Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Cerita Gojek #1

Jadi ceritanya ini baru pertama kali gojek. Pertama kali pulang dari surabaya sendirian, naik bis. Ga tau kanan kiri harus naik apa dari kos sampe terminal, akhirnya pengen cobain gojek de ya. Tereeettt... aplikasi uda di tablet jauh2 hari, tp belom pernah cobain. Jadi yaaa coba la gojek pertama kali. Pesen. Bismillah submit. Selesai submit langsung ditelpon sama abang gojeknya.

"Mbak, tunggu ya, saya menuju sana. Sebenta kok"
"Oh ok pak sip"
Nunggulah aku kira2 5menit. Selang itu ditelpon lagi bapaknya bilang "mbak saya uda di *somewhere*,ini saya jalan kemana ya harusnya?"
WHAT???? MANA GUE TAU HARUS KEMANA. Tujuannya pesen gojek biar kemana2 tinggal jalan aja, orang juga baru sebulan di surabaya. Plisss deh ya

Akhirnya dengan kemampuan yg sangat amat terbatas tentang surabaya, aku jelasin lah itu dimana lokasiku.
"Bapak tau kantor *ini* ?"
"Oiya mbak, tau"
"Yaudah pak diseblah kantor itu kan ada jalan gede, nah lwat situ aja pak. Ntr ada pertigaan belok kiri. Nah ada prrtigaan lagi, jgn belok tp lurus aja"
"Oo ok mbak"
2 menit kemudian
"Mbak, saya uda depan kantornya, mbak dimana?"
"WHat??? Saya dibelakangnya pak.. ya td jalan yg udah saya jelasin"
"Oo oke2"
Bapaknya pake acara nyasar lagi ya, finally nyampe depan kos. Dan wow... motornya mulus, brasa dijemput gebetan hahaa

Sepanjang jalan ngobrol
"Mbak uda sering gojek?"
"Baru kali ini pak"
"Wahhh sama, saya juga baru kali ini gojekin"
Eeeyyaaaaa pengalaman pertama kita donggg ahaaaiii

Belasan meni kemudian, sampailah diterminal
"Ini turun mana mbak?"
"Pokoknya ditemapt yg menuju ke bis arah malang deh pak"
"Ooo.... keee"
Semenit kemudian...
"Itu seblah mana ya mbak?"
HELLO HELLO ANYONGHASEYO AKU GATAAAUUUU

"Bentar mbak saya tanyain"
Setelah ditanyain akhirya nemu jalan menuju ke bis antar kota
Dan diakhir perjumpaan, bapaknya bilang "makasih ya mbak, ati2 ya mbak"
"Iya pak sama2 yaaa"

Moral valuenya apa???
Gue bisa jelasin arah di surabaya. SURABAYA BROOOO.... bukan malang apalagi pandaan. Surabaya yg mana kanan kirinya aja gue gatau tp sukses ngarahin bapak gojek hahahah

Bertemu dg orang baru selalu menyenangkan
#pengalaman baru naek gojek

Comments

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Seperti Ganesha bukan? Dewa ilmu pengetahuan dan lambang kecerdasan. Favorit gw. Tapi ini speaker sih 😆   "Aku mau investasi" "Oke bentuknya apa dan berapa lama?" "Hmm ya pokoknya apa lah yang cocok buatku" Ya you kira I dukun? Selain menentukan profil resiko , acara yang perlu untuk dipikirkan adalah menentukan berapa lama jangka waktu investasi. Ada yang membagi kedalam dua kategori yaitu pendek dan panjang, ada pula yang membaginya ke tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Nah kebutuhan ini hanya investor yang tahu. Tentunya tiap orang nggak bisa disamakan kebutuhannya.  Jangka pendek biasanya berkisar tidak lebih dari 5 tahun. Biasanya deposito dan obligasi dimasukkan dalam kategori ini. Biasanya yang jangka pendek ini selalu mendapat return pasti, karena selalu pasti jadi resikonya sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa untuk mengecek apakah return yang ditawarkan masih mampu untuk menghalau laju inflasi untuk beberapa tahun ...

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...