Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

[Piknik] Welcome Gili Air



Congratulation! Fresh Oxygen Fresh Oxygen Fresh Oxygen

Iya, kita sedang berada di Gili Air yang absolutely no motorcycles, no cars and any other motorized vehicle! Congratulation!!!!


Ceritanya, sebelum kita memasok oksigen terbersih di dunia ini, kita harus nyebrang menuju Gili Air menggunakan kapal. Ya iyalah kapal, nggak mungkin juga kan pake pesawat ato kereta. Rencana awal kita mau nyebrang pake slow boat yang 15ribuan. Eh ternyata katanya ombaknya gede jadinya mereka nggak beroperasi. Terpaksa harus speed boat. Yayaya speed boat itu bisa diisi 10-12 orang gitu, tapi yang nganter kita maksa buat nyebrang privat aja. Baru pertama kali ya, akhirnya yaudah deh nurut. Ntah ini terlalu bego apa gimana tapi yawes lah udah terlanjur juga. 350ribu deh. Nyebrang juga cuman 15 menit tapi udah cukup bikin perut kemrucuk. Itu mah emang laper.

Akhirnya kita menjejakkan kaki di Gili Air. Pertama kali kaki menjejak disana saya langsung mikir ‘Ini masih di Indonesia kan? Kok berasa Hawai begini, bule semua, seting tempat juga hawaian banget’. Padahal nggak pernah ke hawai sih 😄

 first sight from resort

Jadi dari rangkaian 3 pulau itu, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, Gili Air termasuk pulau yang kedua sepi. Maksudnya yang sepi banget itu Gili Meno, Gili Air, baru deh yang party party di GT. Kita nggak ke GT karena apa? Karena kita berdua nggak suka yang rame-rame heboh berisik gitu. yaudah Gili Air aja deh dulu.

Kita berdua nginep di resort pinggir pantai, Biba Beach Village. Kurang paham sih ini ‘village’ ini emang nama desanya apa cuman cara mereka kasih nama resort mereka aja karena kebanyakan resort ada village-nya. Menuju ke Biba Beach juga kita pake cidomo karena nggak paham lokasi hotelnya sejauh apa dari pelabuhan. Bisa mampus dong kalo sok tau bilangnya deket padal jauh. Dan sekali jalan cidomo ini 100ribu. Mahal? Ya MAHAL. Tapi ditempat wisata, yaudah lah mau gimana lagi ya
 



biba beach room

Satu hal yang saya tangkap dari penduduk disana, mereka itu ramah. Bener-bener ramah. Biasanya kan kalo daerah wisata itu ramahnya yang annoying ya. Kalo mereka bener-bener ramah banget dan helpful banget. Jadi nggak annoying. Kita beberapa hari disana, karena saking kecilnya pulaunya ya, kita jadi sering liat orang yang sama sampe apal deh. Padahal juga nggak kenal. Kayak se RT gitu kesannya haha

Yang saya suka dari sana apa? Udara yang bersih tentunya, tanpa ada motor-motor, dan orangnya yang ramah-ramah. Untuk liburan, so energizing. Tapi untuk tinggal disana, hmmm hmm hmmm asal nggak sendirian aja nggak apa-apa. Tapi resikonya, jadi makin legam 😁

Comments

  1. Wes pindah kono wae...

    Jadi nanti kalo aku kesitu ada yang bisa ditebengi, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mas, vila sejenis rumah pinggirpantai dijual USD 125ribu. Beliin dong! Nantik aku yg ninggalin disanaa gpp deh haha

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Tentukan Jangka Waktu Investasi

Seperti Ganesha bukan? Dewa ilmu pengetahuan dan lambang kecerdasan. Favorit gw. Tapi ini speaker sih 😆   "Aku mau investasi" "Oke bentuknya apa dan berapa lama?" "Hmm ya pokoknya apa lah yang cocok buatku" Ya you kira I dukun? Selain menentukan profil resiko , acara yang perlu untuk dipikirkan adalah menentukan berapa lama jangka waktu investasi. Ada yang membagi kedalam dua kategori yaitu pendek dan panjang, ada pula yang membaginya ke tiga kategori yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Nah kebutuhan ini hanya investor yang tahu. Tentunya tiap orang nggak bisa disamakan kebutuhannya.  Jangka pendek biasanya berkisar tidak lebih dari 5 tahun. Biasanya deposito dan obligasi dimasukkan dalam kategori ini. Biasanya yang jangka pendek ini selalu mendapat return pasti, karena selalu pasti jadi resikonya sangat rendah sekali. Kemudian jangan lupa untuk mengecek apakah return yang ditawarkan masih mampu untuk menghalau laju inflasi untuk beberapa tahun ...

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...