Skip to main content

Mengalahkan Rasa Takut akan Tenggelam

Makanan setelah renang di KOOD Sanur (serba vegan) Dari dulu takut banget sama air dengan volume yang besar. Mungkin di kehidupan gw sebelumnya gw pernah tenggelem kali ya. Makanya nggak pernah bisa renang. Karena ya takut tenggelam. Bahkan sekedar kecipak kecipuk aja takut. Sampai pindah ke Bali. Pindah ke Bali nggak berekspektasi setinggi itu sih. Ternyata, jadi lebih sering main air di pantai. Nggak renang, cuma berendam aja. Lama-lama jadi kebiasaan dan udah mulai terbiasa dengan air. Ternyata seru juga yaa. Kemudian dilatih suami gw buat berani snorkeling. Iya takut awalnya, nggak percaya meskipun dia bilang nggak akan tenggelam karena pake fin. Hmm masaaaa~~ Ya tetep pake pelampung sih. Pertama kali nyemplung, tentu saja heboh takut tenggelam padahal udah pake pelampung, pake fin, mana dipegangin juga. Tapi heboh aja, takut tenggelem. Ada 3 spot waktu itu, gw cuma nyemplung satu spot aja belum juga 15 menit udah naik kapal. Beberapa kali snorkeling akhirnya baru berani lepas pela

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek

Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia. 

Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H. Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang??

Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk record bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ada pengalaman bikin visa kecuali Visa Sosial Budaya kemaren, dan kerjaan dia cuman bikin resah nyuruh-nyuruh nanya dubes segala. Over kuwatir kalo-kalo salah syarat. Tapi setelah searching sana sini akhirnya nemu bikin visa Dubai cepet, gampang, praktis, nggak lama pula.

Parkiran Emirates di DXB

Apakah itu?? 

Visa Dubai via emirates. Jadi kita yang terbang PP pakai emirates, pasti bisa apply visa dengan lebih mudah. Maksudnya begini, pas kita beli tiket emirates PP, trus kita masuk website emirates dan apply visa disana. jadi nggak apply visa via VFS yang ada di Jakarta. Prosesnya gampang. Yang diperluin cuman foto paspor dengan background putih, scan paspor depan belakang, sama scan booking hotel kalau bisa. Bayarnya pake kartu kredit. Udah itu aja, nggak perlu copy bank record selama tiga bulan pula. Bisa juga kalau misal punya visa UK, Schengen, US, dll yang disebutkan di sana, halamannya bisa dilampirkan di dokumen tambahan.

Caranya gimana? Cukup masukin kode booking di websitenya Emirates, trus manage booking, kemudian apply visa. Ikutin aja lah pokoknya. Tapi jangan lupa ukuran scan dan fotonya disesuaikan dengan request. Scan nggak boleh lebih dari 200kb, untuk fotonya nggak boleh lebih dari 40kb.

Setelah book tiket emirates PP, H mulai ngurusin visa Dubai via emirates. Nah tetep ya dagdigdug dong ya, nungguin tiap jam cek email hahaha. Sampe kata si suami, ‘udah tenang aja, pasti approve kok’. Akhirnya setelah 16 jam menanti, visa granted juga. Legaaaa.

Kenapa lebih cepet disetujui? Tebakan gw karena emirates bertindak sebagai sponsor kita selama di Dubai. Makanya cepet disetujui. Tapi ya tetep aja ya, mereka tetep cek track record kita dong. Cuman berhubung saya baru kali ini nangkring di Dubai,  seenggaknya masih bersih ya record di Dubainya. 

Itu btw H milih yang ekspress, makanya jadinya bisa kurang dari sehari. Normalnya sih sehari udah disetujui, maksimal 5 hari. Meskipun ada pilihan visa 96 jam, 30 hari, 90 hari, paspor Indonesia entah kenapa selalu otomatis 30 hari single entry. Harga visa ini bisa dibilang mahal untuk ukuran single entry. Yang 96 jam saja sekitar 800ribu rupiah. Yang 30 hari sekitar 1,2 juta. Tapi kalau apply visanya 96 jam sebelum terbang, pasti otomatis dimasukin ke servis ekspress sih. 

Update:
Pertama, Sejak akhir tahun 2017 FlyDubai juga bergabung dengan Emirates melayani sponsor visa. Jadi ada opsi selain flydubai yang bisa dipilih jika Emirates terlalu mahal.

Kedua, jangan pilih fasilitas evisa express jika kalian apply hari kamis karena jumat sabtu adalah hari libur. Bisa percuma evisa jadi hari senin dengan bayar seharga express (yang seharusnya bisa harga biasa).

Ketiga, berkali-kali apply visa Dubai sebagai WNI, pilihan durasi visanya selalu otomatis Single Entry 30 days. Meskipun di halaman sebelum pembayaran bisa juga memilih single atau multiple entry.

Keempatada tambahan berupa input nomer Makani dan landscape di tempat menginap. Nomor Makani bisa dilihat di sini. Untuk landscape pilih aja bangunan sekitar yang jadi penanda, misal nginepnya di Burj Khalifa, landscapenya bisa Dubai Mall. 

Comments

  1. paspor Indonesia jadi biru ya sekarang??
    ----
    iya pasporku juga, tapi udah keburu PD bebas visanya gak berubah, tetep -_-

    eh maaf lahir batin ya mbak, salam buat HJ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas pas bkin paspor kmrn suruh kasih syarat 25juta gak di tabunagn?

      Delete
  2. Berarti kalau untuk Visa dari Emirates itu otomatis akan di Approved semua ya min? Kemungkinan ga di Approve nya kecil? Mohon informasi nya ya min Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk sekarang selain emirates, Flydubai juga support evisa. Jadi kecil kemungkinan utk ditolak kecuali kalau kita pnya catatan buruk ketika di dubai atau meninggalkan kesan krg menyenangkan di dubai :)

      Delete
  3. Hallo mbak.. Mau tanya pas dr CGK - SIN nya naik apa? Dan apakah harus keluar imigrasi dan ambil luggage kemudian baru bsa masuk lagi untuk sambung Emirates? Terminalnya sama kah?

    Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak maaf baru balas, kolom komentarku rusak huhu.

      Dulu karena flight ku terpisah jd aku beli dari SUB-SIN kalo ga GA, SQ, tergantung maskapai mana yg kasih diskon lbh banyak :D soalnya pasti bawa koper jd beli yg sekalian free bagasi.

      Kalo perihal harus keluar imigrasi, penerbangan terpisah biasanya gitu kalo beda airlines. Kalo sama sih bisa minta ke counter check in nanti bilang aja biar kopernya langsung di turunin DXB

      Delete
  4. Hi mau tanya dong. Passport observation page itu yang mana ya? Apa gak perlu upload ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo! Keperluan paspor biasanya halaman depan berisi identitas dan halaman akhir yg ada tanda tangannya. Biasanya aku juga lampirkan copy visa Schengen juga (dan negara lain yg disebutkan di situ) di bagian untuk unggah data pendukungnya.

      Delete
  5. Hi mau tanya dong. Passport observation page itu yang mana ya? Apa gak perlu upload ini?

    ReplyDelete
  6. Hi mau tanya dong. Passport observation page itu yang mana ya? Apa gak perlu upload ini?

    ReplyDelete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

Traveling During Pandemic

CGK to DPS I am one of the people who travel (relatively a lot) during a pandemic. Unfortunately, me being in a long-distance marriage, need mental and physical support once in a while.  In the beginning, we met after 8 months of the pandemic and then 3 or 4 months, then every 2 months. I went wild the first 8 months of the pandemic. Everything felt harder. I know many people feel the same, I am not the only one. We're just coping with the best we can do.  The island I call home 💙 It was so stressful the first time traveling during the pandemic. Like I said here , it's not really worth the effort if you're traveling "for fun". PCR price was crazy, every time we have to calculate the time, make it double as well as the price. Because we buy the time with money. I usually book a ticket at least 2-4 weeks before my travel, then went to the airport 2 hours before my flying time, everything felt so efficient but not during the pandemic. I booked my ticket a week befor

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men