Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

An iPad #2

Masih inget ndak soal si adek kecil yang pengen banget punya iPad dan berniat mendapatkannya dengan cara ngomong bahasa inggris sama si mas? Minggu kemaren saya skype sama si mas. Seperti biasa dong ngobrol sana sini ngalor ngidul begitu, eh tiba-tiba  dia nanya "Cimi mana?", jadilah manggil si adek. Ndak taunya si adek semangat banget mau skype. Ndak tau kenapa dia sering juga minta skype duluan ke mas

Kita jadi share headset tho, salam pertama seperti biasa "Hai iPad". Si mas itu laki kok ya dipanggil iPad -_-, gitu ya si mas bales panggilnya "Hey miss iPad". Alamakk mereka cocok sama gilanya. Nah karena syaratnya itu harus bisa ngobrol bahasa inggris aktif, jadilah si adek mulai ngobrol. dia bilangnya begini :

adek : What do you like breakfast? *prasaan yang bener bukan begini ya*
mas : ohh pecel *bilang pecel ala aksen bule*
adek : Hah? ngomong apa mbak?
aku : pecelllll
adek : ohh pecel. what do you like drink?
mas : I like coffee
adek : ohh kopi. what do you like singer? *makin ngaco*
mas : what??
aku : kamu mau nanya apa? kamu suka nyanyi apa kamu adalah penyanyi?
adek : suka nyanyi mbakkk
aku : do you like singing dekk
adek : ok, do you like singing?
mas : *buffering, tiba-tiba manggil nama si adek* hey Simi!!!
adek : Cimi, not Simi
mas : *buffering* sorry cant hear you
aku : she is complaining, her name is Cimi not Simi
mas : Ahh I see... Simi... blablablabla
adek : *si adek bufferingnya udah level dewa*  mbakk, aku nggak paham. udah wes ya, bingung aku. bye
aku : hyahhhhh nyerahh dia

Kita berdua lanjut ngobrol, si adek kecil tiba-tiba berantem sama si adek yang satunya. 







That was last weekend story at home
 

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Getting my Hands on Film Camera

In attempts to slow_myself_down_away_from_digital_life, I am getting my hands on film camera. Yes, the kind of camera where you need to put the film roll in and then start snapping. If you are lucky, the pictures will turn up good but if not then we let the fate decide. This is not my first rodeo on using film camera, but it definitely is the first ever to buy the film and develop it using my own money. It is not cheap, which I know.  What can I say, it's an expensive hobby.  I used my first film roll to take photos of my favorite people. So it has more human than random pictures. It was on family event. After the last shot, I wanted to develop it before I flew to Bali but they had no lab. Luckily we have the lab in Bali. I developed and scanned the film in Ojisanfilmlab Bali. They're just a google away. They sell the roll as well. I had to tell the TSA to do the hand checking rather putting it through the scanner. They understood.  Cimol hides himself in his favorite sp...

Pengalaman Bikin (Free) Schengen Visa di VFS Swiss

I know this is so normal but anyway I like to compare the experiences because people might have different cases and because I have nothing to lose so... here's my experience for applying Schengen Visa via Swiss (VFS). Kenapa nggak via Belanda? Karena rencana kita berkunjung lamanya ke Geneve - Swiss (ada urusan kerjaan suami gw) dan kami belum tau akan ke Belanda apa nggak saat itu (nggak jadi sih soalnya mepet banget).  Seperti yang sudah sering dibahas orang lain perihal syarat dan ketentuan apply Schengen visa, gw nggak akan nulis itu ya. Udah ada di website VFS, lengkap. Gw cuma tambahin dikit-dikit aja infonya yang mungkin sama seperti kasus yang baca kalo emang kebetulan sama sih 😂 "Ok jadi total pembayarannya 280 ribu rupiah ya" "HAH?? Cuma 200an mbak??? Visanya gratis???" "Suaminya masih WN Belanda kan mbak?" "Iya" "Oiya itu gratis, bisa pake visa tipe C. Jadi cuma bayar biaya admin aja" ...