Skip to main content

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Kimchi

Sejak saya pertama kali menulis di blog ini, tulisan yang selalu banyak viewernya itu tulisan tentang rasa kimchi. Dulunya saya bingung kenapa ya ini tulisan kok viewernya banyak bener. Ah mungkin karena duluuuu itu masih jarang banget yang suka Kroea, lebih tepatnya jarang banget yang jual masakan Korea. Kalau di Surabaya sih ada, lah Malang kala itu kan ndak ada. Ooh mungkin pada penasaran kali ya sama rasa kimchi itu. Namanya iseng, saya iseng googling 'rasa kimchi', ehh tulisan saya nongol nomer wahid. Kalau ndak nomer wahid ya masih di first searching page lah. Ya jelas aja banyak viewernya kalau begini hohoho


nongol nomer wahid

Kalau beli di market yang dijual sachetan itu sih rasanya kurang menjamin. katanya sih, belum pernah beli juga. Ada juga beberapa resto yang jual tapi rasanya kurang ciamik begitu. Sampai akhirnya ngerasain sendiri rasa kimchi yang bawaan dari sononya. Asli beda.

 

ini kimchi rasanya udah hampir kayak aslinya. gatau lagi deh kalau emang diimpor dari sononya

Nah kemaren pas ke Malang, nyempetin makan masakan Korea. Ceritanya sih mau beli 닭갈비 (dakgalbi), tapi ternyata ndak jual itu, yawes banting setir beli 불고기 (bulgogi) aja deh. Ternyata ada kimchinya juga dan rasanya hampir sama kayak yang pernah dibawain guru Korea saya dulu itu. 85% Asem menggigit. Nggak mengecewakan banget lah. Meskipun ndak mengecewakan banget, tapi tetep aja ndak semua lidah Indonesia menerima rasa kimchi dengan mudah hahahha... untung nih lidah nerima semua jenis masakan. Dasar lidah sama perut rakus bener. 

 

bulgogi ini makannya ditaro di daun itu, pakai selada deh ya, sama kasih kimchi trus diuntel-untel gitu trus happ dimakan deh. rasa kimchinya blend sama manisnya bulgogi




Masih ngidam pengen makan 닭갈비 







Comments

  1. Blog nya keren sekarang Kak. Lebih fresh ada gambarnya :D hihihi

    Kimchi itu -> ORA ENAK
    hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya jd agak fresh ya liatnya nggak burem lagi *thanks to yang kasih saran hohoho*

      Kimchi itu dibilang enak bgt ya ndak, tp dibilang ndak enak itu ya enak juga haha. Orang rumah juga ga ada yg suka. Aneh katanya

      Delete
  2. aku gk kasi saran deh kak. Soale ganti2 tampilan masih sedikit bingung.. Wkakaka *maklum masih newbie blogger*

    ora enak, aku pernah makan yang asli buatan orang korea. ora enakkkkkk... wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha biar newbie, blognya uda masuk list wajib baca. Demi masa depann hahaha

      Brati yg slh lidahnya tuh. Jangan salahin kimchinya atuh *membela diri*

      Delete
  3. Wahaha. Newbie nya jadi senyum2 gak jelas loh itu *sambil mainin rambut* wkwkwkwkk. Makasih kakak :D

    Hahhaa.. yawesss kimchi gk salah. yg salah kimchil :p hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rambutnya sepanjang rambut berbi nggak kakak? Ati2 mbulet kl diuntir2 rambutnya kekekekeke

      Ehhh jd bawa2 kimchil hahaha

      Delete
  4. Kimchi gak enak...

    Hoeekkk...

    Yang enak tuh kimcil

    #ehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ati2 dibaca neng bekasi ketauan lhooo kalo doyan kimcil :D

      Delete

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Romanticizing My Cooking

Bakso I have to admit that my love for cooking is growing. It's growing and I can't believe it myself. This feeling has been like this since probably two years ago. Before, cooking felt like a hard work that I had to fulfill. It still is, but the difference is I enjoy it now. So it does not feel like I am forcing myself.  Back then whenever I cooked, it's either wrong recipe or incorrect measurement. It never tasted right. So I gave up cooking just because I never found the right one. And then I started to feel that I wanna eat better. I don't want to just eat whatever, I want to know what goes into my body. If I prepare it myself, then I know it's good one.  I don't eat too much sugar, sometimes it is hard to buy one thing outside and has a lot of sugar in it. So cooking it myself will allow me to control the amount of sugar. So I found recipes and I tried to make them. As to my surprise, they taste right! Exactly how they should have tasted. That made me happy

Cerita Karantina di Hotel

Cerita karantina selanjutnya 2 kali di hotel. Kali ini, semuanya berjalan lebih terkoordinir. List hotel karantina bisa dilihat di sini . Jadi nggak ada lagi drama nggak diladenin karena ina inu. Tinggal pilih hotel, hubungi hotel via WA atau email, kirim dokumen yang diperlukan, lalu kita dapat QR code yang nantinya ditunjukkan ke pihak bandara.  Karantina pertama kali di hotel gw bulan September kalau nggak Oktober 2021 dan bulan Januari 2022. Gw pesen di dua hotel berbeda. Karantina di hotel pertama dapet rejeki cuma 3 hari, jadi biaya yang dikeluarkan juga nggak sebanyak kemaren yang 7 hari.  dipakein gelang rumah sakit, dilepas pas check out. Nah, alurnya secara detail ada yang berubah sedikit tapi secara garis besar masih sama. Begitu datang, urus dokumen ini itu, lalu kita di PCR di lokasi. PCR ini hasilnya didapat dalam waktu 1 dan 2 jam karena ada dua lab yang berbeda. Waktu pertama kali gw karantina, gw harus nunggu hasil di bandara sebelum diangkut ke hotel. Tapi karantina k

Gojek ke bandara juanda

While waiting, jadi mending berbagi sedikit soal gojek. Karena saya adalah pengguna setia gojek, saya pengen cobain ke bandara pake gojek. Awalnya saya kira tidak bisa *itu emang sayanya aja sih yang menduga nggak bisa*, trus tanya temen katanya bisa karena dia sering ke bandara pakai motornya. Nah berarti gojek bisa dong?? Sebelum-sebelumnya kalo naek gojek selalu bayar cash, tapi kali ini pengen cobain top up go pay. Minimum top up 10ribu. Jadi saya cobain deh 30ribu dulu. Eh ternyata lagi ada promo 50% off kalo pake go pay. Haiyaaaaa kenapa ga dari dulu aja ngisi go pay hahaha. Dari kantor ke bandara juanda sekitar 8km. Kantor saya sih daerah rungkut industri. Penasarannn banget ini abang mau lewat mana ya. Tertera di layar 22ribu, tapi karena pakai go pay diskon 50% jadinya tinggal 11ribu. Bayangin tuhh... pake bis damri aja 30ribu hahaha. 11ribu udah nyampe bandara. Biasanya 15ribu ke royal plaza dari kantor haha. Lagi untung. Bagus deh. Nah sepanjang perjalanan, saya mikir ter