Skip to main content

Investasi waktu


Terlahir sebagai cucu pertama bagi kakek nenekku (orangtua dari ibu). Kakek nenekku yang memang dipanggil papi dan mami sangat memanjakanku sebagai cucu kesayangan dan tinggal bersamaku. Aku sangat akrab dan dekat dengan mereke berdua. Dimanjakan mereka adalah hal biasa meskipun aku tidak terlalu manja sebagai cucu. Lebih sering membantah semua perkataan mereka karena merasa apapun yang kulakukan, meskipun salah akan tetap didukung dan dicintai mereka. Setidaknya mereka tidak akan menyalahkanku. Mungkin di sisi itulah aku manja dan merasa memanfaatkan kasih sayang mereka yang berlebih.
Ketika aku kelas 1 SMA, papi sakit parah hingga harus opname beberapa minggu di rumah sakit. Setelah sembuh pun papi tidak segera pulang kerumah karena harus menjalani masa penyembuhan dirumah tante yang kebetulan bekerja sebagai tenaga medis.

Setelah beberapa saat sembuh, akhirnya papi pulang kerumah. Malam hari tanggal 1 Januari 2007. Tapi malam tahun baru itupun aku tidak bisa menikmati hari libur karena disibukkan dengan tugas-tugas sekolah yang kala itu sangat menumpuk. Aku hanya menyapa papi sewajarnya dan kemudian melanjutkan tugasku yang menumpuk. Saat itu aku berpikir  “Ah, masih bisa ketemu papi besok. Besok aja deh ketemu papi”. Aku hanya sibuk memikirkan tugasku di lantai 1, sedangkan semua orang menyambut papiku dirumah (papi dan mami tinggal dilantai 2).

Papa dan mama mendatangiku dan mengatakan bahwa papi ingin bertemu denganku. Aku disuruh keatas (ke lantai 2), untuk menemui papiku. Karena papiku sangat merindukanku. Aku hanya menjawab, “Nanti aja ma, kalau tugasku sudah selesai, nanti aku ke papi”. Bukan hanya mama dan papa, mamipun mengatakan hal yang sama padaku berulang-ulang, hingga aku merasa bahwa semua orang sangat menggangguku dengan permintaan itu. Hingga mami mengatakan kepadaku, “Papi cuma pengen ketemu kamu. Papi kangen sama kamu. Masa sih gak bisa ninggalin tugasmu sebentar aja? 5 menit juga cukup”. Aku bahkan merasa agak jengkel kepada mereka semua. Aku masih tetap mengerjakan tugasku tanpa mempedulikan semua orang.
Hari sabtu, 6 Januari 2007, aku sekolah seperti biasa. Bersenda gurau seperti biasa dengan teman-teman, bahkan melebihi biasanya. Tak bisa sedikitpun menahan tawa yang sudah melewati batas. Karena berada didalam kelas, telepon genggam aku matikan sehingga tidak mengetahui kalau mama menghubungiku berkali-kali. Hingga seorang petugas TU sekolah memanggilku dan mengatakan bahwa ada saudaraku yang menjemputku. Aku hanya bertanya-tanya mengapa. Tapi saudaraku tidak menjawabku dan hanya mengajakku pulang. Dalam perjalanan, aku menyalakan HP ternyata banyak sms mama yang mengatakan bahwa papi kritis.

Aku tidak ingin menduga-duga apa yang terjadi.

Sesampainya dirumah, aku hanya bisa melihat papiku terbujur kaku. Seseorang yang beberapa hari yang lalu pulang kerumah dengan wajah dan tubuh yang segar bugar, tapi 5 hari kemudian terbujur kaku didepanku tanpa aku bisa memenuhi satu permintaan terakhirnya. Permintaan kecil darinya. Yang bisa kulakukan saat itu adalah menangis dan menyesal, tidak sanggup memenuhi permintaan terakhirnya karena egoku. Karena berpikir bahwa masih ada hari esok untuk menemuinya. Karena kesombongan seorang manusia terhadap kuasa Tuhannya.

Sampai saat inipun masih ada perasaan bersalah ketika mengingat hal tersebut. Yah, mungkin hal itu akan selalu jadi penyesalan terbesarku sepanjang hidupku.

Tapi aku tersadar akan sesuatu, aku harus terus memperbaiki diri agar bisa membanggakan bagi keluargaku. Setidaknya untuk mama, papa, mami, papi, dan kedua adikku. Sejak saat itu aku berjanji untuk selalu ada untuk keluargaku apapun alasannya. Meskipun itu adalah permintaan paling konyol sekalipun. Aku berjanji untuk mulai melakukan banyak hal yang bisa membuat keluargaku bangga. Hingga akhirnya aku bisa lulus kuliah dengan susah payah dan mendapatkan pekerjaan pertamaku. Akupun mendapatkan kesempatan untuk menulis buku dan menerbitkannya. Meskipun bukan buku best seller yang dibayar dengan harga yang tinggi namun bisa membuat senyum keluargaku mengembang dan bangga karena pencapaian kecilku adalah bayaran yang lebih dari cukup untukku.

Beberapa bulan lalu mami sakit parah hingga masuk ICU. Ketakutanku kembali. Namun karena pengobatan yang serius, kondisi mamiku mulai berangsur membaik. Namun masih belum bisa keluar dari ruang ICU. Masih harus menunggu hingga tekanan darahnya normal. Hingga pada suatu ketika, seorang teman baik memberikan kabar bahwa ada tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan besar disini. Akupun memberitahukan berita tersebut kepada mama dan mami diruang ICU dan membuat mereka senang dan  sangat berharap aku diterima diperusahaan tersebut. Aku berusaha untuk mendapatkan pekerjaan itu demi mereka. Setelah mendapat kabar tersebut, keesokan harinya kondisi mami normal dan boleh meninggalkan ruang ICU, bahkan keluar dari rumah sakit pada keesokan lusa.

Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan itu dengan lancar, dan membuat kondisi mami makin membaik hingga bisa beraktifitas seperti biasanya.
Karena kehilangan papi yang sangat kucintai banyak membuatku belajar betapa keluarga sangatlah penting melebihi apapun. Kemanapun kita pergi, hanya kepada keluargalah, kepada orang yang kita cintai kita akan pulang. Investasikan sedikit waktu untuk orang yang kau cintai, sedikit saja. Barangkali itu yang menjadi oase di kerasnya kehidupan ini.


--

Comments

Popular posts from this blog

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal2 yg diujikan.Dimulai dari EPS TOPIK. jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin yg singkat karena ingin segera berangkat. Akhirnya banyak cara haram yg mereka lakukan. Kebanyakan juga berangkat dari agen2. Malah ada yg lulus tanpa ujian. Keren kan!!??!! Tapi di Korea dia mlongo.Nah karena persiapan singkat, kebanyakan juga memprediksi soal yg keluar adalah soal yg dasar untuk kehidupan sehari2. No no no. Justru yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. B…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat.

Why?
Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

gambarnya lucu ๐Ÿ˜  taken from internet