Langsung ke konten utama

[Piknik] Welcome Gili Air



Congratulation! Fresh Oxygen Fresh Oxygen Fresh Oxygen

Iya, kita sedang berada di Gili Air yang absolutely no motorcycles, no cars and any other motorized vehicle! Congratulation!!!!


Ceritanya, sebelum kita memasok oksigen terbersih di dunia ini, kita harus nyebrang menuju Gili Air menggunakan kapal. Ya iyalah kapal, nggak mungkin juga kan pake pesawat ato kereta. Rencana awal kita mau nyebrang pake slow boat yang 15ribuan. Eh ternyata katanya ombaknya gede jadinya mereka nggak beroperasi. Terpaksa harus speed boat. Yayaya speed boat itu bisa diisi 10-12 orang gitu, tapi yang nganter kita maksa buat nyebrang privat aja. Baru pertama kali ya, akhirnya yaudah deh nurut. Ntah ini terlalu bego apa gimana tapi yawes lah udah terlanjur juga. 350ribu deh. Nyebrang juga cuman 15 menit tapi udah cukup bikin perut kemrucuk. Itu mah emang laper.

Akhirnya kita menjejakkan kaki di Gili Air. Pertama kali kaki menjejak disana saya langsung mikir ‘Ini masih di Indonesia kan? Kok berasa Hawai begini, bule semua, seting tempat juga hawaian banget’. Padahal nggak pernah ke hawai sih πŸ˜„

 first sight from resort

Jadi dari rangkaian 3 pulau itu, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, Gili Air termasuk pulau yang kedua sepi. Maksudnya yang sepi banget itu Gili Meno, Gili Air, baru deh yang party party di GT. Kita nggak ke GT karena apa? Karena kita berdua nggak suka yang rame-rame heboh berisik gitu. yaudah Gili Air aja deh dulu.

Kita berdua nginep di resort pinggir pantai, Biba Beach Village. Kurang paham sih ini ‘village’ ini emang nama desanya apa cuman cara mereka kasih nama resort mereka aja karena kebanyakan resort ada village-nya. Menuju ke Biba Beach juga kita pake cidomo karena nggak paham lokasi hotelnya sejauh apa dari pelabuhan. Bisa mampus dong kalo sok tau bilangnya deket padal jauh. Dan sekali jalan cidomo ini 100ribu. Mahal? Ya MAHAL. Tapi ditempat wisata, yaudah lah mau gimana lagi ya
 



biba beach room

Satu hal yang saya tangkap dari penduduk disana, mereka itu ramah. Bener-bener ramah. Biasanya kan kalo daerah wisata itu ramahnya yang annoying ya. Kalo mereka bener-bener ramah banget dan helpful banget. Jadi nggak annoying. Kita beberapa hari disana, karena saking kecilnya pulaunya ya, kita jadi sering liat orang yang sama sampe apal deh. Padahal juga nggak kenal. Kayak se RT gitu kesannya haha

Yang saya suka dari sana apa? Udara yang bersih tentunya, tanpa ada motor-motor, dan orangnya yang ramah-ramah. Untuk liburan, so energizing. Tapi untuk tinggal disana, hmmm hmm hmmm asal nggak sendirian aja nggak apa-apa. Tapi resikonya, jadi makin legam 😁

Komentar

  1. Wes pindah kono wae...

    Jadi nanti kalo aku kesitu ada yang bisa ditebengi, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada mas, vila sejenis rumah pinggirpantai dijual USD 125ribu. Beliin dong! Nantik aku yg ninggalin disanaa gpp deh haha

      Hapus

Posting Komentar

Share your thoughts with me here

Postingan populer dari blog ini

Obrolan Konyol #1

serius ya mas, sampe kayak gitu. awas bocor yang bawah
Terlalu banyak obrolan konyol antara aku dan HJ kalo kita ketemu. I just want to put it here 😌

SD

Ceritanya HJ lagi balik ke Kandahar. Rute penerbangannya Surabaya - Jakarta - Dubai - Kabul - Kandahar. Sebegitu panjangnya dan perlu waktu sekitar 2 - 3 hari. Dan selalu dong aku absen ya.


'Hun, arrived?'
'Yea ... on the way to SD now'
'SD? Sekolah dasar a?'
'No!! Sub Delegation!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚'

Ya mana gue tau kalo SD itu sub delegation ya πŸ˜πŸ˜‘

Dong

Dia lagi belajar bahasa Indonesia akhir-akhir ini. Kita lagi ngobrolin soal apa gitu yang ujung-ujungnya ngomong khawatir.

'Dont worry about it hun. It's ok it's fine'
'Hemm but worry hun.. I am worry hun..'
'It's ok'
'You dong!'

Lahh tadinya agak sendu jadi ngakak kok tiba-tiba ngomong dong sih nih anak. Ini antara beneran dong apa dia tipo maunya nulis dont sih 😭

'Ok, love you'
'Love you love you love you …

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Bahagia Itu Sederhana Atau Sulit?

This picture was taken at Car Free day in Pandaan, and saw this little kids playing around with bubbles, happiness for them is as easy as you can see on this picture, kids with bubbles, a girl and a boy holding hand while smiling and greeting their friends there.

Setelah membaca karya Jostein Gaarder yang seorang filsuf, saya jadi keracunan untuk sedikit berfilosofi dalam hidup. Tetiba saya berpikir apa itu bahagia. Darimana sumber kebahagiaan itu berasal. Apakah uang dan kekuasaan bisa membuat kita bahagia. Apakah bahagia itu sulit dicari. Bagaimana peran uang untuk kebahagiaan itu... dan masih banyak lagi pertanyaan tentang kebahagiaan.

Standar kebahagiaan setiap orang tentu berbeda-beda. Tapi standar tersebut tidaklah penting bagi saya, karena saya tidak menggunakan standar mereka dalam menentukan kebahagiaan saya sendiri.

Saya bahagia ketika saya bersama keluarga. Saya bahagia ketika bersama HJ. Saya bahagia ketika saya bisa membantu orang. Saya bahagia ketika saya mengajar dan mu…