Skip to main content

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Kapan Nikah?



Sebentar lagi lebaran dan kumpul sama keluarga besar. Buat yang masih single, jangan lupa siapkan jawaban atas pertanyaan ‘KAPAN NIKAH?’. Saya udah siapin jawaban itu dari bertahun-tahun yang lalu hahahha...

karena ini adalah pertanyaan sadis dan membunuh bagi para jomblo/single/ yang statusnya belum taken by their partner.


That question always there since I was maybe 20 or 22. These people are really love to ask "When will you get married?", anytime anywhere. They start to ask this magical words. At first when they start to ask me this question, I thought like "Oh wow, is it the time for me to have this question? Ah maybe ". but yes, since that time, when I meet family or relatives even friends they will always ask "when you will get married?". dudududuuuu lalallalaaaaa... my answer always be like "NEXT YEAR". Actually I dont really understand why I told them next year, but that is better I guess than give them "I dont know" answer.

yea, Eid will come shortly. We will gather around with relatives and family. And I am ready for that question (again). after their question is answered with the same answer every time, they will ask again "You are not single right?". No no I am in relationship now, then they will say "get married then!". I will tell them like 'there are a lot to arrange and manage before married'. and they will easily say "that's not a difficult part". I have no idea why people love to ask other people to get married. Will you become our sponsor to have the wedding party??? hahahha

Sometimes I only tell them "Just be patient for the invitation next year", then I leave them. Hemmm they might not thinks that getting married isn't easy. The only thing the know is 'you have to be married soon and invite me, then if something goes wrong with your party we will talk about it behind you'. Diiihhh sebel dehhh, udah maksa, masih juga diomongin dibelakang.

Getting married isn't easy, especially for mixed couple. Oh yes, there are a lot to prepare for mixed couple. but they never know about that. never know. they only know that 'you must be outstanding on your wedding'. mboookkk tulung.

Yes, I almost 25. They will thinks that I have to be married soon. Hmmm hello... I am still happy like this, and I am still preparing for that. I only want to be married once. with someone only. That is why I don't want to rush. and yea the question about 'KAPAN NIKAH?' is kinda annoying lho saudara-saudara. untungnya pas ndak patah hati pas ditanya.

Anyway, I just wish that kind of question will be something like a wish that I will get married soon and maybe next year. But I wont invite too many people. I only invite those who are close to me or the precious ones.

Semoga berkah


for Frontsummer, I will invite you all but the invitation will be written in my blog, since I know that you all will come when you have time but I don't want to spend money to invite you using that kind of invitation letter :P

Comments

Popular posts from this blog

Mendaftar Pelatihan di Prakerja

Sanur Jadi dulu program ini diluncurkan pemerintah untuk kasih insentif orang yang di PHK atau tidak bekerja pas pandemi. Jadi ya gw tentu saja nggak punya hak tho. Sebagai orang yang nggak punya hak, ya gw nggak ikutan lah. Trus temen gw beberapa bulan lalu bilang, ikut aja soalnya ini buat yg kerja yg mau nunjang skill juga lho.  "Hah masa sih?" Yaudah pas liat oh ya bener juga, jadi gw daftar. Daftar pertama di gelombang 20 nggak lolos. Trus ya udah patah hati dah lah gausah daftar. Eh tiba-tiba minggu lalu temen gw lolos gelombang berapa gitu, lalu bilang kalau gelombang 29 udah buka. Yaudah deh ikutan aja. Eh lolos dong. Pembukaan gelombang ini termasuk cepet. Hampir tiap minggu selalu ada gelombang baru yang dibuka. Jadi daftar di gelombangnya itu selama 3 harian, pengumumannya 3 hari kemudian, lalu 3 hari kemudian udah bukaan baru. Bener-bener cepet banget. Nah temen gw yang lagi S2 nggak bisa ikutan padahal dia juga kerja sebagai pengajar. Alasannya KTP sudah terdafta

Book : Semakin Dalam Di Jejak Langkah

  Buku ketiga dari Buru Tetralogi ini lebih berat dari Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Disini banyak disinggung tentang Multatuli yang mengungkap "kotornya" birokrasi. Kotor disini tentu saja soal korupsi. Semakin dalam membaca ternyata semakin paham kalo kemungkinan besar korupsi ini "warisan budaya" kolonial. Buku ini pun mengatakan bahwa kolonial berhutang banyak gulden kepada Hindia Belanda atas semua hitungan 'meleset'nya penerimaan pajak dan penyalurannya. Siapa yang nggak mau untung banyak? Ya kolonial menang banyak. Bahkan kalau mau benar-benar dihitung, bisa jadi mereka kalah. Tapi nggak mungkin kan diusut karena kolonial tau kalau mereka bakal ketauan salah dan memungkiri itu. Jadi yaaa, lenyap begitu saja. Disini Minke kawin setelah ditinggal Annelies yang Indo dia kawin dengan yang orang tionghoa. Lagi-lagi pula dia ditinggalkan karena istrinya sakit (kemudian kawin lagi dengan Prinses yang ntah darimana tapi yang jelas dia berpendid

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar.  Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa men