Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget



 judulnya sombong bener ya hahaha! Pic taken from burjkhalifa.ae

Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat. Kenapa? Karena HJ dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari men! Dari yang biasanya 14 hari. Pilihannya cuman dua, ambil libur singkat atau mau panjang tapi nunggu 2-3 bulan. Mamamia… ga mau nunggu lama, ya udah lah ambil aja. Tapi nggak ke Indonesia. Eng ing engggg. Libur cuman 10 hari, mau ke Indonesia, 4 hari di jalan, jadilah cuman 5-6 hari disini. duhh. Sayang.

Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. WHAT? Apalah apalah 7 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Ga mungkin juga terbang ke Afganistan. Udah milih-milih Negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya HJ, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya HJ. Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang??

Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk record bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi HJ yang paspornya super sakti kemana-mana ga perlu visa (kecuali ke Saudi haha), dia ga pernah ada pengalaman bikin visa kecuali Visa Sosial Budaya kemaren, dan kerjaan dia cuman bikin gemasssss nyuruh-nyuruh nanya dubes segala. Over kuwatir kalo-kalo salah syarat. Tapi setelah searching sana sini akhirnya nemu bikin visa Dubai cepet, gampang, praktis, nggak lama pula.

Apakah itu?? 

Visa Dubai via emirates. Jadi kita yang terbang PP pakai emirates, pasti bisa apply visa dengan lebih mudah. Maksudnya begini, pas kita beli tiket emirates PP, trus kita masuk website emirates dan apply visa disana. jadi nggak apply visa via VFS yang ada di Jakarta. Prosesnya gampang. Yang diperluin cuman foto paspor dengan background putih, scan paspor depan belakang, sama scan booking hotel kalau bisa. Bayarnya pake kartu kredit. Udah itu aja, nggak perlu copy bank record selama tiga bulan pula. Caranya gimana? Cukup masukin kode booking di websitenya Emirates, trus manage booking, kemudian apply visa. Ikutin aja lah pokoknya. Tapi jangan lupa ukuran scan dan fotonya disesuaikan dengan request. Scan nggak boleh lebih dari 200kb, untuk fotonya nggak boleh lebih dari 40kb.

Berhubung saya nggak ada CC yang bikin HJ senewen, akhirnya dia yang ngurusin sekalian sama beliin tiket emirates. Nahh, anehnya tiket emirates dari Jakarta ke Dubai harganya PP 15 juta. Mahal banget cuiii, padahal sebelumnya sehari sebelumnya masih 8 juta. Yaaaudah deh saya milih lewat Singapura yang PP cuman 5 juta aja, yang di total dengan penerbangan dari dan ke Spore aja masih kurang dari 8 juta. Murah kan, untuk terbang sekelas Emirates. 

Setelah book tiket emirates PP, HJ mulai ngurusin visa Dubai via emirates. Nah tetep ya dagdigdug dong ya, nungguin tiap jam cek email hahaha. Sampe kata si suami, ‘udah tenang aja, pasti approve kok’. Akhirnya setelah 16 jam menanti, visa granted juga. Legaaaa.

Kenapa lebih cepet granted? Karena emirates bertindak sebagai sponsor kita selama di Dubai. Makanya gampang di approve. Tapi ya tetep aja ya, mereka tetep cek track record kita dong. Cuman berhubung saya baru kali ini nangkring di Dubai, jadi yaaaa seenggaknya masih bersih ya record di Dubainya haha 

Itu btw HJ milih yang express, makanya jadinya bisa kurang dari sehari. Normalnya sih sehari approved, maksimal 5 hari. Tenang aja, ada pilihan visa 96 jam, 30 hari, 90 hari. Jadi tinggal pilih sesuai kebutuhan ya. Sayangnya harga visa ini bisa dibilang mahal untuk ukuran single entry. Yang 96 jam saja sekitar 800ribu rupiah. Yang 30 hari sekitar 1,2 juta. Tapi yaaaa apalah apalahhh kita berdua LDR survivor, masih belum pensiun.

Update:
Pertama, Sejak akhir tahun 2017 FlyDubai juga bergabung dengan Emirates melayani sponsor visa. Jadi ada opsi selain flydubai yang bisa dipilih jika Emirates terlalu mahal.
Kedua, jangan pilih fasilitas evisa express jika kalian apply hari kamis karena jumat sabtu adalah hari libur. Bisa percuma evisa jadi hari senin dengan bayar seharga express (yang seharusnya bisa harga biasa).

Comments

  1. paspor Indonesia jadi biru ya sekarang??
    ----
    iya pasporku juga, tapi udah keburu PD bebas visanya gak berubah, tetep -_-

    eh maaf lahir batin ya mbak, salam buat HJ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas pas bkin paspor kmrn suruh kasih syarat 25juta gak di tabunagn?

      Delete
  2. Berarti kalau untuk Visa dari Emirates itu otomatis akan di Approved semua ya min? Kemungkinan ga di Approve nya kecil? Mohon informasi nya ya min Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk sekarang selain emirates, Flydubai juga support evisa. Jadi kecil kemungkinan utk ditolak kecuali kalau kita pnya catatan buruk ketika di dubai atau meninggalkan kesan krg menyenangkan di dubai :)

      Delete
  3. Hallo mbak.. Mau tanya pas dr CGK - SIN nya naik apa? Dan apakah harus keluar imigrasi dan ambil luggage kemudian baru bsa masuk lagi untuk sambung Emirates? Terminalnya sama kah?

    Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak maaf baru balas, kolom komentarku rusak huhu.

      Dulu karena flight ku terpisah jd aku beli dari SUB-SIN kalo ga GA, SQ, tergantung maskapai mana yg kasih diskon lbh banyak :D soalnya pasti bawa koper jd beli yg sekalian free bagasi.

      Kalo perihal harus keluar imigrasi, penerbangan terpisah biasanya gitu kalo beda airlines. Kalo sama sih bisa minta ke counter check in nanti bilang aja biar kopernya langsung di turunin DXB

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …