Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Bedanya TOPIK dan EPS TOPIK

Allright..... Karena tulisan ini tidak dimuat di koran lokal, akhirnya akan saya muat di laman pribadi saya. Kali aja bisa bantu-bantu nambah informasi sodara-sodara yang mau ambil tes ini.



Tes TOPIK yang ke-40 diadakan di Jakarta pada tanggal 26 April 2015. Tes TOPIK ini merupakan tes kemampuan Bahasa Korea yang diadakan di Indonesia 2 kali dalam satu tahun. Biasanya tes TOPIK diselenggarakan pada bulan April dan September. Tes ini merupakan tes yang perlu diambil ketika bertujuan untuk melanjutkan pendidikan kita di Korea Selatan. Tes TOPIK gelombang I diadakan di Jakarta, sedangkan untuk gelombang II diadakan di Jakarta dan Jogjakarta *menurut salah seorang peserta*

Meskipun sama-sama merupakan tes kemampuan untuk Bahasa Korea, namun tes TOPIK berbeda dengan tes EPS-TOPIK. EPS-TOPIK merupakan tes yang diperlukan untuk menguji kemampuan berbahasa bagi calon tenaga kerja yang akan bekerja di Korea Selatan. EPS-TOPIK hanya diadakan satu kali dalam satu tahun dengan tempat yang berbeda setiap tahunnya. Pada tahun 2014 wilayah Jawa Timur dipusatkan di UNISMA Malang, namun pada tahun 2015 dipusatkan di Surabaya. Tes biasanya diadakan pada bulan Juni Juli (kira-kira). Mayoritas peserta ujian merupakan laki-laki karena memang lebih banyak sektor perusahaan yang ditujukan bagi para lelaki. Namun bukan berarti wanita tidak bisa mengikuti ujian dan lolos tes EPS-TOPIK ini.  

Dilihat dari bobot soal dan juga jenis-jenis soal yang diujikanpun, kedua tes tersebut memiliki perbedaan. Karena ditujukan bagi pekerja, EPS-TOPIK lebih banyak mengujikan materi yang berhubungan dengan pekerjaan dan juga banyak menghafal kosakata. Tingkat kesulitan sama rata, tidak ada tingkatan dalam tes EPS-TOPIK. Dibandingkan dengan tes TOPIK yang lebih banyak mengujikan hal-hal yang umum dan memiliki tingkat kesulitan sesuai dengan tingkat tes yang diambil. Semakin tinggi tingkat yang diambil maka secara otomatis tingkat kesulitan juga lebih tinggi. Tinggi rendahnya kesulitan yang didapatkan sebanding dengan tingkat yang diambil. Pada tingkat dasar, materi  yang diujikan adalah mendengar dan membaca. Sedangkan pada tingkat menengah keatas juga terdapat tes menulis. 

Kedua tes tersebut identik dalam hal pendaftaran. Untuk EPS-TOPIK diperlukan tenaga yang ekstra untuk sekedar mengantri dan berebut formulir pendaftaran dengan belasan ribu peserta yang lainnya. Sediakan banyak waktu yang luang untuk mendaftar. Untuk tes TOPIK, pendaftaran harus datang langsung ke lokasi tes. Sedangkan bagi yang diluar kota, bisa mendaftar dengan mengirim berkas lewat pos dengan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak penyelenggara. Pendaftaran biasanya dilakukan 1-2 bulan sebelum tes, dan hasil ujian akan diumumkan 2 bulan setelah tes. Harga kedua tes tersebut tidaklah mahal. Hanya berkisar 150 ribu – 250 ribu untuk TOPIK dan sekitar 350 ribu – 400 ribu untuk EPS TOPIK. Ketatnya persaingan yang terjadi di Korea membuat ujian dilaksanakan dengan sangat ketat. Jika ditemukan kecurangan, maka kita akan dilarang keras untuk mengikuti ujian tersebut selama 2 tahun.

Yah jadi begitulah kiranya perbedaan kedua tes itu. Untuk informasi TOPIK lebih lanjut, bisa menghubungi pihak JIKS. Sedangkan untuk EPS TOPIK, biasanya bisa menghubungi BNP2TKI. 

Comments

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya