Skip to main content

Hey, I Am Turning 30!

I always thought that wherever I go, August will be the hottest month of the year. Because it is summer for most people. August is my favourite but I always hated it for being the hottest month. But hey, if I move my ass to Australia, I'll be having August in winter!  I forgot that Australia is different. Although it is considered winter, the weather seems good between 15-22 degrees. It's the best temperature ever. August is my favourite month of the year.  Anyway, I am turning 30 today. A new milestone. I am feeling anxious lately. Some people said, "You're a young adult in your 20s but you became an adult when you turn 30" yea that definitely didn't help my anxiety.  When my mum was 30, I was already 10. So yes I had this in my mind, "30 is serious age, by that time I am probably married, have one of two toddlers." Everything was planned traditionally just like how I saw my mum. Graduate, job, married, having kids, living like a normal family. Turn

Saatnya mengubah orientasi


Orang sering salah mengartikan jika bersekolah nanti kau harus menyelesaikannya dengan tepat dan lulus dengan nilai yang bagus. Dulu saya memang seperti itu. Dulu saya sangat memandang kalau nilai yang bagus akan membawa dampak yg bagus. Iya memang, tapi itu bonus. Itu bukan tujuan utama orang bersekolah. Jika saja mereka tau dan menyadarinya.
Nilai yang bagus, lulus kuliah dengan predikat kumlot, menjadi juara internasional, jelas menjadi satu kebanggan tersendiri bagi seseorang, atau sebut saja orangtua. Orangtua seringkali menginginkan anaknya menjadi juara kelas dan mendapatkan nilai terbaik. Pola pikir yang seperti itu menjadikan kita salah jalan. Salah jalan gimana maksudnya? Yang kita kejar hanya nominal, bukan intisarinya. Nilai tentu saja menjadi barometer penilaian tingkat pemahaman siswa. Tapi lagi-lagi itu bukan tujuannya. Nilai bagus itu bonus kawan. Saya ingat betul kata guru saya, beliau mengatakan “kowe arep njaluk nilai piro? Ngomongo ae, aku lo nilai gak kulakan. Nilaiku gratis, sak njalukmu tak kek I”. artinya kurang lebih beliau akan memberikan kita nilai berapapun karena nilai itu gratis dan tidak membeli di grosiran terlebih dahulu. Tapi nilai yg gratis itu tetap harus sebanding dengan pemahaman yang didapat. Jika ingin nilai 9, maka pemahaman yg didapat juga harus selevel 9 dong. Hal itu juga saya terapkan ketika mengajar.

Orientasi akan nilai membuat siswa-siswa kita berorientasi kosong. Bukan pada pemaham tapi pada “ah yang penting lulus dapat nilai bagus”. Tanpa disadari itu sudah menjadi salah satu kelemahan bangsa ini. Siswa akan cenderung menghafal tanpa memahami. Itu juga terjadi juga kepada saya dahulu. Tapi setelah merubah orientasi, langkah menjadi pemahaman bukan menghafal. Kalau dipikir-pikir, kita sekolah minimal sampai SMA dan apa yg kita dapatkan sebanyak belasan tahun tersebut? Tidak ! yang kita dapatkan mungkin hanya secuil persen dari belasan tahun yg kita habiskan untuk besekolah. Sekolah memang menyenangkan dg adanya teman seperjuangan, atau guru yg menyenangkan. Apapun itu sekolah memang menyenangkan. Tapi alangkah lebih menyenangkan dan menguntungkan jika kita mendapatkan banyak hal juga selama itu.

Jika kita terus berorientasi pada nilai, ini akan menjadikan kita orang yang selalu berpegang teguh pada hafalan dan kita akan jadi sarjana hafalan. Hanya paham dan unggul dalam teori tapi nol dalam praktek itu juga percuma. Ketika terjun dalam kehidupan, apakah kita hanya akan mengatakan “LAh, dibuku seperti itu pak? Lho dibuku kok gak kayak gitu?”. Apa yg terjadi dalam kehidupan adalah hal yg fleksibel. Tidak semua hal bisa disamakan dengan teori atau buku  diktat.

Saya bukan seorang sarjana dengan lulusan terbaik. Nilai saya pas-pasan, saya akui. Soal ilmu semua hanya ilmu yg saya sukai saja yg saya ingat, selebihnya tidak. Tapi saya akui selama kuliah saya mendapatkan banyak hal, kemampuan berpikir juga berkembang, skill yang lain juga berkembang. Saya bisa mempelajari bahasa asing yang mana membawa saya ke pekerjaan saya saat ini.

Kalau ada yang tanya, orang diterima kerja kan yg nilainya bagus? Hmm gak juga sih, itu semua tentang manajemen diri kita sendiri. Saat kita bisa me-manage diri  kita dengan baik dan kita bisa adaptasi dengan lingkungan baru dengan baik, kita bisa kok. Buktinya, dengan IP pas-pasan saya bisa juga diterima di perusahaan yg bagus *kata orang*. Ini kita kalau mengejar soal pekerjaan itu. Tapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri dan mendengar apa yg benar2 kita inginkan. Soft skill itu jauh lebih dibutuhkan dalam kehidupan. Kembangkan soft skill yang dimiliki, cari keinginan dan kemampuan yg ingin dikembangkan, gali lebih dalam dan berjuanglah. Karena pintu rezeki itu datangnya tidak dari satu pintu saja, dia bisa datang dari arah mana saja 😊

Comments

Popular posts from this blog

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Piknik] Menjejakkan kaki di Bromo

Puluhan tahun hidup sebagai warga Jawa Timur, namun baru pertama kali menjejakkan kaki di Gunung Bromo. Bertepatan dengan upacara Kasada yang terjadi satu tahun sekali dan bertepatan dengan bulan purnama (semoga nggak salah kasih info), sekitar akhir bulan Juli tahun 2015.  Gunung Bromo merupakan gunung yang bertetangga dengan gunung Semeru. Jika kita pergi kesana, maka akan melihat banyak tulisan BTS -yang saya kira Behind The Scene-, ternyata adalah Bromo Tengger Semeru. Tidak hanya melihat gunung Bromo seorang, disana kita akan disajikan jejeran gunung-gunung kecil disana. Ok.. first of all mari dimulai dari berangkat ke Bromo. Menuju Bromo bisa menyetir motor sendiri, bisa juga menyewa tour dari titik keberangkatan (seperti yang saya lakukan), bisa menggunakan ojek seharga 100ribu per ojek sepuasnya, bisa menyewa jeep dari titik mula menuju Bromo (dengar-dengar sih harganya 600ribu/jeep, satu jeep bisa untuk 4-6 orang tergantung ukuran badan orangnya heheh). Jeep yang saya