benar, maka akan tumbuh dengan benar pula generasi bangsa itu. Ok dalam hal ini baik benar salah dan tidak baik adalah hak masing-masing setiap orang. Tapi dalam hal ini jika saya mengatakan buang sampah sembarangan, apakah itu baik dan benar?? Itu adalah perbuatan yang salah dan tidak baik.

Kemajuan bangsa sangat dipengaruhi oleh orang yang berpendidikan dan tentunya bermoral. Berpendidikan saja tidak cukup untuk menjadikan suatu bangsa itu maju. Moral yg penting dalam perkembangan Negara juga. Pola pikir orang yang berpendidikan lebih tinggi jelas sangat beragam dan kreatif. Tidak menutup kemungkinan orang yg berpenddidikan rendah tidak bisa sperti itu maupun orang yg berpendidikan tinggi tidak bisa berpikir kreatif. Semua masih tetap memiliki kemungkinan. Intinya adalah, bagaimana pendidikan itu mempengaruhi kehidupan suatu bangsa maupun pribadi. Jika Negara ingin maju, perbaiki dulu pendidikan yg “agak kurang benar” ini dahulu. Tidak mudah memang, pasti tidak mudah, tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa kan?

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Pengalaman Bikin (Free) Schengen Visa di VFS Swiss

I know this is so normal but anyway I like to compare the experiences because people might have different cases and because I have nothing to lose so... here's my experience for applying Schengen Visa via Swiss (VFS). Kenapa nggak via Belanda? Karena rencana kita berkunjung lamanya ke Geneve - Swiss (ada urusan kerjaan suami gw) dan kami belum tau akan ke Belanda apa nggak saat itu (nggak jadi sih soalnya mepet banget).  Seperti yang sudah sering dibahas orang lain perihal syarat dan ketentuan apply Schengen visa, gw nggak akan nulis itu ya. Udah ada di website VFS, lengkap. Gw cuma tambahin dikit-dikit aja infonya yang mungkin sama seperti kasus yang baca kalo emang kebetulan sama sih 😂 "Ok jadi total pembayarannya 280 ribu rupiah ya" "HAH?? Cuma 200an mbak??? Visanya gratis???" "Suaminya masih WN Belanda kan mbak?" "Iya" "Oiya itu gratis, bisa pake visa tipe C. Jadi cuma bayar biaya admin aja" ...