Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Ingin maju? Berpendidikanlah!

Kita sering salah kaprah dengan pentingnya pendidikan. Terlebih lagi dengan wanita yg berpendidikan tinggi, slalu dianggap sebelah mata. Kenapa? Karena wanita itu kerjanya didapur. Sekolah sampai sarjana juga percuma kalo pada akhirnya Cuma jadi ibu rumah tangga aja, gak kerja. HEY YOU GUYS OR PEOPLE OUTSIDE THERE!!! Jangan pernah remehkan wanita yg berpendidikan tinggi. Justru kalian harus bangga jika bersama dengan wanita seperti itu karena dialah nantinya yang akan menjadi guru pertama bagi anak2mu. Menjadi seorng guru sangatlah tidak mudah dan penuh tantangan. Untuk itu diperlukan guru yang berpendidikan. Tidak perlu sangat pintar, tapi haruslah mampu menyampaikan ilmu. Apapun itu ilmunya.

Generasi muda jika dididik dan diberikan pemahaman yang baik dan benar, maka akan tumbuh dengan benar pula generasi bangsa itu. Ok dalam hal ini baik benar salah dan tidak baik adalah hak masing-masing setiap orang. Tapi dalam hal ini jika saya mengatakan buang sampah sembarangan, apakah itu baik dan benar?? Itu adalah perbuatan yang salah dan tidak baik.

Kemajuan bangsa sangat dipengaruhi oleh orang yang berpendidikan dan tentunya bermoral. Berpendidikan saja tidak cukup untuk menjadikan suatu bangsa itu maju. Moral yg penting dalam perkembangan Negara juga. Pola pikir orang yang berpendidikan lebih tinggi jelas sangat beragam dan kreatif. Tidak menutup kemungkinan orang yg berpenddidikan rendah tidak bisa sperti itu maupun orang yg berpendidikan tinggi tidak bisa berpikir kreatif. Semua masih tetap memiliki kemungkinan. Intinya adalah, bagaimana pendidikan itu mempengaruhi kehidupan suatu bangsa maupun pribadi. Jika Negara ingin maju, perbaiki dulu pendidikan yg “agak kurang benar” ini dahulu. Tidak mudah memang, pasti tidak mudah, tapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa kan?

Comments

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya